Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDY OF GROUND FAULT PROTECTION SYSTEM IN THE MEDIUM VOLTAGE PANEL OF THE MAIN POWERHOUSE AT THE AIRPORT Muhammad Zaky Isdy; Tamal Basak; Fadhilla Nina
Journal of Airport Engineering Technology (JAET) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Airport Engineering Technology (JAET)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52989/jaet.v3i2.103

Abstract

The protection system is a system for securing electrical equipment caused by abnormal conditions such as short circuits (phase contact with the ground), human error, and others and detecting disturbances that occur and overcoming these disturbances in a short time. The ground fault protection system has not been activated at Juanda Airport Surabaya. This research aims to avoid problems that cause ground faults that spread throughout the MV. The Medium Voltage (MV) panel ground fault protection system used by the Main Power House (MPH), namely MPH M-03, for voltage distribution to Air Field Lighting (AFL) substation Airport Operation Building (AOB) substation, and Pump House 4 (PH 4) has not been activated. This study assesses the impact of activating the ground fault protection system for the MV MPH M-03 panel using the SEPAM protection relay. The research method is an exploratory study of the ground fault protection system in the M-03 main powerhouse medium voltage panel. The results showed that using a ground fault protection system for the MV MPH M-03 panel using the SEPAM protection relay is safer due to the ground fault indicator on the equipment. The Ground Fault panel helps protect electrical equipment and supplies from damage caused by ground faults. Quickly shutting off power in the event of a fault prevents excessive current flow that can damage or destroy sensitive equipment. This benefit is significant in industrial environments or areas with valuable equipment where downtime and repairs can be costly. The conclusion is that these systems should be used for safety in voltage transmission and distribution operations. Activating the ground fault protection system, operational safety at Juanda Airport Surabaya will be guaranteed, and it will be safer for the MV panel equipment and safety for the technicians working.
Analisis Intensitas Cahaya Floodlight di Bandar Udara Cakrabhuwana Cirebon Mochamad Rizqi Nur Wahyudi; Suse Lamtiar Simbolon; Muhammad Zaky Isdy
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9106

Abstract

Sistem pencahayaan flood light pada apron diperlukan untuk mendukung visibilitas dan keselamatan kegiatan operasional pada malam hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat iluminansi horizontal, keseragaman, dan distribusi pencahayaan flood light pada apron Bandar Udara Cakrabhuwana Cirebon serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap standar yang berlaku. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengukuran langsung menggunakan lux meter pada 150 titik berbasis grid. Prosedur pengukuran mengacu pada (SNI 7062, 2019), sedangkan evaluasi pencahayaan mengacu pada PR 8 Tahun (2022). Hasil pengukuran lapangan menunjukkan iluminansi rata-rata (Eavg) sebesar 3,96 lux, iluminansi minimum (Emin) sebesar 0 lux, iluminansi maksimum (Emax) sebesar 35 lux, dan uniformity (U0) sebesar 0. Hasil tersebut masih berada di bawah acuan iluminansi horizontal rata-rata sekurang-kurangnya 20 lux dan persyaratan uniformity 0,25 yang ekuivalen dengan perbandingan 1:4. Sebagai validasi pendukung, kondisi eksisting disimulasikan menggunakan DIALux evo dengan armatur substitusi BVP153 G3 LED200 CW 200W karena data fotometrik IES/LDT lampu Krisbow 200 W yang terpasang tidak tersedia. Hasil simulasi menunjukkan Eavg sebesar 3,07 lux, Emin sebesar 0,23 lux, Emax sebesar 36,9 lux, dan U0 sebesar 0,075. Meskipun terdapat perbedaan numerik, hasil simulasi memberikan arah evaluasi yang sama dengan pengukuran lapangan, yaitu tingkat iluminansi rata-rata dan keseragaman pencahayaan eksisting belum memenuhi acuan yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan kondisi lampu dan armatur, pembersihan, evaluasi arah penyinaran (aiming), serta pengukuran ulang setelah tindakan perbaikan dilakukan.
Rancangan Pemasangan Medium Approach Lighting System pada Runway 33 di Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya Arya Reistu Pradipta; Feti Fatonah; Muhammad Zaky Isdy
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9128

Abstract

Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya merupakan bandar udara kategori Non Precision Approach yang pada Runway 33 saat ini hanya dilengkapi Runway Threshold Identification Light (RTIL). Kondisi tersebut belum memberikan panduan visual yang optimal bagi pilot, terutama saat jarak pandang menurun akibat kabut dan curah hujan tinggi. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan operasi penerbangan melalui perancangan Medium Approach Lighting System (MALS) pada Runway 33. Tujuan penelitian adalah menghasilkan rancangan MALS yang sesuai dengan ketentuan teknis dan kondisi eksisting Bandar Udara Wiriadinata. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Tingkat 1 karena penelitian berfokus pada pengembangan produk berupa rancangan tanpa implementasi fisik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, sedangkan analisis rancangan mengacu pada ICAO Annex 14 dan SKEP Nomor 114 Tahun 2002. Hasil penelitian menghasilkan rancangan MALS sepanjang 420 meter yang terdiri atas tujuh barrette dengan jarak 60 meter serta crossbar pada jarak 300 meter. Rancangan juga mencakup penyesuaian elevasi, tinggi tiang, jalur kabel, kapasitas catu daya, dan spesifikasi instalasi sesuai kondisi eksisting. Produk yang dihasilkan berupa Detail Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Rencana Kerja Syarat (RKS) yang telah divalidasi. Berdasarkan hasil penelitian, rancangan MALS telah memenuhi konfigurasi dan ketentuan teknis yang digunakan sehingga dapat menjadi acuan pengembangan fasilitas Approach Lighting System pada Runway 33. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengembangkan rancangan ke tahap implementasi fisik serta melakukan pengujian kinerja dan evaluasi efektivitas MALS terhadap keselamatan operasi pada kondisi jarak pandang rendah.