Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ABDIMAS

PENGABDIAN MASYARAKAT: MENGENAL FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA STROKE DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI tri wahyuni; Rts Netisa Martawinarti
ABDIMAS Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v1i1.14

Abstract

Stroke adalah penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan gangguan fungsi otak karena adanya kerusakan atau kematian jaringan otak akibat berkurang atau tersumbatnya aliran darah dan oksigen ke otak. Tujuan pengabdain masyarakat ini untuk memberikan informasi serta pemahaman mengenai factor-faktor penyebab stroke dan upaya preventif terhadap bahaya stroke sehingga meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar di lokasi rumah ketua RT di kelurahan murni wilayah kerja puskesmas Putri Ayu dengan total peserta 30 orang terdiri dari Guru, karyawan, pedagang dan ibu rumah tangga. Metode yang digunakan adalah ceramah, pemeriksaan tekanan darah, diskusi dan evaluasi. Hasil menunjukan Peningkatan pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat menuju pola hidup yang sehat dan yang tak kalah penting adalah peserta edukasi dapat menularkan ilmu yang di dapat tentang faktor-faktor pencegahan penyakit stroke Sedini Mungkin ke masyarakat sekitar, dan leaflet yang sudah mereka terima untuk di tularkan ilmunya bagi lingkungan sekitarnya. Kata Kunci : Edukasi Stroke, Faktor Penyebab Stroke, Pengabdian Masyarakat
EDUKASI KESEHATAN RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN TINGKAT STRES PADA SISWA/SISWI SMK KESEHATAN BAITURRAHIM JAMBI Wahyuni, Tri; Tri Andini, Febri; Netisa Martawinarti, Rts; Oktaria, Rina; Suryati, Suryati
ABDIMAS Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v2i1.21

Abstract

Latar Belakang : Stres adalah respons tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan tubuh yang mengganggu, suata fenomena universal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari. Teknik relaksasi nafas dalam merupakan intervensi mandiri keperawatan dimana perawat mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan nafas dalam (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan. Selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi nafas dalam juga dapat meningkatkkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Tujuan : kegiatan Edukasi Kesehatan relaksasi nafas dalam Untuk Menurunkan Tingkat Depresi Pada Remaja di SMK Baiturrahim Jambi Metode : kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancer di SMK Baiturrahin Jambi dengan total peserta 18 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah , diskusi dan demonstrasi. Hasil : Menunjukkan peningkatan pengetahuan pada siswa dan siswi bagaimana mengatasi stress yang mereka hadapi. Siswa dan siswi juga dapat menerapkan kepada orang lain bagaimana melakukan tekhnik relaksasi napas dalam untuk menurunkan tingkat stress. Kesimpulan : Hasil kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi serta pemahaman mengenai upaya preventif terhadap bahaya stres pada remaja sehingga meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesehatan. Stres biasanya untuk meredakan atau menyembuhkannya penderita stress salah satunya dengan Tarik nafas dalam. Kata kunci : Stres , Tekhnik relaksasi napas dalam, Pengabdian masyarakat
PENYULUHAN EDUKASI TANDA-TANDA DEHIDRASI PADA ANAK DENGAN DIARE Martawinarti, Rts Netisa; Oktaria, Rina; Tri Andini, Febri; Wahyuni, Tri
ABDIMAS Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v1i2.25

Abstract

Background: Diarrhea is still a public health problem in developing countries like Indonesia. Mortality studies and basic health research from year to year show that diarrhea is still the main cause of death for children under five in Indonesia. Purpose: Increase public knowledge about the signs of dehydration in children with diarrhea. Method: This education is carried out using a lecture method based on interactive communication. The audience was 25 mothers who had children under five. Pre- and post-test questionnaires were used to evaluate participants' knowledge of diarrhea. Results: before being educated, the pre-test results showed that 64% of participants had fairly good knowledge, and after being given education, participants experienced an increase in knowledge with post-test results of 96%. Conclusion: Health education or education can increase the knowledge of mothers who have toddlers about diarrhea and can be a reference for mothers in taking a stance when their child experiences diarrhea at home.
EDUKASI KESEHATAN DAN PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA MASYARAKAT DI DESA LEMPUR KABUPATEN KERINCI Erwinsyah, Erwinsyah; Wahyuni, Tri; Samsinar, Samsinar; Asmeriyani, Asmeriyani; Dormina, Dormina
ABDIMAS Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v2i1.38

Abstract

An emergency is a life-threatening situation that must be taken immediately to avoiddisability or even death of the victim. The success of assistance to emergency sufferers is verydependent on the speed and accuracy in carrying out the initial assessment which will determine theform of assistance that will be given to the patient.Objective: health education activities and basic life support (BHD) training for the community inLempur village, Kerinci districtMethod: community service activities ran smoothly in Lempur Village with a total of 10 participants.The methods used are lectures, discussions and demonstrations.Results: Shows an increase in knowledge about basic life support in the Lempur Village community inKerinci Regency. It can be stated that during the activity the participants were very enthusiastic. Thiscan be seen from the number of participants who asked questions and paid attention to the informationprovided. At the end of this outreach, the community monitored the behavior of participants in basiclife support outreach in the Lempur Village community, Kerinci Regency.Conclusion: After being given health education and practical work on basic life support, the people ofLempur Village already know the procedures for providing basic life support to help victims who experience cardiac arrest and airway obstruction. where the people of Lempur Village are willing tofollow good basic life support methods provided by material and practicum providers