Sistem pencahayaan flood light pada apron diperlukan untuk mendukung visibilitas dan keselamatan kegiatan operasional pada malam hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat iluminansi horizontal, keseragaman, dan distribusi pencahayaan flood light pada apron Bandar Udara Cakrabhuwana Cirebon serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap standar yang berlaku. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengukuran langsung menggunakan lux meter pada 150 titik berbasis grid. Prosedur pengukuran mengacu pada (SNI 7062, 2019), sedangkan evaluasi pencahayaan mengacu pada PR 8 Tahun (2022). Hasil pengukuran lapangan menunjukkan iluminansi rata-rata (Eavg) sebesar 3,96 lux, iluminansi minimum (Emin) sebesar 0 lux, iluminansi maksimum (Emax) sebesar 35 lux, dan uniformity (U0) sebesar 0. Hasil tersebut masih berada di bawah acuan iluminansi horizontal rata-rata sekurang-kurangnya 20 lux dan persyaratan uniformity 0,25 yang ekuivalen dengan perbandingan 1:4. Sebagai validasi pendukung, kondisi eksisting disimulasikan menggunakan DIALux evo dengan armatur substitusi BVP153 G3 LED200 CW 200W karena data fotometrik IES/LDT lampu Krisbow 200 W yang terpasang tidak tersedia. Hasil simulasi menunjukkan Eavg sebesar 3,07 lux, Emin sebesar 0,23 lux, Emax sebesar 36,9 lux, dan U0 sebesar 0,075. Meskipun terdapat perbedaan numerik, hasil simulasi memberikan arah evaluasi yang sama dengan pengukuran lapangan, yaitu tingkat iluminansi rata-rata dan keseragaman pencahayaan eksisting belum memenuhi acuan yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan kondisi lampu dan armatur, pembersihan, evaluasi arah penyinaran (aiming), serta pengukuran ulang setelah tindakan perbaikan dilakukan.