Penelitian ini menguji pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada perusahaan manufaktur di Cikarang Selatan. Data dikumpulkan dari 101 karyawan tetap menggunakan kuesioner daring. Analisis Structural Equation Modeling (SEM-PLS) menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (koefisien jalur = 0.276, p = 0.046) dan motivasi kerja (koefisien jalur = 0.709, p < 0.001). Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (koefisien jalur = 0.262, p = 0.001), tetapi tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja karyawan (koefisien jalur = 0.009, p = 0.914). Motivasi kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (koefisien jalur = 0.667, p < 0.001). Hasil ini menegaskan pentingnya gaya kepemimpinan dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan di sektor manufaktur.
Copyrights © 2025