Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Turnover Intention Muhammad Angga Abdulah; Yuan Badrianto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1792

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh Turnover Intention yaitu Tindakan sukarela atau tidak disengaja meninggalkan dan memasuki sumber daya manusia dalam suatu organisasi, yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Pergantian karyawan yang disengaja dapat berdampak negatif pada kinerja perusahaan, karena biaya yang terkait dengan perekrutan, pelatihan dan pengembangan dan mempertahankan karyawan baru harus dikembalikan.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Turnover Intention, penelitian ini dilakukan pada PT WHAIN yang bergerak dalam bidang Metal Stamping Part. dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh karyawan Bagian Operator yang berjumlah 142 orang, pengambilan sampel menggunakan metode Sloving dengan hasil sebanyak 105 Responden metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Validitas, Uji Reabilitas , Analisi Linier Berganda, Koefisien Determinasi, Uji Asumsi Klasik, dan Uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Turnover intention. Artinya semakin meningkatnya Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, dan Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Karyawan maka tingkat Turnover intention di Perusahaan akan menurun.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Dimediasi Motivasi Kerja Muhammad Angga Abdulah; Muhamad Rifai; Tri Ngudi Wiyatno; Adibah Yahya; Fitri Rezeki
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.589

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada perusahaan manufaktur di Cikarang Selatan. Data dikumpulkan dari 101 karyawan tetap menggunakan kuesioner daring. Analisis Structural Equation Modeling (SEM-PLS) menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (koefisien jalur = 0.276, p = 0.046) dan motivasi kerja (koefisien jalur = 0.709, p < 0.001). Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (koefisien jalur = 0.262, p = 0.001), tetapi tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja karyawan (koefisien jalur = 0.009, p = 0.914). Motivasi kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (koefisien jalur = 0.667, p < 0.001). Hasil ini menegaskan pentingnya gaya kepemimpinan dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan di sektor manufaktur.
Digital Human Resource Transformation: The Role of Strategic HRM Capability and Learning Agility in Building Organizational Resilience in the Manufacturing Industry Muhammad Angga Abdulah; Muhamad Ekhsan; Anna Wulandari
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.7386

Abstract

Digital transformation has reshaped how manufacturing firms organize work and manage employees. In this setting, resilience depends not only on technology, but also on the capacity of the HR function to align people, skills, and organizational priorities. This study investigates whether Strategic Human Resource Management (HRM) Capability strengthens Organizational Resilience directly and through Learning Agility. The research was conducted among employees of manufacturing companies operating in five industrial areas in West Java: KIIC, EJIP, GIIC, Jababeka Industrial Estate-Cikarang, and MM2100 Industrial Town. Using a quantitative explanatory design, data were collected through a survey of 75 permanent employees selected purposively. Eligible respondents had at least one year of work experience and were involved in work processes affected by digital transformation. The model was tested with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that Strategic HRM Capability has a positive and significant relationship with both Organizational Resilience and Learning Agility. Learning Agility also contributes positively and significantly to Organizational Resilience. Nevertheless, its indirect role was not statistically significant, indicating that the influence of Strategic HRM Capability on resilience operates mainly through a direct pathway rather than through Learning Agility. These results suggest that manufacturing firms should place greater emphasis on strategic workforce alignment, digital HR practices, competency development, and adaptive work systems. Strengthening these capabilities can help organizations respond more effectively to technological disruption and uncertainty while maintaining continuity during digital transformation.