Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Akuntansiku

Analisis Strategi Manajemen Perpajakan Pada Jenis Usaha Ekspedisi: Studi Kasus Pada PT DEF Tarischa Naura Hapsari; Ghina Syakira; Elfrida Christina; Muhammad Daffa; Ari Ihsan; Suparna Wijaya
Akuntansiku Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/akuntansiku.v2i2.421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen perpajakan yang diterapkan oleh PT DEF. PT DEF adalah salah satu perusahaan ekspedisi yang ada di Indonesia dan telah berpengalaman dalam menyediakan layanan logistik dan pengiriman barang. PT DEF dikenakan beberapa jenis pajak, antara lain PPh 21, PPh 23, PPh 25, PPh pasal 4 ayat 2, dan PPN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang mengumpulkan data sebanyak-banyaknya melalui teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PT DEF telah menerapkan berbagai strategi manajemen perpajakan untuk mengoptimalkan kewajiban pajak dan meminimalkan risiko pelaporan pajak. Strategi manajemen perpajakan yang diterapkan PT DEF meliputi pengelolaan struktur perusahaan yang baik, perencanaan pajak yang cermat, dan manajemen risiko perpajakan yang proaktif. Strategi - strategi ini telah perusahaan dalam mengoptimalkan pajak dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan pajak yang berlaku. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan ekspedisi lainnya dalam mengembangkan strategi manajemen perpajakan yang efektif.
Peran Sektor Agrikultur Dan Jasa Pada Penerimaan Pajak Di Asia Timur Dan Pasifik Dengan FDI Sebagai Variabel Moderasi Bima Satria Anugerah; Suparna Wijaya
Akuntansiku Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/akuntansiku.v2i3.469

Abstract

Berdasarkan teori transfomasi struktural pergeseran sektor tradisional ke sektor modern akan mendorong pertumbuhan ekonomi, dan dengan asumsi tax buoyancy pertumbuhan ekonomi suatu negara akan diikuti oleh pertumbuhan penerimaan pajak. Dengan menggunakan data panel di 8 Negara middle-income economy di Asia-Pasifik, penelitian ini bermaksud mencari pengaruh kontribusi sektor agrikultur pada PDB dan kontribusi sektor jasa pada PDB terhadap penerimaan pajak dengan Foreign Direct Investment (FDI) sebagai variabel moderasi. Hasil dari pengujian regresi menunjukkan bahwa presentase sektor agrikultur pada PDB dan presentase sektor jasa terhadap PDB memiliki pengaruh negatif terhadap penerimaan pajak, namun kedua variabel tersebut menjadi tidak berpengaruh ketika dilakukan moderasi oleh variabel FDI, variabel FDI sendiri ketika diuji sebagai variabel independen juga tidak memiliki pengaruh terhadap penerimaan pajak. Penelitian ini diharapkan dapat membantu para pemangku kepentingan untuk merumuskan suatu kebijakan yang dapat mengoptimalkan peran berbagai sektor pada perekonomian guna menunjang pertumbuhan ekonomi dan penerimaan perpajakan, karena penelitian ini mengambil objek penelitian di kawasan yang berdekatan dan memiliki kemiripan dengan Indonesia.
Pengaruh Kontribusi Sektor Agrikultur Dan Sektor Industri Dalam PDB Terhadap Penerimaan Pajak Di ASEAN Dengan Variabel Populasi Penduduk Urban Sebagai Moderasi Danang Tricahyono; Suparna Wijaya
Akuntansiku Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/akuntansiku.v2i3.470

Abstract

Pajak merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara yang digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan dan program pembangunan negara. Optimalnya penerimaan pajak suatu negara dapat diukur rasio pajak terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau dikenal dengan istilah tax ratio. Beberapa negara anggota ASEAN masih memiliki tax ratio yang cukup rendah di bawah 15%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kontribusi sektor agrikultur dan sektor industri dalam PDB terhadap penerimaan pajak di negara-negara ASEAN pada periode tahun 2002 hingga 2019 dengan variabel populasi penduduk urban sebagai moderasi. Metode Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan jenis data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kontribusi sektor agrikultur dalam PDB berpengaruh negatif terhadap penerimaan pajak, variabel kontribusi sektor industri dalam PDB dan populasi penduduk urban berpengaruh positif terhadap penerimaan pajak, variabel urbanisasi memperlemah pengaruh variabel kontribusi sektor agrikultur dan sektor industri dalam PDB terhadap penerimaan pajak. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melibatkan seluruh negara di kawasan ASEAN dengan periode waktu penelitian lebih terkini serta dapat mengembangkan metode penelitian yang lebih baru.