Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Socialization of Non-Cash Payment for Health Services Using the Indonesian Standard Quick Response Code (QRIS) at Langsa Hospital Afnina Afnina; Erni Junaida; Nada Salsabila; Nurlaila Hanum; Nurhayati Ningsih
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2023): July 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v2i2.485

Abstract

Langsa Hospital's efforts to welcome the central government's program regarding digital-based payments have been implemented since September 21, 2021. It's just that until now non-cash payment for health services using QRIS at Langsa Hospital is still low. The community service team saw this problem and conducted socialization by collaborating with the first partner, Langsa Hospital and the second partner, the Langsa branch of YAI, to socialize non-cash payment of health services using QRIS at Langsa Hospital, which was attended by 850 participants. The methods used are lectures, questions and answers, practice of using QRIS. So based on the results of this socialization it was found that only 27 participants (3.18%) had used QRIS at Langsa Hospital and the remaining 823 participants (96.82%) had not. The participants looked enthusiastic and enthusiastic about participating in the event until the end and with additional information from the resource persons and the team, the participants were interested in using QRIS if they went to a hospital for treatment.
Hubungan Intensitas Pengasuhan Cucu dengan Kualitas Hidup Lansia di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Nurul Fadilah; Nurhayati Ningsih; Ajmain Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan cucu yang dilakukan oleh lansia dapat memberikan dampak secara fisik, psikologi dan sosial bagi lansia. Mengasuh cucu dapat menyebabkan lansia mengalami kelelahan, stress dan kehilangan waktu senggang. Berdasarkan hasil survey awal yang peneliti lakukan terhadap 10 lansia yang mengasuh cucu diperoleh bahwa sebanyak 7 lansia (70%) lansia mengasuh cucu karena itu menggantikan posisi orang tuanya terutama ibu yang bekerja. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui hubungan intensitas pengasuhan cucu dengan kualitas hidup lansia di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia perempuan di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro sebanyak 433 orang, jumlah sampel sebanyak 54 sampel dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara Proportional Stratified Random Sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 responden sebagian besar mengasuh cucu dengan intensitas yang intensive sebanyak 30 responden (55,6%), kualitas hidup lansia sebagian besar rendah sebanyak 23 respobnden (42,6%). Ada hubungan intensitas pengasuhan cucu dengan kejadian kualitas hidup pada lansia dengan p-value 0,010 (p<0,05). Institusi kesehatan perlu meningkatkan dan mendukung program kesehatan lansia guna membantu mencegah dan mengatasi permasalahan psikososial serta meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia, terutama yang mengasuh cucu.