Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Harga Diri Pada Orang Dengan Hiv/Aids (Odha) Di Violet Community Yogyakarta (Studi Kasus) Pramesti, Despita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Voume 07/Nomor 01/2014
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Source of stress which resulted in people with HIV/AIDS (ODHA) is the high rate of death caused by this disease and especially societys view of people with HI AIDS (ODHA) so this will affect the self- esteem of people with HIV/AIDS (ODHA) . Objective: Observe the description of self-esteem of people with HIV/AIDS(ODHA) and the factors that affect the self-esteem of people with HIV/AIDS(ODHA) in Yogyakarta community Violet. Methods: The use of non-experimental research exploratory descriptive study design with qualitative methods. Type the sampling is purposive sampling by taking a subject of study of people with HIV/AIDSin the Community Violet Yogyakarta about 20 people. 5 ODHA taken as respondents. Conclution: The results of this study indicate that the picture self-esteem of people with HIV/AIDS(ODHA) in the criteria feeling accepted, respected and competent 5 respondents indicated a high level of self-esteem. And the feeling of valuable criteria 1 respondent indicated a high level of self-esteem and 4 respondents indicated a low level of self-esteem. Factors affecting the formation of self-esteem of people with HIV/AIDS(ODHA) in Violet community due to the conditions of acceptance of the individual as well as the advantages and disadvantages of himself, success, respect from others, the support of fellow sufferers of HIV / AIDS, and support from the community.
STUDI KASUS TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI MAHASISWA UNTUK BERPRESTASI Despita Pramesti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14708

Abstract

Prestasi merupakan hasil belajar yang dicapai  oleh seseorang setelah melalui proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor –faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa untuk berprestasi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, pada penelitian ini partisipan yang diteliti adalah mahasiswa keperawatan angkatan I, II dan III  yang berprestasi serta mahasiswa yang kurang berprestasi sebagai pembanding, pengambilan data  melalui Focus Grup Discussion (FGD), wawancara mendalam dan triangulasi data kepada  6 orang informan. Hasil penelitian ini menunjukkan: Motivasi mahasiswa untuk mengikuti kuliah dapat timbul karena faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Mahasiswa yang berprestasi semuanya memiliki motivasi yang tinggi dan mahasiswa yang kurang berprestasi semuanya memiliki motivasi yang sedang. Ada keterkaitan antara motivasi dengan prestasi mahasiswa. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa untuk berprestasi yaitu faktor intrinsik (pribadi) meliputi: keinginan berhasil, harapan, hasrat, cita-cita dan minat. Sedangkan untuk faktor ekstrinsik meliputi: dorongan orang tua, keluarga, teman, pacar, saudara yang bekerja di bidang kesehatan, lingkungan tempat tinggal, lingkungan kampus, kebiasaan belajar dan keinginan menyenangkan orang lain. Kesimpulannya adalah motivasi mahasiswa yang tinggi dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor  ekstrinsik sedangkan mahasiswa yang memiliki motivasi sedang dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik.
HUBUNGAN DEPRESI DENGAN STUDENTS ENGAGEMENT PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 MINGGIR SLEMAN Bima Sakti Putra Utama; Despita Pramesti; Mahfud Mahfud
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21248

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi hubungan antara depresi dan sejauh mana siswa terlibat dalam proses tersebut. belajar di SMA Negeri 1 Minggir, Sleman. Sampel penelitian terdiri dari 136 siswa yang dipilih secara menyeluruh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Penelitian ini telah diuji untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya. Analisis statistik menggunakan uji Spearman dilakukan untuk mengevaluasi korelasi antara tingkat depresi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Jika nilai p kurang dari 0,05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut.Dari hasil analisis, didapatkan nilai p sebesar 0,454, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar di SMA Negeri 1 Minggir. Oleh karena itu, hipotesis penelitian ini harus ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada hubungan antara depresi dan tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Minggir, Sleman. Temuan ini menunjukkan bahwa depresi tidak berpengaruh secara langsung terhadap tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan siswa di sekolah. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam keterlibatan siswa yang mengalami depresi pada usia remaja.
RELATIONSHIP BETWEEN KERONCONG MUSIC THERAPHY WITH DEPRESSION OF THE ELDERLY LEVEL AT PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA Pramesti, Despita
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.597 KB)

Abstract

Background : The elderly society assumed as society which is risk health problem, includes mental health problems that is depression disorder. There are several treatments that can reduce depression, one of which is with music. Services are recreational activities that are developed at Panti Wredha Budhi Dharma is keroncong music therapy activities. The Aim : To Find out the relationship keroncong music therapy and depression of the elderly level at Panti Wredha Budhi Dharma. Methods : This research uses the correlational analytic survey with cross sectional approach. The study population amounted to 52 elderly people, there are 30 samples elderly people by sampling methods using purposive sampling method.The research instrument is the questionnaire, the method of data analysis uses Kendall 's tau test. Results : There is a relationship between the level of keroncong music therapy of depression in the elderly at Budhi Dharma. It is indicated of Kendall - Tau correlation values ( τ ) of 0.699 with p value = 0.000 Conclusion : There is a relationship keroncong music therapy and depression of the elderly level at Panti Wredha Budhi Dharma.
PENGALAMAN PEREMPUAN INFERTIL DALAM MENCARI PENGOBATAN DI YOGYAKARTA Lubis, Dina Putri Utami; Pramesti, Despita; Sari, Galuh Kartika
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 9 No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.792 KB)

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia terdapat 10-15% pasangan yang memiliki masalah kesuburan. Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta menganut budaya patrilineal dan adanya istilah koncowingking dimana perempuan sebagai subordinasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan phenomenology. Penelitian dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Juli sampai Semptember 2015. Partisipan berjumlah tujuh orang. Instrumen pada penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan pedoman wawancara mendalam, catatan lapangan dan alat perekam. Analisis data menggunakan langkah dari Colaizzi. Hasil: Ditemukan tujuh tema dalam penelitian ini yaitu variasi pengobatan yang dijalani, berbagai hambatan yang dialami dalam pengobatan, sumber keputusan, ketidaknyamanan dalam menjalani pengobatan, dukungan yang diterima selama pengobatan, respon berduka, dan strategi koping yang dipilih. Analisis dan diskusi: Pengalaman hidup perempuan infertil dalam mencari pengobatan bervariasi, terdapat hambatan berupa kecewa pengobatan yang sering gagal dan mahalnya biaya pengobatan. Sumber dukungan diperoleh perempuan infertil dari suami, teman dan keluarga. Terdapat ketidaknyamanan berupa dampak fisik dan psikologis dan respon berduka sampai strategi koping dengan berdo’a, sholat dan puasa.
PENERAPAN TERAPI OKUPASI MEMASAK TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI:HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN DIAGNOSA SKIZOFRENIA DI RSJD Dr.RM. SOEDJARWADI KLATEN Ariati, Lulu; Pramesti, Despita
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.11780

Abstract

Halusinasi adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak mampu membedakan antara kehidupan nyata dan kehidupan palsu. Dampak akibat pasien dengan gangguan halusinasi mengalami panik, semua tindakan dikendalikan oleh halusinasinya, dapat bunuh diri atau membunuh orang, dan perilaku kekerasan lainnya yang dapat membahayakan dirinya maupun orang disekitarnya. Salah satu cara untuk mengobati pasien  halusinasi adalah  terapi okupasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi okupasi memasak terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran diruang rehabilitasi. Instrument yang digunakan adalah Auditory Hallucinations Rating Scale AHRS. Hasil penerapan terapi okupasi memasak menunjukkan bahwa Ny S dan Ny.N sebelum penerapan dilakukan memilki skor halusinasi 23:16, Pada penerapan yang telah dilakukan terdapat perkembangan pada 2 responden yaitu mengalami penurunan tingkat halusinasi menjadi 15:9. Terdapat perbandingan perkembangan antara tingkat halusinasi sesudah dan sebelum terapi okupasi memasak. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan terapi okupasi memasak dapat mengatasi masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA REMAJA MADYA DI SMK NEGERI 1 SEDAYU, BANTUL, YOGYAKARTA Aryanti, Riana; Pramesti, Despita; Putra, Muhammad G.A
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.12789

Abstract

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus menerus merasa sedih, Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya berlangsung hingga berminggu-minggu atau sampai berbulan-bulan. Depresi yang terjadi pada remaja membuat remaja merasa tertekan sehingga diperlukannya mekanisme penguatan dan penanganan yang dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis seperti mengkonsumsi obat anti depresan dan psikoterapi. Metode lain yang dapat dilakukan adalah pemberian dukungan atau support system sebagai penguatan positif dan regulasi diri yang salah satunya bersumber dari keluarga.keluarga memiliki pengaruh penting dalam perkembangan remaja karena keluarga merupakan lingkungan sosial pertama pada pembentukan kepribadian remaja. Dukungan keluarga merupakan sikap, Tindakan dan penerimaan keluarga terhadap remaja. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada remaja di SMK Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja usia 15-18 tahun di SMK Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Jumlah sampel yang diambil 311 siswa. Pengambilan sampel dengan Teknik proportionate stratified random sampling. Kuesioner yang digunakan untuk depresi yaitu kuesioner Patient Health Questionnaire (PHQ-9) dan kuesioner dukungan keluarga menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga. Analisis data penelitian menggunakan analisis uji spearman-rank.Karakteristik responden mayoritas laki-laki, dengan rata-rata usia 17-18 tahun. Tingkat dukungan keluarga dalam kategori tinggi sebanyak 190 responden (61,1%) dan tingkat depresi dalam kategori minimal sebanyak 158 responden (50,8%). Hasil uji analisis spearman-rank didapatkan p-value sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). hasil analisis dalam penelitian ini terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada remaja madya
HUBUNGAN PEER PRESSURE TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA SISWA DI SMAN 1 MINGGIR SLEMAN Anwar, Muhammad Chairil; Pramesti, Despita; Atmanto, Purwo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29421

Abstract

Peer pressure adalah suatu bentuk perasaan yang dipengaruhi oleh dorongan atau tekanan dari teman sebaya untuk melakukan suatu aktivitas yang tidak diinginkan atau diharapkan. Peer pressure digunakan sebagai dorongan atau tekanan yang diberikan oleh peers kepada individu agar berperilaku tertentu atau agar tidak berperilaku tertentu. Kunci utama dalam memahami peer pressure ialah bahwa individu termotivasi untuk melakukan suatu perilaku tertentu setelah diberi tekanan oleh peer Pressure. Untuk mengetahui bagaimana hubungan peer pressure terhadap tingkat depresi pada siswa di SMAN 1 Minggir Sleman. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan rancangan desain penelitian pendekatan cross sectional. Penelitian berada di SMA N 1 Minggir Sleman dengan sampel 80 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner PPI dan BDI. Analisis data menggunakan Uji spearman yang didapatkan nilai P-Value < 0,05 yaitu sebesar 0,015 atau dapat diartikan terhadap hubungan dengan dengan nilai koefisien korelasi (r) 0,272 arah positif artinya semakin tinggi peer pressure  semakin tinggi pula tingkat depresi remaja. Terdapat hubungan yang signifikan antara peer pressure dengan depresi di SMA N 1 Minggir Sleman
PENERAPAN TERAPI OKUPASI MEMASAK TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI:HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN DIAGNOSA SKIZOFRENIA DI RSJD Dr.RM. SOEDJARWADI KLATEN Ariati, Lulu; Pramesti, Despita
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.11780

Abstract

Halusinasi adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak mampu membedakan antara kehidupan nyata dan kehidupan palsu. Dampak akibat pasien dengan gangguan halusinasi mengalami panik, semua tindakan dikendalikan oleh halusinasinya, dapat bunuh diri atau membunuh orang, dan perilaku kekerasan lainnya yang dapat membahayakan dirinya maupun orang disekitarnya. Salah satu cara untuk mengobati pasien  halusinasi adalah  terapi okupasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi okupasi memasak terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran diruang rehabilitasi. Instrument yang digunakan adalah Auditory Hallucinations Rating Scale AHRS. Hasil penerapan terapi okupasi memasak menunjukkan bahwa Ny S dan Ny.N sebelum penerapan dilakukan memilki skor halusinasi 23:16, Pada penerapan yang telah dilakukan terdapat perkembangan pada 2 responden yaitu mengalami penurunan tingkat halusinasi menjadi 15:9. Terdapat perbandingan perkembangan antara tingkat halusinasi sesudah dan sebelum terapi okupasi memasak. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan terapi okupasi memasak dapat mengatasi masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran.
E-MODUL PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN MENINGKATKAN MOTIVASI KADER REMAJA DALAM MELAKUKAN EDUKASI: The e-module marriage age maturity increases the motivation of youth cadres in conducting education Rahma Laili, Deby; Wahyuningsih; Pramesti, Despita
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data UNICEF tahun 2019 ada lebih dari 700 juta wanita menikah muda, dengan salah satu diantaranya berusia kurang dari 18 tahun. Permasalahan pernikahan dini merupakan karakteristik dari program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), remaja dapat memperoleh edukasi PUP melalui kader remaja yang tergabung dalam PIK-R. Kader remaja perlu memiliki motivasi yang baik sehingga mampu melakukan edukasi kepada teman sebayanya. Dengan pemberian e-modul pendewasaan usia perkawinan akan menambah pengetahuan kader remaja sehingga meningkatkan motivasinya dalam melakukan edukasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui e-modul pendewasaan usia perkawinan meningkatkan motivasi kader remaja dalam melakukan edukasi. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental non equivalen dengan pre test and post test with control group. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan total sampling dengan sampel 50 responden yang terdiri dari kelompok intervensi di Kecamatan Sewon sebanyak 24 responden dan kelompok kontrol di Kecamatan Kasihan sebanyak 26 responden. Instrumen penelitian ini adalah lembar data demografi, kuesioner motivasi kader remaja dalam melakukan edukasi dan e-modul pendewasaan usia perkawinan. Instrumen penelitian ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan hasil uji validitas pada kuesioner motivasi lebih besar dari r tabel (0,361) sebanyak 22 pernyataan dan uji reliabilitasnya sebesar 0,901 (>0,60). Sedangkan hasil uji validitas pada e-modul dilakukan dengan CVI (Content Validity Index) dengan kategori cukup baik dan uji reliabilitasnya sebesar 0,960 (>0,60). Analisa data nya menggunakan uji normalitas shapiro wilk dan teknik analisa bivariat dengan uji t-test. Berdasarkan hasil uji statistik independent sample t-test mean difference 3,958 p=0,004 (p<0,05) yang menunjukan bahwa e-modul pendewasaan usia perkawinan meningkatkan motivasi kader remaja. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti merekomendasikan kepada pembaca bahwa e-modul pendewasaan usia perkawinan dapat dijadikan sebagai media edukasi dan referensi dalam memberikan pendidikan kesehatan terkait pendewasaan usia perkawinan (PUP) sebagai upaya pencegahan pernikahan usia dini dan dapat dijadikan sebagai bahan atau materi perkuliahan.