Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penyuluhan Anemia Pada Remaja Putri Di Sekolah Menengah Kesehatan Cipta Semesta Indonesia Jati, Marius Agung Sasmita; Sari, Novita; Khristiani, Eva Runi
DIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 7 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/dmk.v7i2.632

Abstract

Anemia pada remaja putri cenderung mengalami peningkatan. Kebutuhan gizi remaja relatif besar, karena remaja masih mengalami masa pertumbuhan yang cepat. Seperti kebutuhan zat besi selama remaja akan meningkat, hal ini disebabkan oleh perubahan volume darah dan masa eritrosit yang membesar dan terjadinya menstruasi khususnya pada remaja perempuan. Program pengabdian ini bertujuan agar para remaja memperoleh informasi tentang penyebab dan dampak Anemia. Dilaksanakan pre test dan post test diisi oleh 30 siswa siswi SMK Cipta Semesta Indonesia. Sebelum diberikan penyuluhan, hampir semua siswa siswi mempunyai kemampuan kurang sebanyak 11 siswa siswi (36,67%) dan kemampuan baik sebanyak 19 siswa siswi (63.,3%). Sedangkan setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang baik sebanyak 28 siswa siswi (93,33%) dan pengetahuan kurang sebanyak 2 siswa (6,76%).
Hubungan tingkat pengetahuan ibu dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di wilayah puskesmas Kalasan Sleman Yogyakarta Sekarwati, Novita; Khristiani, Eva Runi; Sumekar, Ariana
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v13i2.682

Abstract

Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan yang penting karena anak kecil merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap permasalahan gizi khususnya stunting. Keterbelakangan pertumbuhan menyebabkan anak-anak di bawah usia lima tahun mengalami kekurangan gizi  kronis dan kekurangan gizi sesuai usia mereka. Risiko jangka pendek akibat malnutrisi mencakup peningkatan morbiditas dan mortalitas, gangguan perkembangan, dan peningkatan beban perawatan dan pengobatan. Risiko jangka panjang dapat mengakibatkan terganggunya kesehatan reproduksi, berkurangnya konsentrasi belajar, dan berkurangnya produktivitas kerja. Untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan kecenderungan genetik, salah satu permasalahan gizi yang berdampak negatif terhadap kualitas hidup anak adalah stunting. Masalah gizi pada anak  dibawah 5 tahun yang  tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya. Kondisi ini menandakan anak mengalami gangguan tumbuh kembang akibat  kekurangan gizi yang tidak terpenuhi dalam jangka waktu lama. Berdasarkan data Survei Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir, stunting memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan  masalah gizi lainnya seperti gizi buruk, wasting, dan obesitas. Prevalensi pada anak kecil meningkat sejak tahun 2016, mencapai 29,6% pada tahun 2017 dari 27,5%. Indonesia menempati urutan ke 17 dari 117 negara dengan prevalensi 30,8%. Metodologi penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Untuk populasi sebanyak 53 orang, metode pengambilan sampel menggunakan total sampel (ibu yang memiliki bayi stunting). Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,000. Terdapat hubungan antara kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting dengan nilai p value sebesar 0,038
Analisis Motivasi Pendonor Darah di PMI Kabupaten Sleman Yogyakarta Mufidah, Hartalina; Kristanti, Handriani; Khristiani, Eva Runi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.272

Abstract

Blood donation is an essential element in blood transfusion. The Indonesian Red Cross of Sleman Regency (PMI) is one of the Blood Donor Units in the Province of D.I. Yogyakarta, but only 1% of the population in Sleman became blood donors. Blood donation motivation is closely related with knowledge, attitude, and behavior. This study aims to determine the motivational factors for blood donation at PMI Sleman Regency. This research used a cross-sectional study design which was carried out at PMI Sleman in January-December 2021. The sample of this study was 100 respondents who were determined using the accidental sampling technique. Analysis of research data was carried out univariate and bivariate with Fisher's exact test. The results of this study indicate that age (p-value 0.901>0.05), gender (p-value 0.597>0.05), education (p-value 0.914>0.05), occupation (p-value 0.797>0.05), knowledge (p-value 0.097>0.05), and attitudes (p-value 0.393>0.05) didn’t have relationship with blood donor motivation, but there was relationship between behavior and motivation about blood donation with p-value 0.009<0 ,05.  Based on the results of this study, it can be concluded that knowledge, attitudes, and behavior are motivational factors for blood donors, but behavior is a significant factor in blood donor motivation in PMI, Sleman Regency, Yogyakarta. Increasing routine blood donation activities and educating the public about the value of blood donation could create good behavior for voluntary blood donors