Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN RISIKO OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PELABUHAN PENYEBERANGAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN DI PELABUHAN : STUDI KASUS PELABUHAN PENYEBERANGAN MERAK Saputra, Muhammad Hendra; Armyn Machfudiyanto, Rossy; Prakoso, Hananto
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:Oktober)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan penyeberangan merupakan elemen penting dalam sistem transportasi yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara wilayah yang terpisah oleh perairan. Pelabuhan Penyeberangan Merak adalah salah satu pelabuhan strategis di Indonesia yang berperan vital dalam menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. Tingginya volume penumpang dan kendaraan yang melintasi pelabuhan ini setiap hari memerlukan manajemen risiko yang efektif guna memastikan keselamatan dan keamanan operasional. Namun, beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah kecelakaan transportasi penyeberangan, yang sebagian besar disebabkan oleh faktor cuaca dan operasional bongkar muat di dermaga. Berdasarkan data Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kurangnya pengawasan dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi faktor utama yang menyebabkan kecelakaan di pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai risiko operasional yang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Merak serta memberikan rekomendasi dalam rangka meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran. Dengan menggunakan pendekatan manajemen risiko yang cermat dan sistematis, penelitian ini mengkaji risiko teknis, mekanis, cuaca, dan operasional yang dapat mengganggu kegiatan di pelabuhan. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat membantu para pemangku kepentingan untuk memahami berbagai risiko yang ada dan menerapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi potensi kecelakaan dan meningkatkan kinerja operasional di pelabuhan.
MANAJEMEN PERJALANAN PADA LRT SUMATERA SELATAN MENGGUNAKAN METODE INTEGER LINEAR PROGRAM Imron, Nanda Ahda; Kristanto, Satrio Aditya; Leliana, Arinda; Prakoso, Hananto; Iswanto, Ary Putra
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 3 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.3.126-140.2025

Abstract

Light Rail Transit (LRT) Sumsel merupakan moda transportasi kereta perkotaan yang menghubungkan Stasiun DJKA dengan Stasiun Bandara di Kota Palembang. Meskipun telah beroperasi, jumlah penumpang masih cenderung stagnan dengan tingkat okupansi hanya 23,7% dari kapasitas angkut pada tahun 2023. Kondisi ini menunjukkan adanya over supply, yaitu jumlah perjalanan yang tersedia lebih besar dibandingkan dengan jumlah penumpang yang menggunakan layanan. Selain itu, pola permintaan penumpang menunjukkan variasi/fluktuasi sepanjang jam operasi, sehingga diperlukan upaya optimalisasi agar jumlah perjalanan (supply) selaras dengan permintaan (demand). Penelitian ini menggunakan metode Integer Linear Programming (ILP) dengan bantuan perangkat lunak LINDO. Model matematika dibangun untuk menghubungkan fungsi tujuan (objective function) dengan batasan (constraint) yang relevan, seperti kapasitas angkut dan variasi permintaan penumpang. Melalui proses optimasi, diperoleh jumlah perjalanan optimal harian yang disesuaikan dengan karakteristik permintaan pada hari kerja maupun hari libur. Hasil optimasi menunjukkan bahwa jumlah perjalanan optimal adalah 72 perjalanan per hari pada hari kerja dan 82 perjalanan per hari pada hari libur. Efisiensi yang dicapai mencapai 23,4% per hari pada hari kerja dan 12,7% per hari pada hari libur. Efisiensi tersebut berdampak langsung pada konsumsi energi dan jam kerja. Terjadi penghematan energi listrik sebesar 17.140.817,52 kWh pada hari kerja dan 9.348.029,62 kWh pada hari libur, serta pengurangan jam kerja efektif sebesar 1.034 menit per hari pada hari kerja dan 564 menit per hari pada hari libur. Optimalisasi jumlah perjalanan LRT Sumsel menunjukkan bahwa efisiensi operasi dapat dicapai dengan menyesuaikan supply terhadap demand penumpang yang fluktuatif. Pengurangan jumlah perjalanan tidak hanya meningkatkan efisiensi energi dan jam kerja, tetapi juga dapat memperbaiki efektivitas pola operasi. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan optimasi berbasis ILP dapat menjadi solusi strategis dalam pengelolaan layanan transportasi publik dengan permintaan yang tidak merata