Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGALAMAN REMAJA TENTANG PEMBERIAN VAKSINASI COVID -19 DI SMA TUNAS LUHUR KECAMATAN PAITON KABUPATEN PROBOLINGGO Husnul Khotimah; mifta hul jannah; S. Tauriana
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3249

Abstract

Pengalaman dapat diartikan sebagai sesuatu yang pernah dialami, dijalani maupun dirasakan, baik sudah lama maupun yang baru saja terjadi. Imunisasi menggunakan vaksin adalah relatif aman tetapi bukan tanpa efek samping, karena sebagian orang dapat mengalami reaksi setelah imunisasi yang bersifat ringan sampai berat. Gejala KIPI disebabkan karena induksi vaksin seperti reaksi lokal (nyeri, bengkak didaerah suntikan) dan reaksi sistemik seperti demam sudah dapat perkirakan terlebih dahulu karena merupakan reaksi efek samping dan dilihat dari klinis biasanya ringan. Metode penelitian : Penelitian kualitatif dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan fenomonologi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman remaja tentang pemberian vaksin covid-19 di SMA Tunas Luhur Kecamatan Paiton. Sepuluh partisipan dipilih berdasarkan kriteria penelitian dan telah tersaturasi. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisa Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) di pergunakan dalam analisa data. Dua tema teridentifikasi dalam penelitian ini : (1) Respon Fisiologis setelah di vaksin (2) Respon psikologis setelah di vaksin. Respon fisiologis setelah di vaksin terdapat 3 sub tema : (1) Reaksi lokal : Nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan (2) Reaksi Sistemik : Demam, Nyeri otot seluruh tubuh, nyeri sendi, badan lemes sakit kepala. (3) Reaksi Lain. Respon psikologis terdapat 3 subtema yaitu : (1) Gejala reaksi stress akut: peningkatan detak jantung, nafas cepat, mulut kering, berkeringat, kesemutan. (2) Nasovagal : penurunan laju jantung, masalah penglihatan singkop. (3) Gejala disosiatif neurologis : kelemahan otot.  Hasil penelitian di dukung dengan fakta bahwa klien mengalami reaksi setelah di vaksin. Diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengalaman remaja tentang pemberian vaksin di SMA Tunas Luhur Paiton 
Senam Aerobik Low Impact dalam Asuhan Keperawatan Keluarga Ny.A dengan Diagnosa Medis Hipertensi di Dusun Karang Rejo Rw.02/Rt.07 di Desa Pajarakan Kulon Kabupaten Probolinggo Rike Nur Safitri; Ahmad Kholid Fauzi; S. Tauriana
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.74

Abstract

Hipertensi menjadi masalah yang serius yang paling sering terjadi pada kardiovaskuler dan juga sebagai masalah utama di negara maju dan negara berkembang. Hipertensi adalah dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal (140/90 mmHg). Fenomena ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat secara global, sehingga memiliki peranan besar dalam meningkatkan kejadian hipertensi. Tujuan untuk mengetahui Penerapan Senam Aerobik low impact Terhadap Penurunan Hipertensi di desa pajarakan kulon. Metode penelitian menggunakan metode wawancara/anamnese, pemerikasaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Hasil setelah dilakukan intervensi 4x dalam 2 minggu pasien mengatakan sudah tidak merasakan nyeri seperti cekot-cekot di kepala belakang. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan dengan masalah keperawatan Nyeri Akut (D. 0077) teratasi sebagian ditandai dengan klien mengatakan bahwa nyeri dibagian belakang berkurang dan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.
Penerapan Terapi Relaksasi Autogenik untuk Mengurangi Cemas pada Pasien Pre OP dengan Kolelitiasis di Ruang Rawat Inap Tulip Lantai 2 Nurul Hasanah; Husnul Khotimah; S. Tauriana
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.84

Abstract

Batu empedu sering terjadi di saluran empedu, sebagian besar batu empedu berasal dari endapan kolestrol yang mengeras menjadi bentukan batu, dan Kondisi tersebut terkadang tidak menimbulkan gejala atau asimptomatik. Cemas suatu keadaan emosi dan pengalaman yang subjektif, objek yang kurang jelas dan biasanya dimanifestasikan dengan perasaan yang tidak nyaman, perasaan yang tidak siap, tidak tenang dan merasa terancam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Penerapan intervensi terapi autogenik untuk mengurangi cemas pada pasien pre op dengan kolelitiasis di ruang rawat inap tulip lantai 2. Metode: teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pendekomentasian, pelaksanaan pemberian terapi autogenik untuk mengurangi cemas pada pasien pre op dengan kolelitiasis. Hasil: setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan terapi relaksasi autogenik pada kasus kecemasan pasien pre op terdapat hasil dapat menurunkan kecemasan dengan skala HARS 10 (ringan). Kesimpulan: melihat dari hasil kasus laporan ini, maka penerapan terapi relaksasi autogenik efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre op dengan kolelitiasis.
Penerapan Terapi Relaksasi Benson Mengontrol Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Ny “B” Penderita Diabetes Melitus Desy Ayu Indriani; Vivin Nur Hafifah; S. Tauriana
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.86

Abstract

Semakin bertambahnya usia semakin berkurangnya fungsi-fungsi biologis, psikologis dan sosial pada lansia. Meningkatnya risiko diabetes mellitus seiring dengan bertambahnya usia dikaitkan dengan terjadinya penurunan fungsi tubuh. Salah satu pemicu meningkatnya kadar gula dalam darah terutama pada lansia ialah faktor stress. Manajemen stress penting bagi kesehatan apalagi jika menderita penyakit diabetes. karena tubuh dalam keadaan stres akan menghasilkan hormone stress atau kortisol yang mengakibatkan peningkatan detak jantung dan kecepatan pernafasan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan terapi relaksasi benson terhadap control ketidakstabilan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode: laporan kasus ini menggunakan desain dekstriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek laporan kasus adalah seorang lansia dengan kasus diabetes mellitus. Hasil: Analisa data menunjukkan diagnosis keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Pemberian terapi relaksasi benson adalah salah satu inervensi yang bisa diterapkan untuk mengontrol kadar glukosa darah pada lansia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi yang disapat dari asuhan keperawatan bahwasanya terapi relaksasi benson efektif mengontrol kadar gula dalam darah pada lansia.
Penerapan Pemberian Aromaterapi Lavender pada Ny “S” dalam Pemenuhan Istirahat Tidur Afifatur Rizqiyah; Vivin Nur Hafifah; S. Tauriana
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.89

Abstract

Lansia menjadi salah satu angka terbanyak penderita hipertensi menurut laporan nasional Riskesdas 2018. Hal ini disebabkan karna perubahan srtuktur pembuluh darah sehingga terjadi penyempitan luman, pembuluh darah menjadi kaku, elastisitasnya berkurang sehingga meningkatkan tekanan darah tinggi. Gejala yang biasa dirasakan penderita hipertensi seperti sakit kepala, jantung berdebar, mudah lelah, susah tidur dll. Gangguan pola tidur penderita hipertensi bisa menyebabkan peningkatan hormone kortisol sehingga tekanan darah tidak stabil hingga dapat menyebabkan komlikasi dan dapat mengganggu kualitas hidup pasien. Aroma lavender memiliki kandungan linalool sebanyak 35% dan linalylasetat sebanyak 51% yang memiliki efek sedative dan narkotik yang bermanfaat untuk menurunkan keluhan sulit tidur. Beberapa minyak esensial yang sudah diteliti ternyata efektif sebagai sedatif penenang ringan yang berfungsi menenangkan sistem saraf pusat yang dapat membantu mengatasi insomnia terutapa diakibatkan oleh stress, gelisah dan depresi. Tujuan: Untuk mengetahui keefektifan pemberian aromaterapi lavender dalam pemenuhan istirahat tidur pada penderita hipertensi. Metode: Menggunakan asuhan keperawatan yang dilakukan selama 3x24 jam pada Ny S. Hasil: setelah dilakukan intervensi keperawaran selama 3x24 jam dihasilkan terdapat keefektifan pemberian aromaterapi lavender pada penderita pada Ny S dengan keluhan sulit tidur menurun, dan keluhan sering terjaga menurun.
Penerapan Mengkonsumsi Pangan Umbi Jalar Sebagai Intervensi dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Eko Budiawan; Vivin Nur Hafifah; S. Tauriana
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.110

Abstract

Penyakit hipertensi masih menjadi penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Umbi jalar ungu sangat bermanfaat pada hipertensi karena umbi jalar ungu mengandung antioksidan, vitamin B, Kalium, fasfor, kalsium dan magnesium pada umbi jalar. Tujuan: Penelitian Ini bertujuan untuk mengidentifikasi Penerapan Mengkonsumsi Pangan Umbi Jalar Sebagai Intervensi Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Metode: Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pendokumentasian. Pelaksanaan mengkonsumsi agar-agar umbi jalar ungu untuk mengontrol tekanan darah yang berlebihan. Hasil: Analisa data menunjukkan diagnosa nyeri akut. Berkolaborasi pemberian obat alternatif adalah salah satu intervensi yang bisa diterapkan untuk mengontrol tekanan darah yang berlebihan. Kesimpulan: Evaluasi berdasarkan hasil yang didapatkan dari asuhan keperawatan bahwa mengkonsumsi agar- agar umbi ungu dapat mengontrol tekanan darah yang berlebihan.
Determinants of Older Adults’ Compliance with Community-Based Elderly Health Post Programs: A Cross-Sectional Study Sri Astutik Andayani; S. Tauriana; Agung Prasetyo Nugroho
Genius Journal of Nursing Vol. 2 No. 1 (2026): Nursing Education, Emergency Preparedness, and Community Health Practice
Publisher : Genius Publishing (CV. Gerbang Ilmu Nusantara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66763/gjn.v2i1.34

Abstract

Background: Community-based elderly health post programs support preventive care and health monitoring for older adults. However, their effectiveness depends on older adults’ compliance with scheduled activities.Objectives: This study aimed to analyze the determinants of older adults’ compliance with community-based elderly health post programs.Methods: This cross-sectional study included 152 older adults selected using total sampling. Data were collected using structured questionnaires on age, educational level, knowledge, family support, social support, and compliance. Data were analyzed using descriptive statistics, bivariate tests, and binary logistic regression.Results: More than half of the respondents were non-compliant with elderly health post programs (55.9%). Bivariate analysis showed that age, educational level, knowledge, family support, and social support were significantly associated with compliance. In the multivariate model, knowledge emerged as the dominant determinant of compliance (AOR = 29.641; 95% CI = 2.140–410.493; p = 0.011). Social support and age also remained significantly associated with compliance.Conclusions: Knowledge was the strongest determinant of older adults’ compliance with community-based elderly health post programs. Strengthening health education, repeated counselling, and social support from families, cadres, and health workers may improve older adults’ participation and continuity of care.
Studi Fenomenologi: Pengalaman Perawat Dalam Penggunaan APD Untuk Pencegahan Infection Control di Ruang IGD RS Rizani Paiton Probolinggo Husnul khotimah; S. Tauriana; Fatilah
Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/ja.v2i02.497

Abstract

Introduction: Personal Protective Equipment (PPE) is a set of safety equipment used by workers to protect all or part of their body from possible exposure to potential hazards in the work environment for accidents and work-related diseases. A nurse in providing health services to patients must have good knowledge and attitudes regarding the use of PPE in every provision of health services to patients. Compliance with the health and safety behavior of nurses in hospitals is very important, because even the smallest actions of nurses can pose a risk to nurses and patients. Research Method: This research uses a qualitative method with a phonomenological approach, which aims to describe, interpret and analyze data in depth regarding the Phenomenological Study: Nurses' Experiences in Using PPE to Prevent Infection Control in the Emergency Room at Rizani Paiton Hospital, Probolinggo. Six participants were selected based on research criteria and were saturated. Data was collected by in-depth interviews and observation. Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) analysis was used in data analysis. Three themes were identified in this research: (1) experience of using PPE among nurses (2) Prevention and treatment of infections in hospitals (3) Nurse compliance. The research results are supported by the fact that clients use PPE well. It was concluded that there was experience of nurses in using PPE to prevent infection control. The conclusion is that there is a relationship between nurses' compliance in using PPE in the hospital environment.
Effect of Diabetic Foot Exercise on Foot Sensitivity and Blood Glucose Levels among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus: A Quasi-Experimental Study in Primary Health Care Vidia Khoirun Nisak; Handono Fatkhur Rahman; S. Tauriana
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v7i1.14496

Abstract

Background: Diabetic neuropathy and poor glycemic control remain major complications among patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM), contributing to decreased foot sensitivity and increased risk of diabetic foot ulcers. Non-pharmacological interventions, such as diabetic foot exercises, are considered effective strategies to improve peripheral circulation and glycemic control. However, evidence regarding their effectiveness in primary health care settings remains limited. Objective: This study aimed to analyze the effect of diabetic foot exercise on foot sensitivity and blood glucose levels among patients with type 2 diabetes mellitus. Methods: A quantitative quasi-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted at Wangkal Community Health Center. The population consisted of 54 patients with T2DM, and 29 respondents were selected using total sampling based on inclusion criteria. Data on foot sensitivity were measured using a monofilament test, while blood glucose levels were assessed using a glucometer. Respondents participated in a structured diabetic foot exercise program for three consecutive days. Data were analyzed using the Paired t-test with a significance level of p < 0.05. Results: The findings showed a significant improvement in foot sensitivity after the intervention, with the mean score increasing from 10.52 to 14.72. In addition, the average blood glucose level decreased from 233.38 mg/dL to 195.03 mg/dL after the intervention. Statistical analysis indicated that diabetic foot exercise had a significant effect on improving foot sensitivity and reducing blood glucose levels (p = 0.000). Conclusion: Diabetic foot exercise is an effective non-pharmacological intervention to improve foot sensitivity and reduce blood glucose levels among patients with type 2 diabetes mellitus. The implementation of regular diabetic foot exercise is recommended as part of nursing interventions and community-based diabetes management in primary health care settings
Effectiveness of Lavender Aromatherapy for Sleep Disorders in Older Adults: A Systematic Review Mohammad Alfian Faisol Mustaqim; Setyo Adi Nugroho; S. Tauriana
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v7i1.14537

Abstract

Sleep disorders among older adults are a growing global health concern that negatively affect physical health, psychological well-being, and quality of life. Non-pharmacological interventions are increasingly recommended due to the risks associated with long-term use of sleep medications in elderly populations. Lavender aromatherapy has emerged as a complementary therapy with potential benefits for improving sleep quality and reducing insomnia. This study aims to identify and analyze the effectiveness of lavender aromatherapy as a complementary intervention for managing sleep disorders in older adults. A systematic review design was employed using the PRISMA framework to identify relevant studies published between 2020 and 2025. Literature searches were conducted through Google Scholar, ScienceDirect, and Portal Garuda databases using predefined keywords and inclusion criteria based on the PICOS framework. Seven eligible studies were included and analyzed narratively to evaluate intervention methods, duration, and outcomes related to sleep quality and insomnia severity. The findings indicate that lavender aromatherapy, either as a single intervention or combined with therapies such as music, acupressure, or massage, consistently improves sleep quality and reduces insomnia symptoms among older adults. The therapy is safe, cost-effective, and easily implemented in community and clinical settings. Overall, lavender aromatherapy is a promising complementary intervention that can be integrated into holistic geriatric and nursing care to support healthy aging and improve quality of life. Keywords: aromatherapy; complementary therapy; elderly; insomnia; lavender; sleep quality.