Endah Rita Sulistya Dewi
Program Studi Pendidikan Biologi, FPMIPATI, Universitas PGRI Semarang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cross-border

POTENSI PENGGUNAAN ECOENZIM TERHADAP LINGKUNGAN PADA BIDANG PERTANIAN Ifa A Meilani; Evria Asih; Ema Auliatuzahra; Rizky N Darillia; Kamila N Afifah; Endah Rita Sulistya Dewi; Atip Nurwahyunani
Cross-border Vol. 6 No. 2 (2023): JULI-DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara, yakni 277,43 juta jiwa pada 2023. Meningkatnya jumlah populasi manusia di Indonesia menyebabkan semakin meningkatnya aktivitas manusia yang menyebabkan semakin banyaknya limbah dan sampah padat (limbah organic dan limbah anorganik) yang dihasilkan. Sehingga perlu adanya pengelolaan tehadap limbah-limbah tadi supaya tidak menyebabkan dampak negative bagi lingkungan dan kesehatan rakyat. Salah satu limbah rumah tangga yang banyak ditemukan yaitu limbah kulit buah dan sayur. Penelitian ini di dasarkan pada artikel yang mengkaji tentang pemanfaatan dari eco enzyme terhadap lingkungan pada bidang pertanian . Ecoenzym sendiri sangat berperan dalam bidang pertanian salah satunya dapat di jadikan pupuk. Dari beberapa jurnal yang ditelaah dapat disimpulkan bahwa pada eco-enzym dapat di jadikan sebagai pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat untuk menyiram tanaman dan memperbaiki kualitas buah pada tanaman horti juga dapat mengurangi penggunaaan bahan kimia sintetik yang berpotensi bahaya dalam pengelolahan limbah, sehingga motivasi bagi masyarakat dalam bidang pertanian untuk menyuburkan lahan pertanian mereka tanpa menggunakan pupuk kimiawi yang jika digunakan dalam jangka waktu lama dapat merusak lahan.
UJI DAYA HAMBAT PADA TANAMAN KETAPANG (TERMINALIA CATAPPA L) DAN MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA) TERHADAP MIKROORGANISME PATOGEN Faila Siva Sholechah; Khusna Yurdhika Firdhiani; Lia Risnawati; Windi Putri Firdhiana; Ade Rahma Pertiwi; Endah Rita Sulistya Dewi; Atip Nurwahyunani
Cross-border Vol. 6 No. 2 (2023): JULI-DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman herbal dalam pengobatan telah banyak dikembangan, pemilihan tanaman herbal sebagai obat banyak digunakan karena dirasa lebih aman dibandingkan dengan penggunaan obat-obat sintetik. Pengujian daya hambat pada tanaman herbal menjadi salah satu penelitian yang menarik dalam pengembangan obat-obatan alami. Dalam penelitian ini, dilakukan literature review mengenai uji daya hambat pada tanaman ketapang (Terminalia catappa L) dan manggis (Garcinia mangostana) terhadap mikroorganisme patogen. Pada kajian literatur yang dilakukan ini melibatkan 15 artikel terkait pemanfaatan tanaman ketapang dan manggis dalam kemampuannya menjadi antimikroba. Pada berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ketapang (Terminalia catappa L) dan manggis (Garcinia mangostana) memiliki potensi aktivitas antimikroba yang signifikan terhadap beberapa jenis bakteri dan jamur patogen. Pada kajian literatur yang telah dilakukan, pada tanaman ketapang dan manggis ini dapat melawan bakteri baik bakteri gram-positif dan gram-negatif, serta beberapa jenis jamur. Kemampuan tanaman ketapang dan manggis sebagai antimikroba ini disebabkan oleh kandungan senyawa-senyawa aktif didalamnya seperti tannin, flavonoid, xanthone, dan alkaloid yang mampu mengganggu integritas dinding sel bakteri, menghambat sintesis protein serta merusak aktivitas enzim vital bagi pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Namun, efektivitas daya hambat tanaman ketapang dan manggis ini juga dipengaruhi oleh berbagai hal seperti konsentrasi ekstrak yang digunakan, metode ekstraksi, dan resistensi bakteri terhadap antibiotik konvensional.