Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESESUAIAN KAWASAN TERMINAL TIRTONADI TERHADAP KONSEP TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) Candraningratri Ekaputri Widodo; Syifa Maulidya; Annisa Dyan Septyana; Rifda Asyifah Syandana; Arfilia Dwiyanti; Aditya Wahyu Hidayat; Almadea Cherish Anissa
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi Vol 4 No 1 (2023): Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/pranatacara_bhumandala.v4i1.3650

Abstract

Abstract The concept of Transit Oriented Development (TOD) is starting to bloom in a number of cities in Indonesia because it is considered as one of the possible solutions to urban transportation problems through maximizing land use with a transportation system that supports sustainable life. One of the areas in Surakarta City designated by the Ministry of Transportation to be a pilot project in implementing the TOD concept is Tirtonadi Terminal area. Tirtonadi Terminal is one of the main entrances to Surakarta City as the center for the development of Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolalu, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogori, Sragen, Klaten) regional area. This study aims to see the suitability of Tirtonadi Terminal area with the TOD concept. The method used is suitability scoring on the variables which are translated into several indicators and subindicators. The results of scoring calculations for each variable are classified using the Guttman scale. Based on the scoring results, a score of 4.23 or 52.89% is obtained with values for the variables of walk (0.33), cycle (0), connect (1), transit (1), mix (0.8), densify (0), compact (0.6), shift (0.5). Thus, it can be concluded that the implementation of the TOD concept in Tirtonadi Terminal area is appropriate but requires attention, particularly on variables of cycle and densify that are scored zero in the area. Keywords: Compatibility, Surakarta City, Tirtonadi Terminal, TOD Abstrak Konsep Transit Oriented Development (TOD) atau pembangunan yang berorientasi transit mulai marak direncanakan di sejumlah kawasan perkotaan di Indonesia karena dianggap dapat menjadi salah satu solusi permasalahan transportasi perkotaan melalui optimalisasi guna lahan dengan sistem transportasi yang mendukung kehidupan yang berkelanjutan. Salah satu kawasan di Kota Surakarta yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan untuk menjadi pilot project penerapan konsep TOD yaitu kawasan Terminal Tirtonadi. Terminal Tirtonadi merupakan salah satu pintu masuk utama menuju Kota Surakarta yang merupakan pusat pengembangan wilayah regional Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolalu, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogori, Sragen, Klaten). Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian kawasan Terminal Tirtonadi terhadap konsep TOD. Metode yang digunakan yaitu skoring kesesuaian pada variabel yang dijabarkan menjadi beberapa indikator dan subindikator. Hasil perhitungan skoring dari setiap variabel diklasifikasikan menggunakan skala Guttman. Berdasarkan hasil skoring, didapatkan angka 4,23 atau 52,89% dengan nilai pada variabel walk atau berjalan kaki (0,33), cycle atau bersepeda (0), connect atau menghubungkan (1), transit atau angkutan umum (1), mix atau mencampurkan (0,8), densify atau memadatkan (0), compact atau merapatkan (0,6), dan shift atau beralih (0,5). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa implementasi konsep TOD di Kawasan Terminal Tirtonadi masih memerlukan perhatian, khususnya pada variabel cycle dan densify yang masih bernilai nol di kawasan. Kata Kunci: Kesesuaian, Kota Surakarta, TOD, Terminal Tirtonadi
Analisis Faktor Pemilihan Lokasi Perumahan Peri-Urban Bagian Selatan Kota Semarang (Studi Kasus: Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang) Rifda Asyifah Syandana; Lintang Suminar; Kusumastuti Kusumastuti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.91004.26-38

Abstract

Urbanisasi menyebabkan Kota Semarang berkembang pesat dan mengalami pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan adanya peningkatan kebutuhan ruang untuk kegiatan di dalam kota. Adanya keterbatasan lahan di Kota Semarang tidak dapat mengakomodasi kebutuhan ruang sehingga menyebabkan adanya perluasan perkembangan perkotaan ke wilayah pinggiran kota atau wilayah peri-urban. Wilayah peri-urban Kota Semarang, yakni Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran Timur mengalami perubahan guna lahan, khususnya menjadi lahan permukiman, sebagai akibat dari perluasan perkembangan perkotaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan lokasi perumahan peri-urban bagian selatan Kota Semarang. Dari hasil penelitian, didapatkan 4 kelompok faktor dengan 8 faktor di dalamnya. Keempat kelompok faktor tersebut, yakni: 1) aksesibilitas dan sarana prasarana, yang terdiri dari faktor kemudahan mengakses transportasi, jarak menuju pusat kota, dan ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana penunjang; 2) kenyamanan lingkungan, yang terdiri dari faktor tingkat kerawanan bencana dan kenyamanan lingkungan; 3) keamanan dan legalitas, yang terdiri dari faktor tingkat keamanan dan legalitas pendirian rumah; dan 4) harga beli rumah.