Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN SOFTSKILL PENGGUNAAN UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) PADA MAHASISWA PECINTA ALAM UNIVERSITAS NUSA CENDANA Fadlan Pramatana; I G. B. Adwita Arsa; Nixon Rammang; Halena Meldy Asa; Yusratul Aini; Gustaf Ridolof Saudila; Fiqul El Khoir; F. X. D. Ari Sasongko; Ahmada Yudi Surya; Ape Didex Nino
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15852

Abstract

Di era modern (era industri 4.0), drone atau pesawat udara tanpa awak (PUTA) menjadi salah satu peralatan yang dapat digunakan untuk menunjang berbagai aktifitas, diantaranya bidang fotografi, videografi, promosi, dan juga ilmu pengetahuan pada berbagai bidang keilmuan. Penggunaan teknologi drone memiliki berbagai macam kelebihan yang tidak dimiliki oleh peralatan lainnya, yaitu efisiensi waktu, fleksibilitas, dan mampu melakukan pemotretan kondisi lahan secara aktual dengan resolusi yang sangat tinggi. Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa yang berfungsi sebagai sarana pengembangan pribadi, sosialisasi, dan kesadaran akan lingkungan. Kelompok pecinta alam mengisi kegiatannya dengan melakukan kegiatan di alam bebas yang bersifat sosial serta pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, dukungan keahlian penggunaan teknologi drone akan sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keahlian pendukung dalam pemanfaatan teknologi berupa penggunaan dan pengoperasian drone pada MAPALA Undana. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyampaian langsung untuk menjelaskan materi regulasi, pengertian dan jenis-jenis drone, bagian-bagian drone, prosedur persiapan penerbangan drone, serta menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada murid (student centered learning) dengan menggunakan media simulator penggunaan drone. Sasaran program mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan aktif dan komunikatif dikarenakan materi yang disampaikan merupakan hal yang baru bagi mereka. Penyampaian materi didukung oleh media berupa wahana drone secara langsung yang diperkenalkan kepada sasaran program dengan diakhiri oleh praktik penggunaan dan pengoperasian drone dengan tampilan nyata dari simulator.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seksual Remaja Pada Siswa–Siswi Kelas XII SMA Negeri 2 Kefamenanu Ni Wayan Ruci Radha Ningsih; Gottfrieda Patiencia Taeng-Ob Adang; Halena Meldy Asa; Arley Sadra Telussa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia transisi menuju dewasa yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko apabila tidak memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang memadai. Kurangnya pemahaman mengenai anatomi reproduksi, kontrasepsi, dan Infeksi Menular Seksual (IMS) dapat memengaruhi perilaku seksual remaja. SMA Negeri 2 Kefamenanu menjadi lokasi penelitian untuk menilai hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja pada siswa- siswi kelas XII SMA Negeri 2 Kefamenanu. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross- sectional. Sampel terdiri dari 257 siswa-siswi kelas XII yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi tinggi (89,9%). Sebanyak 84,4% responden memiliki perilaku seksual tidak berisiko. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja. penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja. Semakin tinggi pengetahuan kesehatan reproduksi, semakin rendah kecenderungan remaja melakukan perilaku seksual berisiko. Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.