Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Komunikasi Internal terhadap Produktivitas Karyawan dan Sinergi Tim: Studi Empiris pada PT Astra International Tbk Suse Lamtiar Simbolon; Divan Pangestu; Zainal Mukahfi; Rifqy Pahlevi
Jurnal Bisnis dan Operasi Penerbangan Vol 4 No 1 (2026): Aviation Busieness and Operations Journal
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/jobp.v4i1.1498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi internal terhadap produktivitas karyawan dan sinergi tim di PT Astra International Tbk. Komunikasi internal yang efektif diyakini dapat meningkatkan kinerja organisasi dengan mempercepat aliran informasi, mengurangi kesalahpahaman, serta membangun hubungan yang harmonis antara karyawan dan manajemen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur kualitatif, dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan, seperti jurnal, buku, dan artikel terkait komunikasi organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal yang terbuka dan transparan berkontribusi pada peningkatan produktivitas karyawan, karena memberikan pemahaman yang jelas tentang tujuan perusahaan dan peran masing-masing individu. Selain itu, sinergi tim yang baik dapat tercipta melalui komunikasi yang efektif, yang memungkinkan kolaborasi antar tim berjalan lebih lancar dan menghasilkan solusi yang lebih inovatif. Meskipun demikian, efektivitas komunikasi internal masih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti penggunaan teknologi yang tepat, budaya organisasi, dan kejelasan pesan yang disampaikan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perusahaan perlu meningkatkan saluran komunikasi yang ada dan membangun budaya komunikasi yang lebih inklusif untuk mendorong keterlibatan karyawan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, komunikasi internal yang optimal akan mendukung produktivitas dan sinergi tim yang lebih baik di PT Astra International Tbk.
Analisis Kebutuhan Akses dalam Penanganan Keadaan Darurat di Area Selatan Bandar Udara Internasional Yogyakarta Zidan Maulana Akbar; Suse Lamtiar Simbolon; Rahmawati Sukra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9059

Abstract

Keterbatasan akses operasional kendaraan Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) di area selatan Bandar Udara Internasional Yogyakarta terjadi akibat belum tersedianya jalan penghubung yang melintasi saluran sungai atau parit serta emergency access gate pada pagar parimeter sisi selatan, sehingga kendaraan ARFF harus menempuh rute memutar melalui jalan parimeter maupun jalan provinsi di sisi utara. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara standar keselamatan penerbangan dengan implementasi akses darurat di lapangan sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi akses operasional kendaraan ARFF beserta kendala yang dihadapi serta mengidentifikasi kebutuhan akses guna mendukung penanganan keadaan darurat di area selatan bandar udara tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, dipilih karena mampu menghasilkan pemahaman mendalam terhadap kondisi akses operasional berdasarkan fakta di lapangan tanpa bermaksud menguji hipotesis. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap empat Operation Chief unit ARFF yang dipilih secara purposive sampling, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan jalan penghubung dan emergency access gate menyebabkan kendaraan ARFF dari Fire Station 1 menuju jalan umum sisi selatan harus menempuh jarak 9,36 km (±4 menit 50 detik), jauh lebih panjang dibandingkan estimasi 0,78 km (±24 detik) apabila akses langsung tersedia. Berdasarkan temuan tersebut, penyediaan jalan penghubung yang terintegrasi dengan emergency access gate menjadi kebutuhan akses operasional utama untuk meningkatkan konektivitas serta efektivitas penanganan keadaan darurat di area selatan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, dan disarankan menjadi bahan evaluasi pengelola bandar udara serta rujukan bagi penelitian lanjutan mengenai perencanaan teknis infrastruktur akses darurat.
Analisis Intensitas Cahaya Floodlight di Bandar Udara Cakrabhuwana Cirebon Mochamad Rizqi Nur Wahyudi; Suse Lamtiar Simbolon; Muhammad Zaky Isdy
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9106

Abstract

Sistem pencahayaan flood light pada apron diperlukan untuk mendukung visibilitas dan keselamatan kegiatan operasional pada malam hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat iluminansi horizontal, keseragaman, dan distribusi pencahayaan flood light pada apron Bandar Udara Cakrabhuwana Cirebon serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap standar yang berlaku. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengukuran langsung menggunakan lux meter pada 150 titik berbasis grid. Prosedur pengukuran mengacu pada (SNI 7062, 2019), sedangkan evaluasi pencahayaan mengacu pada PR 8 Tahun (2022). Hasil pengukuran lapangan menunjukkan iluminansi rata-rata (Eavg) sebesar 3,96 lux, iluminansi minimum (Emin) sebesar 0 lux, iluminansi maksimum (Emax) sebesar 35 lux, dan uniformity (U0) sebesar 0. Hasil tersebut masih berada di bawah acuan iluminansi horizontal rata-rata sekurang-kurangnya 20 lux dan persyaratan uniformity 0,25 yang ekuivalen dengan perbandingan 1:4. Sebagai validasi pendukung, kondisi eksisting disimulasikan menggunakan DIALux evo dengan armatur substitusi BVP153 G3 LED200 CW 200W karena data fotometrik IES/LDT lampu Krisbow 200 W yang terpasang tidak tersedia. Hasil simulasi menunjukkan Eavg sebesar 3,07 lux, Emin sebesar 0,23 lux, Emax sebesar 36,9 lux, dan U0 sebesar 0,075. Meskipun terdapat perbedaan numerik, hasil simulasi memberikan arah evaluasi yang sama dengan pengukuran lapangan, yaitu tingkat iluminansi rata-rata dan keseragaman pencahayaan eksisting belum memenuhi acuan yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan kondisi lampu dan armatur, pembersihan, evaluasi arah penyinaran (aiming), serta pengukuran ulang setelah tindakan perbaikan dilakukan.
Analisis Efektivitas Sistem Penyalur Petir pada Sisi Utara Bandar Udara Halim Perdana Kusuma Mohammad Daffa Raflykhasah; Taryana; Suse Lamtiar Simbolon
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9108

Abstract

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, khususnya bangunan pada sisi utara, memiliki kerawanan sambaran petir yang cukup tinggi, sebagaimana ditunjukkan oleh insiden sambaran petir tahun 2023 yang merusak peralatan elektronika bandara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif evaluatif untuk menentukan tingkat risiko sambaran petir, menganalisis cakupan radius proteksi, serta mengevaluasi kesesuaian sistem penyalur petir eksisting terhadap ketentuan yang berlaku pada lima bangunan, yaitu Tower AirNav, Terminal Penumpang (Terminal Utama dan Terminal Citylink), Power House Lama, Gedung Sasana Manggala Praja, dan Terminal Kargo. Data dikumpulkan melalui observasi, pengukuran lapangan, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan PUIPP, SNI 03-7015-2004, IEC 62305, dan NF C 17-102. Hasil penelitian menunjukkan Tower AirNav memiliki tingkat risiko tertinggi dan merupakan satu-satunya bangunan yang telah memenuhi seluruh ketentuan proteksi petir. Empat bangunan lainnya masih memerlukan peningkatan sistem berupa penggantian atau penyesuaian tinggi terminasi udara Early Streamer Emission (ESE) agar cakupan proteksi memenuhi tingkat yang dipersyaratkan.