Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Applied Electrical Engineering

Implementasi Algoritma PID untuk Pengontrolan Suhu Pada Mesin Pengering Cabai Toar, Handri; Wasdoni Alfi; Illa Aryeni; Nanta Fakih Prebianto; Hana Mutialif Maulidiah; Muammar Khadapi Arif Nasution; Micko Tomas
Journal of Applied Electrical Engineering Vol. 9 No. 1 (2025): JAEE, June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaee.v9i1.9314

Abstract

Penelitian ini mengimplementasikan kontrol PID pada mesin pengering cabai untuk mempertahankan stabilitas suhu selama proses pengeringan. Pengaturan suhu optimal dicapai melalui mekanisme tuning PID dengan metode Ziegler–Nichols untuk mengatur parameter Kp, Ki, dan Kd yang dapat menghasilkan respon sistem yang stabil pada suhu setpoint. Mesin pengering terdiri dari sensor DHT22, pemanas, dan mikrokontroler ESP32, serta terintegrasi dengan aplikasi Home Assistant untuk pemantauan dan pengontrolan jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada suhu 60°C menghasilkan keseimbangan optimal antara kecepatan pengeringan dan kestabilan kelembaban. Implementasi kontrol PID berhasil menjaga suhu mendekati setpoint dengan steady-state error sebesar 0,98%, overshoot yang minimal dan settling time yang optimal. Proses pengeringan menghasilkan penurunan kadar air yang signifikan, dengan berat awal 1 kg menjadi 261 gr setelah pengeringan. Tuning PID menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kestabilan suhu dan kualitas akhir produk cabai kering, serta menjadi solusi dalam mengatasi kendala pengeringan cabai secara konvensional.
Smart Water Control Berbasis Arduino dengan Integrasi Motor Stepper dan Sensor Ultrasonik Tomas , Micko; Illa Aryeni; Aggrivina Dwiharzandis; Zaini, Zaini
Journal of Applied Electrical Engineering Vol. 9 No. 1 (2025): JAEE, June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaee.v9i1.9554

Abstract

Pemborosan air akibat kelalaian mematikan keran sering terjadi di rumah tangga, asrama, dan fasilitas umum. Air yang meluap tidak hanya boros tetapi juga dapat merusak properti. Beberapa penelitian sebelumnya menggunakan sensor level air atau solenoid valve, namun masih memiliki keterbatasan presisi dan fleksibilitas, terutama untuk keran air konvensional. Penelitian ini mengusulkan Smart Water Control berbasis Arduino dengan motor stepper dan sensor ultrasonik untuk solusi lebih presisi dan adaptif. Sistem ini mengintegrasikan motor stepper EM-93 03611 STH-39D172, Arduino UNO, dan sensor Ultrasonik SRF04 untuk memantau ketinggian air. Arduino mengendalikan motor stepper guna memutar keran 90° sebanyak 50 langkah per-siklus secara otomatis dengan buka-tutup berdasarkan data sensor. Kebaruan dari sistem ini terletak pada penggunaan motor stepper untuk keran mekanis konvensional yang memungkinkan kontrol presisi tanpa modifikasi plumbing.
Implementasi Sistem Pemantauan Energi Listrik dan Perbaikan Faktor Daya Berbasis Android dengan MIT App Inventor dan Firebase Andre Rabiula; Dasrinal Tessal; Aldy Pratama; Togi Siholmarito Simarmata; Elsa Lolita Anggraini; Illa Aryeni
Journal of Applied Electrical Engineering Vol. 9 No. 2 (2025): JAEE, December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaee.v9i2.11615

Abstract

As inductive loads like washing machines and water pumps become more common, they utilize more reactive energy and lower the power factor. If the power factor is less than 0,85 PLN, electrical protection devices like MCBs and ELCBs could stop working. To utilize less power, things need to change. Adding a capacitor bank to add reactive power can make the power factor value better. Using the MIT App Inventor and Firebase platforms, this study built an app that lets you keep track of and improve your power factor. The app had an average data latency of 11,20 seconds. After 11 load changes, the average power factor went up from 0,64 (before improvement) to 0,88 (after). So, this method for optimizing power factor helps to get a low power factor up to the right level.