Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN SKRINING KAKI PADA PASIEN DIABETES BAGI TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS SEKBAN DAN FAKFAK TENGAH Bahtiar Yusuf; Isra Nur Utami S. Potabuga; Yuliati Yuliati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16039

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan endokrin yang ditandai dengan hipergllikemia yang penyebabnya sangat bervariasi. Prevalensi DM yang kian meningkat secara global maupun di Indonesia. Diabetes yang lama dapat menyebabkan berbagai komplikasi diantaranya neuropati dengan resiko tinggi menyebabkan luka kaki diabetik (LKD) yang dapat berujung amputasi. Deteksi pasien DM yang mengalami neuropati dapat dilakukan dengan metode Ipswich Touch Tes (IpTT). Tujuan penelitian yaitu untuk melakukan pelatihan scrining kaki pasien yang mengalami diabetes sesuai dengan SOP bagi tenaga Kesehatan. Metodologi: Metode penelitian tindakan ini dengan menginterpretasikan dan menjelaskan prosedur pemeriksaan kaki diabetes tehnik IpTT yang dilakukan pada tanggal 29 Maret dan 13 Mei 2023. Pemaparan materi pelatihan dan praktik pemeriksaan sensasi kaki dengan metode IpTT bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Sekban dan Puskesmas Fakfak Tengah dengan jumlah partisipan 43 orang. Kriteria partisipan yaitu tenaga Kesehatan (Perawat, Bidan, Dokter, Kesmas) yang bersedia mengikuti sampai selesai. Questionare online dan manual digunakan dalam kegiatan ini. Data dianalisis dengan Uji Statistik SPSS 25 Pairet Sampel T-Test pre dan post penelitian. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai p value 0.001, peningkatan skor rerata yaitu 13. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pelatihan scrining kaki pada pasien diabetes.
Skrining Ipswich Touch Test (IpTT) terhadap Risiko Diabetik Foot Ulcer (DFU) Pasien DM Tipe 2 Bahtiar Yusuf; Butet Agustarika; Santoso Budi Rohayu; Yasni La Harsani; Ketut Wahyudi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52389

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyebab utama amputasi kaki non-traumatik, di mana sekitar 85% kasus diawali oleh Diabetic Foot Ulcer (DFU). Deteksi dini gangguan persarafan perifer penting dilakukan untuk mencegah komplikasi tersebut. Salah satu metode skrining yang sederhana dan efektif adalah Ipswich Touch Test (IpTT), yang menilai sensibilitas sensorik melalui sentuhan ringan untuk mengidentifikasi risiko neuropati pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pasien DM tipe 2 yang berisiko mengalami DFU menggunakan IpTT. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei analitik melibatkan 40 responden. Pemeriksaan IpTT dilakukan oleh peneliti menggunakan lembar observasi standar, dan kadar glukosa darah sewaktu diukur dengan Autocheck. Data dianalisis secara univariat menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 19–59 tahun (72,5%) dengan rata-rata usia 53 tahun dan didominasi perempuan (65%). Faktor risiko yang ditemukan meliputi kolesterol tinggi (35%), hipertensi (32,5%), overweight (50%), dan obesitas (15%). Sebanyak 57,5% responden mengalami hiperglikemia. Hasil IpTT menunjukkan 85% normal, 2,5% risiko rendah, dan 7,5% risiko tinggi. Keluhan yang sering muncul adalah kebas/ kesemutan (65%), rasa terbakar/nyeri (17,5%), dan baal (27,5%); 15% memiliki luka kaki. Lama menderita DM didominasi 1–5 tahun (62,5%). Kejadian neuropati perifer sebesar 7,5%, sehingga skrining IpTT direkomendasikan untuk deteksi dini komplikasi neuropati diabetik.
MATERNAL DETERMINANTS OF NEONATAL ANTHROPOMETRY AFTER OXYTOCIN-ASSISTED VAGINAL BIRTHS Bahtiar Yusuf; Butet Agustarika; Lukman Lukman; Yuliati Yuliati
Nursing Arts Vol. 20 No. 1 (2026): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v20i1.236

Abstract

Karakteristik reproduksi maternal dapat memengaruhi luaran antropometri neonatal, namun bukti pada persalinan pervaginam dengan bantuan oksitosin di layanan kesehatan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik reproduksi maternal dengan luaran antropometri neonatal di Puskesmas Maros Baru. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional retrospektif melibatkan 94 pasangan ibu-neonatus menggunakan total sampling. Variabel maternal meliputi usia, gravida, paritas, riwayat abortus, dan usia kehamilan, sedangkan luaran neonatal meliputi berat lahir, panjang badan, dan lingkar kepala. Analisis menggunakan uji Spearman dan regresi linear multivariat. Hasil menunjukkan hanya usia ibu yang berkorelasi negatif lemah dengan berat lahir (r = −0,211; p = 0,041), sedangkan karakteristik reproduksi lainnya tidak berhubungan signifikan. Karakteristik reproduksi maternal memiliki nilai prediksi yang terbatas terhadap luaran antropometri neonatal.