Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) SEBAGAI UPAYA MOTIVASI MENYUSUI SECARA EKLUSIF PADA IBU HAMIL Rina Nursanti; Suprida Suprida; Eprila Eprila; Wilma Wilma
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v5i1.1678

Abstract

Di Indonesia saat ini cakupan pemberian ASI eksklusif masih jauh dari target 80% cakupan ASI esklusif Dinas Kesehatan tahun 2018 60.7%, sedangkan target Dinas Kesehatan kota Palembang 76.5%. ASI merupakan makanan utama bagi bayi baru lahir sampai enam bulan pertama kehidupan. ASI eksklusif diartikan pemberian ASI saja kepada bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain kecuali obat, vitamin dan mineral. Motivasi menyusui kepada ibu hamil dalam pemberian ASI sangat diperlukan. Motivasi ibu untuk menyusui bayinya menjadi stimulasi terproduksinya ASI, sehingga hanya ASI yang diberikan ibu kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupan. Keberhasilan menyusui berpengaruh dari tingkat pengetahuan yang dimiliki ibu. Diharapkan dengan memberikan dukungan kepada ibu hamil melalui peningkatan pengetahuan dan motivasi menyusui ibu akan memberikan ASI kepada bayinya sebagai upaya mendukung masa 1000 hari kehidupan. Tujuan dari kegiatan ini terlaksananya pendidikan kesehatan mengenai motivasi menyusui oleh ibu hamil melalui pendidikan kesehatan. Metode pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat ini adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Jumlah peserta yang hadir dalam pelatihan ini berjumlah 9 orang ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC di BPM Husniyati. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dengan membandingkan hasil kuesioner pre test dan post test. Kesimpulan ada peningkatan motivasi dalam menyusui ibu hamil sebelum dan sesudah mengikuti pendidikan kesehatan.
The Effect of Endorphin Massage on Pain Intensity in the First Stage of the Active Phase of Labor at BPM Husniyati and BPM Yuhana Palembang Fitria Resmi; Suprida; Rohaya; Desy Setiawati; Rina Nursanti
International Journal of Educational and Life Sciences Vol. 2 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijels.v2i11.2685

Abstract

Pain in labor is a subjective experience of physical sensations associated with uterine contractions, cervical dilation and effacement, and fetal descent during labor. To determine the effect of endorphin massage on pain intensity during the first active phase of labor at BPM Husniyati and BPM Yuhana Palembang This research uses a pre-experimental research method, with the design used is one group pre-test post-test. In this design, there was no control group, but an assessment was carried out before and after treatment was given. In this study, mothers in labor underwent pain measurements before and after being given endorphin massage to reduce labor pain. The results of the difference in pain were seen to see whether there was a decrease in labor pain before and after giving endorphin massage. This research was conducted at BPM Husniyati and BPM Yuhana Palembang in February-June 2018. The sampling technique in this study was purposive sampling, where sampling was based on criteria. As previously known, the sample size for simple experimental research using treatment groups is 30-500 samples. The sample taken in this study consisted of 30 respondents who were taken based on the number of mothers giving birth who met the inclusion criteria. research result for data before endorphin massage. Meanwhile, for the data after endorphin massage, the p value = 0.011. Because the p value <0.05, it can be concluded that the data distribution is not normal and further analysis uses the Wicoxon test. Conclusion The proportion of respondents who experienced severe pain intensity (7-9) before endorphin massage was 19 respondents (63.4%).