Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

VALIDASI INDEKS UNTUK MENGUKUR KUALITAS PELAYANAN BERSALIN DI BANDA ACEH Wahyuni, Sri; Hajar, Siti
JURNAL KEBIDANAN MUHAMMADIYAH GEULIMA Vol 7, No 2 (2017): Edisi September 2017
Publisher : STIKes Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AKI di Indonesia merupakan yang tertinggi bila dibandingkan dengan AKI di negara-negara ASEAN lainnya yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Sedangkan AKI di Singapura adalah yang paling terendah di ASEAN  yaitu 6 per 100.000 kelahiran hidup.  Sementara AKI di Malaysia dan Vietnam adalah masing-masing 160 per 100.000 kelahiran hidup (Depkes, 2012).  Mengevaluasi kualitas layanan bersalin merupakan hal yang kompleks, alat bantu yang inovatif telah dikembangkan untuk mempromosikan kepatuhan terhadap program klinis dan aspek lain dari kualitas persalinan, seperti checklist persalinan yang aman (Spector et al., 2012), sejumlah checklist  yang telah dikembang terlalu panjang dan sulit untuk dijadikan sebagai indikator penting dalam mengevaluasi kualitas layanan bersalin, sementara itu untuk mengukur kualitas layanan bersalin  adalah hal yang sangat penting dalam memastikan persalinan yang tepat untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir serta angka kesakitan. Sehingga ada kebutuhan untuk menilai kualitas pelayanan bersalin berdasarkan indeks atau langkah-langkah yang valid dan reliabel, serta efisien. Adapun indikator yang dinilai menekankan pada tahap proses, hal ini disesuaikan berdasarkan teori Avedis Donabedian yang membagi kualias layanan dalam tiga komponen yaitu Input Proses dan Output, dimana dengan menilai tahap Proses merupakan tahapan yang paling besar dalam menentukan kualitas dari suatu pelayanan kesehatan.Tujuan Penelitian : Untuk melakukan validasi untuk mengukur kualitas layanan bersalin, ditinjau dari dimansi kualitas klinis, kualitas komunikasi interpersonal, kualitas pemantauan dan pengawasan.Metode Penelitian : Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi observasional yang bertujuan mengamati variabel-variabel penelitian. Sedangkan pendekatan pada penelitian ini adalah study cross sectional dimana data yang menyangkut variabel penelitian akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai r tabel 0,17 hal ini menunjukkan bahwa item indeks berada pada kategori valid. Sementara nilai cronbachalfa diperoleh nilai 0,70 hal ini menunjukkan bahwa item indeks berada pada kategori reliabel.Kesimpulan : Berdasarkan nilai r tabel dan cronbach alfa maka ada kemungkinan seluruh item indeks dapat digunakan dalam menilai kualitas pelayanan bersalin.
Efektifitas Penkes Pada Kunjungan Rumah Oleh Kader Dalam Meningkatkan Perawatan Bayi Baru Lahir Sirajul Muna; Sri Wahyuni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasalah utama penyebab kematian pada bayi dan balita terjadi pada masa neonatus     ( bayi baru lahir umur 0-28 hari ) (Kemenkes  2010). Kejadian kematian neonatus sangat di pengaruhi oleh rendahnya pengetahuan keluarga dalam perawatan bayi baru lahir. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan neonatal yaitu dengan melibatkan kader  dalam melakukan kunjungan rumah untuk memberikan pendidikan kesehatan. Jumlah bidan desa yang terdapat di Kecamatan Darul Imarah saat ini adalah 30 orang dan hanya 23 orang yang menetap di desa dan ada 10 desa yang tidak ditempati oleh Bidan sehingga berdampak terhadap kunjungan rumah pada masa nifas yang berakibat terhadap kelangsungan hidup neonatus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan pada kunjungan rumah oleh kader dalam meningkatkan perawatan bayi baru lahir di Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar.Jenis penelitian adalah Kuasi Eksperimen dengan rancangan uji sebelum dan uji setelah dilakukan perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang terdapat di 32 desa dengan jumlah 211 orang. Jumlah sampel dalam penelitian masing-masing untuk kelompok intervensi dan kontrol adalah 30 orang. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tehnik purposive sampling dan total populasi. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, paired t-test dan independent t-test.Hasil penelitian menunjukkan perbedaan peningkatan perawatan yang bermakna diantara kedua kelompok. Peningkatan skor perawatan pada kelompok intervensi sesudah dilakukan kunjungan rumah oleh kader disertai pemberian buku saku adalah sebesar  7.3 (p=0,000). Nilai rata-rata skor perawatan pre-test dan post-test responden tentang perawatan bayi baru lahir pada kedua kelompok adalah berbeda, dimana selisih kelompok intervensi dan kontrol sebesar 6.3.Penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi Dinas Kesehatan dan petugas kesehatan di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar sebagai bahan pertimbangan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan fungsi pelayanan kesehatan dengan melibatkan kader untuk memberikan perawatan pada masa nifas dan neonatal melalui kunjungan rumah. 
Efektifitas Penkes Pada Kunjungan Rumah Oleh Kader Dalam Meningkatkan Perawatan Bayi Baru Lahir Sirajul Muna; Sri Wahyuni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasalah utama penyebab kematian pada bayi dan balita terjadi pada masa neonatus     ( bayi baru lahir umur 0-28 hari ) (Kemenkes  2010). Kejadian kematian neonatus sangat di pengaruhi oleh rendahnya pengetahuan keluarga dalam perawatan bayi baru lahir. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan neonatal yaitu dengan melibatkan kader  dalam melakukan kunjungan rumah untuk memberikan pendidikan kesehatan. Jumlah bidan desa yang terdapat di Kecamatan Darul Imarah saat ini adalah 30 orang dan hanya 23 orang yang menetap di desa dan ada 10 desa yang tidak ditempati oleh Bidan sehingga berdampak terhadap kunjungan rumah pada masa nifas yang berakibat terhadap kelangsungan hidup neonatus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan pada kunjungan rumah oleh kader dalam meningkatkan perawatan bayi baru lahir di Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar.Jenis penelitian adalah Kuasi Eksperimen dengan rancangan uji sebelum dan uji setelah dilakukan perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang terdapat di 32 desa dengan jumlah 211 orang. Jumlah sampel dalam penelitian masing-masing untuk kelompok intervensi dan kontrol adalah 30 orang. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tehnik purposive sampling dan total populasi. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, paired t-test dan independent t-test.Hasil penelitian menunjukkan perbedaan peningkatan perawatan yang bermakna diantara kedua kelompok. Peningkatan skor perawatan pada kelompok intervensi sesudah dilakukan kunjungan rumah oleh kader disertai pemberian buku saku adalah sebesar  7.3 (p=0,000). Nilai rata-rata skor perawatan pre-test dan post-test responden tentang perawatan bayi baru lahir pada kedua kelompok adalah berbeda, dimana selisih kelompok intervensi dan kontrol sebesar 6.3.Penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi Dinas Kesehatan dan petugas kesehatan di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar sebagai bahan pertimbangan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan fungsi pelayanan kesehatan dengan melibatkan kader untuk memberikan perawatan pada masa nifas dan neonatal melalui kunjungan rumah. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (Studi Kasus di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh) Namira Yusuf; Sri Wahyuni
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.823

Abstract

Hiperemesis gravidarum merupakan keadaan mual muntah yang berlebihan pada ibu hamil. Jumlah kematian ibu di Provinsi Aceh yang disebabkan oleh hiperemesis gravidarum sebanyak 1 orang (0,5%). Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2015 jumlah ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum sebanyak 57 orang (6,8%), tahun 2016 sebanyak 73 orang (9,1%) dan tahun 2017 sebanyak 71 orang (9,8%). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2017. Metode penelitian ini bersifat Survey analitik dengan pendekatan Retrospektif dengan tehnik pengambilan sampel secara Total Populasi dengan jumlah sampel 201 orang ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa dari 201 responden sebagian besar mengalami hiperemesis gravidarum tingkat sedang sebanyak 89 responden (44,2%), tidak primigravida sebanyak 67 responden (63,2%), tidak kehamilan ganda sebanyak 155 responden (77,1%) dan tidak molahidatidosa sebanyak 166 responden (82,6%) dimana primigravida dengan nilai P Value (0,006), kehamilan ganda nilai P Value (0,001) dan molahidatidosa nilai P Value (0,03). Kesimpulan terdapat pengaruh antara primigravida, kehamilan ganda dan molahidatidosa terhadap kejadian hiperemesis garvidarum. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil dengan hiperemesis garvidaru m.Kata Kunci: Hiperemesis Gravidarum, Kehamilan Ganda, Molahidatidosa, Primigravida.
HUBUNGAN KECEMASAN IBU DENGAN PEMILIHAN TEMPAT BERSALIN DI MASA PANDEMI COVID-19 DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BATOH Sri Wahyuni; Elfi Yulita
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 14 No 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v14i3.884

Abstract

Prevalensi ibu hamil dan ibu hamil yang terpapar covid-19 sebesar 13,7%. Data dari Puskesmas Batoh jumlah ibu hamil sebanyak 658 orang. Kemudian peneliti melakukan perbandingan dari kedua Puskesmas yaitu Lampulo dan Batoh dengan membandingkan jumlah ibu hamil trimester III periode Januari sampai Februari 2021 yang terbanyak terdapat di Puskesmas Batoh sebanyak 117 orang. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kecemasan ibu hamil dengan pemilihan tempat bersalin di masa pandemi Covid-19 di wilayah Kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh tahun 2021. Metode penelitian ini bersifat analitiak dengan pendekatan Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel secara Accidental Sampling dengan jumlah sampel 30 orang ibu hamil trimester III. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 1-6 September 2021 dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden yang memilih tempat persalinan di PMB sebanyak 19 responden (63,3%) dan mengalami kecemasan berat dan sedang sebanyak 11 responden (36,7%) dengan p value 0,002. Kesimpulan dan saran: ada hubungan kecemasan dengan pemilihan tempat bersalin. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan informasi kepada masyarakat khususnya pada ibu hamil trimester III tentang pemilihan tempat persalinan.
Pelaksanaan Upaya Asuhan Kebidanan yang Berkelanjutan (Continuity of Care) untuk Bayi Baru Lahir dan Balita di Era Pandemi Covid-19 di Kecamatan Darul Imarah Sirajul Muna; Sri Wahyuni
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v1i1.192

Abstract

Bayi Baru Lahir memiliki resiko ganggguan kesehatan paling tinggi, berbagai masalah kesehatan bisa muncul. Sehingga tanpa penanganan yang tepat, biasa berakibat fatal. Faktor penyebab kematian bayi di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa, penyebab kematian terbanyak pada kelompok bayi 0-6 dominasi oleh gangguan/kelainan pernafasan (35,9%), prematuritas (32,4%) dan sepsis (12%). Dilain pihak faktor ibu yang berkontribusi terhadap lahir mati dan kematian bayi diusia 0-6 hari adalah Hipertensi Maternal (23,6%), komplikasi kehamilan dan kelahiran (17,5%), ketuban pecah dini dan perdarahan antepartum masing-masing (12,5%). Penyebab utama kematian bayi pada kelompok 7-28 hari yaitu Sepsis (20,5%), malformasi kongenital (18,1%) dan pnemonia (15,4%). Dan penyebab utama kematian bayi pada kelompok 29 hari – 11 bulan yaitu Diare (31,4%), pnemonia (23,8) dan meningitis/ensefalitis (9,3%), sedangkan cakupan KN 1 : 77,31% ( Kemenkes, 2015). Pada masa pandemi ini tenaga kesehatan harus lebih inovatif namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan terkait Covid-19 dalam memberikan asuhan pada bayi baru lahir. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui Penyuluhan tentang segala informasi yang terkait dengan kesehatan bayi baik fisik maupun psikologis serta pencegahan penularan covid-19 pada bayi di era pandemic. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kualitas perawatan yang dilakukan pada bayi baru lahir oleh ibu setelah mendapatkan penyuluhan dan pendampingan yang dilihat pada saat kunjungan neonatus dimana bayi dalam kondisi yang sehat dan terhindar dari penularan covid selama pandemi. Diharapkan kegiatan pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) pada masyarakat dapat dilakukan tidak hanya kepada ibu-ibu namun juga kepada ayah yang juga terlibat dalam mengasuh dan membesarkan bayinya, dan kegiatannya dilakukan secara rutin dan terprogram baik oleh Praktik Mandiri Bidan sebagai upaya asuhan kebidanan yang berkelanjutan (Continuity of Care).
The effectiveness of lavender aromatherapy in managing labor pain Muna, Sirajul; Wahyuni, Sri
Science Midwifery Vol 13 No 2 (2025): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i2.1936

Abstract

Labor pain is one of the most intense forms of acute pain experienced by women and can have significant physical and psychological impacts. Although pharmacological methods such as epidural anesthesia are effective in relieving pain, their use is associated with potential side effects and limitations in resources, particularly in healthcare facilities with restricted access. This study aims to evaluate the effectiveness of lavender aromatherapy in managing labor pain, as well as to review the methods of application, timing of administration, and associated psychological effects based on empirical evidence from various studies. This literature review analyzed 17 scientific articles employing various research designs, including randomized controlled trials (RCTs), quasi-experimental studies, comparative studies, and systematic reviews. Data sources were derived from both national and international journals relevant to the topic of lavender aromatherapy and labor pain. The findings indicate that lavender aromatherapy consistently reduces labor pain intensity, particularly when applied during the active phase of the first stage of labor. Additionally, it has anxiolytic effects that help alleviate maternal anxiety. Its combination with other techniques such as effleurage massage enhances analgesic efficacy by stimulating beta-endorphin production. Lavender aromatherapy also offers flexibility in its application methods, including inhalation, topical massage, and ambient diffusion. Lavender aromatherapy is a safe, effective, and easily implemented non-pharmacological approach to holistic labor pain management. It supports both the physical and emotional well-being of mothers throughout the childbirth process.
The Effect of Digital Interventions on Public Adherence to Vaccination Programmes Trees; Sri Wahyuni; Sariestya Rismawati
Miracle Journal Get Press Vol 2 No 1 (2025): February, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v2i1.117

Abstract

Digital interventions are increasingly emerging as innovative strategies to improve vaccination coverage. Purpose: study aims to further explore the influence of digital interventions on public compliance in vaccination programmes. Methods: The present study employed a quasi-experimental design to ascertain the impact of a digital intervention on vaccination compliance. Based on calculations using the Slovin formula with an error tolerance level of 5%, the required sample size was determined to be 400 respondents. Data were collected through an online survey before and after the intervention to assess changes in vaccination adherence. Data were analysed using inferential statistical methods, employing a logistic regression test to evaluate the relationship between the digital intervention and vaccination adequacy. Result: results showed that digital interventions had a significant effect on improving vaccination compliance from 55% to 78% (+23%, p  0.001) after the digital intervention. In addition, the level of public knowledge about vaccines increased by 25%, Conclusion: that technology-based strategies can be an effective tool in disseminating accurate health Implication: These findings provide important implications for policymakers and health workers in developing more structured digital-based vaccination programmes, as well as provide strategic recommendations for stakeholders in improving the effectiveness of these strategies.
Postpartum Maternal Mental Health: Identification of Risk Factors and Holistic Intervention Approaches Zakiyah; Irma Fitria; Sri Wahyuni; Grace Carol Sipasulta; Sirajul Muna
Miracle Journal Get Press Vol 2 No 2 (2025): May, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v2i2.122

Abstract

Postpartum maternal mental health is a critical issue that directly affects maternal well-being and child development. Postpartum Depression (PPD) is the most common disorder, often accompanied by anxiety, stress, and other psychological problems that can hinder recovery, bonding, and parenting.Risk factors for postpartum mental health disorders include role adjustment stress, previous mental health history, childbirth complications, unplanned pregnancy, hormonal imbalance, limited social support, fatigue, and sleep disturbances. Identifying these factors is essential to guide prevention and intervention strategies.This study applies a qualitative review with thematic analysis of existing findings. Results highlight the effectiveness of holistic interventions, such as psychosocial support, cognitive behavioral therapy (CBT), mindfulness, prenatal and postnatal education, balanced nutrition for hormonal stability, and pharmacological treatment when necessary. Partner and family involvement also play a crucial role in maternal recovery.In conclusion, comprehensive and holistic approaches are needed to address postpartum maternal mental health, ensuring optimal physical and emotional outcomes for mothers and children.
Education and Assistance for Pregnant Women in Preparing for Safe Delivery to Reduce the Risk of Pregnancy Complications in Health Prone Areas Trimulya Village Sri Wahyuni; Deddy S Razak; Erni; Agnes Ratna Saputri; A. Wardah Muzfah
Sustainable Applied Modification Evidence Community (SAMEC) Vol 2 No 1 (2025): June, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/samec.v2i1.156

Abstract

Background. One of the main barriers to antenatal care is poor knowledge about pregnancy danger signs and the importance of regular ANC visits. This study used a descriptive qualitative approach with a Community-Based Participatory Research (CBPR) design to describe and evaluate the effectiveness of educational activities and assistance for pregnant women in preparing for safe childbirth in health-prone areas. Methods. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and focus group discussions (FGDs) with pregnant women, health cadres, and local medical personnel. Pre- and postintervention evaluations were conducted using questionnaires that measured changes in pregnant women's knowledge, readiness, and anxiety levels towards childbirth. Results. After the educational intervention, there was a significant increase in the readiness of pregnant women to face childbirth, with the average score increasing from 46.1 before the intervention to 79.2 after the intervention. The level of anxiety decreased from an average score of 71.5 to 43.9. Maternal knowledge about planning for delivery places increased from 49.3 to 81.5 after the education intervention. Husband/family participation in childbirth preparation increased from a mean score of 38.7 to 72.0 after the program. Conclusions. The educational and mentoring program implemented at the community level has shown effectiveness in increasing knowledge and readiness, as well as reducing anxiety. It is recommended that this program be integrated into the primary health care system and supported by policies that encourage active family participation in maternal and child health.