Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INDUSTRI KREATIF FILM Rahayu, Srie Mustika; Hariyadi, Hariyadi; Shodiq, Dalhar
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.247 KB) | DOI: 10.20884/1.juss.2017.1.1.392

Abstract

This article is about how The Lingkar Biru Film Community maintains and develops its existence in Purwokerto. The article aims to provide information and discourse of the phenomena and the patterns of the creative economy in Purwokerto. The article also analyses the efforts by the community to enhance their existence. From the research leading to this article, it can be concluded that effort by LB in developing their existence is maintaining the quality by keep learning, creating and maintaining the quality. By maintaining the quality, one can assess the existence of something so the existence will come as a bonus for those who continue to learn and sharpen the creativity. Besides, LB also tries to avoid conflict among members and to utilize project result to purchase new tools, and the most important are widening the network by raising the link. The internal interaction done by LB in the production and marketing process is very friendly and flexible. The members of the community master in almost all required skills in many areas of production so they can rely on each other. The obstacles found during the process of LB found were more on the technical issues and time because the obstacles to the interaction can be overcome easily since the members have understood the characters and capacities each other. LB tries to keep the quality by always looking for new ideas that they want to create into a masterpiece. This is the most important point in the effort to sharpen the LB creativity in order to raise up the existence of creative economy.
Effectiveness of Training on Improving Knowledge of Non Communicable Diseases Cadres Rempoah Village Baturraden District Banyumas Regency Rahayu, Eva; Kurniawan, Dhadhang Wahyu; Shodiq, Dalhar
Jurnal of Community Health Development Vol 1 No 01 (2020): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Juli 2020
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.059 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2020.1.01.2708

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global, regional, nasional dan lokal. Pemberdayaan masyarakat melalui Program Pos Pembangunan Terpadu (Posbindu) PTM adalah salah satu strategi dalam menekan jumlah insiden PTM. Pelatihan untuk kader PTM Posbindu diharapkan dapat menambah pengetahuan sasaran dalam mengorganisir Posbindu PTM di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan peningkatan pengetahuan kader PTM Posbindu di Desa Rempoah, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental. Populasinya adalah kader PTM Posbindu di Desa Rempoah, Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 20 orang. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan adalah: 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelatihan kader efektif meningkatkan pengetahuan kader PTM Posbindu.
Protection of Migrant Workers from Upstream to Downstream through “Peduli Buruh Migran” Villages (Desbumi): Study at Kuripan Village, Central Java and Nyerot Village, West Nusa Tenggara Retno Wulan, Tyas; Shodiq, Dalhar; Ramadhanti, Wita; Wijayanti, Sri
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 2 (2017): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.417 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v5i2.17975

Abstract

ABSTRACTThe high Number of Indonesian migrant workers (IMWs)workingin abroad, in facts, is not supported by adequate government protections. Due to BNP2TKI Crisis Center data of 2016, there are at least 27 thousand casesfaced by IMWs working in many countries all over the world. According to the research results conducted Wulan (2011), problems faced by IMWs in the destination countries, 80 percent of those come from villages. A village actually has strategic roles to becomes a foundation of safe migrations since villages arethe first exit doorsforpotential IMWs. The government negligence in protecting IMWs eventually results in village constructive fights to protect their people. IMWs protection is realized in migrant workers caring villages initiated by some villages such as inKuripan Wonosbo Central Java and Nyerot Lombok West Nusa Tenggara; Qualitative method is used in this research by having deep interviews, observation, andfocus group discussion with head of Desbumi’s village, village goverment.The results show that the existence of Desbumi can be a model of IMW’s protection from upstream to downstream and it means that the state present in the protection of IMWs.Keywords: Village, desbumi, protection, Indonesian Migrant WorkersABSTRAKTingginya jumlah Buruh Migran Indonesia (BMI) yang bekerja ke luar negeri, ternyata tidak diimbangi perlindungan yang memadai oleh negara. Pada tahun 2011-2016 berdasarkan data dari Crisis Center BNP2TKI, terdapat sedikitnya 27 ribu kasus yang menimpa BMI yang berada di berbagai negara. Berdasarkan hasil penelitian Ecosoc (2008), permasalahan yang dihadapi BMI di Negara tujuan, 80 persen sumbernya justru berasal dari desa. Desa sebenarnya memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi basis bermigrasi aman, karena desa adalah pintu keluar yang pertama bagi seorang calon BMI. Abainya pemerintah terhadap perlindungan BMI pada akhirnya justru melahirkan perlawanan-perlawanan yang konstruktif dari desa-desa untuk melindungi para warga mereka. Perlindungan terhadap BMI itu diwujudkan dalam desa peduli buruh migran (desbumi) yang diinisiasi beberapa desa, antara lain Desa Nyerot Lombok Nusa Tenggara Barat dan Desa Kuripan Wonosobo Jawa Tengah. Untuk itu peneilitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak keberadaan Desbumi terhadap perlindungan BMI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan FGD terhadap kepala desa, pengurus desbumi serta tokoh masyarakat di Desa Kuripan Wonosobo Jawa Tengah dan desa Nyerot Lombok Nusa Tenggara Barat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan desbumi mampu menjadi model perlindungan BMI dari hulu sampai hilir dan menjadikan negara hadir dalam perlindungan BMI.Kata kunci; Desa, desbumi, perlindungan, Buruh Migran Indonesia
KAJI TERAP PEMANFAATAN A. MICROPHYLLA SEBAGAI HIJAUAN PAKAN ITIKDI KELOMPOK TERNAK ITIK KELURAHAN GANDASULI KECAMATAN BREBESKABUPATEN BREBES Supartoto; Roesdiyanto; Shodiq, Dalhar
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mendapatkan hijuan pakan alternatif yang mudah diproduksi, murah dan prospektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas telur itik, (2) mengkaji responpeternak terhadap pemanfaatan A. microphylla sebagai hijauan pakan itik, dan (3) mensosialisasikan teknik budidaya A. microphylla. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah variasi pakan itik, terdiri atas 2 level, yaitu itik diberi pakan lokal dan itik diberi pakan lokal ditambah A. microphylla 100 g/itik/hari. Kajian melibatkan 8 peternak itik di kelurahan Gandasuli Brebes sebagai ulangan. Pada tiap peternak, sebanyak 25 ekor itik dipisahkan dandiberi pakan lokal dan azolla sebanyak 100 g/hari/ekor, sedangkan selebihnya tetap diberi ransum pakan lokal peternak. Data diuji dengan T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian A. microphyllapada itik petelur berpengaruh terhadap produksi telur harian (Hen Day Production, HDP) dan produksi telur total/kandang (Hen House Production, HHP), tebal kerabang, indeks telur, dan warna kuning telur(Yolk). Produksi telur itik harian (HDP) naik sebesar 45,35% dari semula yang bertelur 49,10% (tanpa Azolla) menjadi 71,35% (diberi Azolla); produksi telur kandang (HHP) naik sebesar 45,11% dari 49,04%menjadi 71,18%; tingkat warna kuning telur naik sebesar 48,1% dari skala 6,84 menjadi 10,13; dan tebal kerabang telur itik naik sebesar 11,3% dari 0,43 mm menjadi 0,48 mm. Sikap dan respon peternakterhadap teknik budidaya dan pemanfaatan A. microphylla sebagai hijauan pakan itik adalah positif. Peternak mengakui bahwa pemberian Azolla pada itik memberikan beberapa keuntungan, seperti:peningkatan produksi telur, peningkatan kualitas warna kuning telur, dan ada efisiensi pakan.