Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Game-Based Learning dalam Pembelajaran Pantun di SD/MI: Eksplorasi Media Ular Tangga untuk Keaktifan dan Keterlibatan Siswa Kelas V Adinda Nurhabibah Nasution; Munawir; Taufik; Nur Romdlon Maslahul Adi; Nuril Kartika
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i2.1012

Abstract

The teaching of pantun in elementary schools (SD/MI) has been found to still employ conventional, monotonous teaching methods, resulting in students becoming less enthusiastic, experiencing difficulties in composing pantun according to the rules, and lacking involvement in the learning process. This study aims to describe the implementation of snakes and ladders as a form of Game-Based Learning (GBL) in teaching pantun in fifth grade, analyze the role of teachers in the process, and identify forms of student activity and engagement. The research method used in this study is a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through observation, teacher reflective journals, and interviews with students. The results of the study indicate that the pantun snake and ladder game is effective in creating an active, collaborative, and enjoyable learning atmosphere. Teachers play the role of facilitators, guides, and motivators, maintaining a balance between the structure of learning and the flexibility of the process. Student engagement is reflected in active participation in answering questions, group discussions, and healthy competitive spirit. Most students (around 90%) were able to compose pantun independently according to the rules and rhymes. This GBL strategy successfully fostered students' interest, creativity, and understanding of pantun. These findings recommend the integration of traditional game media in literature learning to improve cultural literacy and learning effectiveness at the elementary school level.
ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI GURU SKI BERBASIS TPACK TERHADAP PENINGKATAN  HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Dinny Arifatul Hidayah; Fathia Nisa’un Nabil; Munawir
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 3 (2026): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/yr6vkn20

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of Islamic Cultural History teacher competencies based on TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) on improving the Higher Order Thinking Skills (HOTS) abilities of Islamic Elementary School (MI) students. This study uses a library research method with data collection techniques in the form of analysis of relevant literature, such as scientific journals, textbooks, and curriculum policies related to is teaching. The data analysis techniques used are content analysis and critical synthesis of various previous research findings. The results of the study indicate that the integration of technological, pedagogical, and material knowledge (TPACK) by IS teachers is a crucial instrument in transforming textual history learning into more interactive and analytical. TPACK competencies have proven effective in facilitating teachers to design learning tools that are able to stimulate critical thinking and creativity of students in accordance with HOTS standards. These findings conclude that strengthening TPACK-based teacher competencies is a fundamental prerequisite for the successful implementation of HOTS-oriented learning at the Islamic Elementary School level.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) terhadap peningkatan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data berupa analisis terhadap literatur yang relevan, seperti jurnal ilmiah, buku teks, dan kebijakan kurikulum terkait pengajaran SKI. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dan sintesis kritis dari berbagai temuan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pengetahuan teknologi, pedagogi, dan materi (TPACK) oleh guru SKI merupakan instrumen krusial dalam mentransformasi pembelajaran sejarah yang bersifat tekstual menjadi lebih interaktif dan analitis. Kompetensi TPACK terbukti efektif dalam memfasilitasi guru untuk merancang perangkat pembelajaran yang mampu menstimulasi nalar kritis dan kreativitas siswa sesuai dengan standar HOTS. Temuan ini menyimpulkan bahwa penguatan kompetensi guru berbasis TPACK menjadi prasyarat fundamental bagi keberhasilan implementasi pembelajaran berorientasi HOTS di jenjang Madrasah Ibtidaiyah.
Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Praktikan PGMI D UIN Sunan Ampel Surabaya dalam Menyusun Media Pembelajaran Berbasis Digital di Madrasah Ibtidaiyah Munawir; Fanny Rahmasari Putri Maulana; Elsa Fithri Rahayu
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v6i1.5769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogic mahasiswa praktikan PGMI D UIN Sunan Ampel Surabaya dalam menyususn media pembelajaran berbasis digital di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Di era Pendidikan digital, calon guru di tuntut tidak hanya menguasi materi, tetapi juga terampil mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa usia dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi produk media digital, wawancara, Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa praktikan memiliki kompetensi pedagogic yang adaptif dengan memanfaatkan platform digital seperti canva, wordwall, dan quizizz untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif. Mahasiswa mampu menyelaraskan aspek visual media dengan tahap perkembangan kognitif siswa MI, meskipun masih ditemukan beberapa kendala. Selain itu, mahasiswa menunjukkan ketangkasan dalam mengatasi keterbatasan infrastuktur di madrasah dengan menyiapkan media cadangan berbasis luring. Secara keseluruhan, integrasi elemen gamifikasi dan evaluasi digital oleh mahasiswa telah memperkuat kualitas pembelajarandi MI, namun tetap diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk menyempurnakan aspek literasi Bahasa dan sinkronisasi kurikulum dalam media instruksional
Peran Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Sejarah Kebudayaan Islam Melalui Discovery Learning dan Media Digital di Sekolah Dasar Munawir; Pristi Nur Azizah Prinarta Putri; Sulthon Shokhibul Ibrahim
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran profesionalisme guru dalam meningkatkan motivasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada siswa sekolah dasar melalui Discovery Learning dan media digital. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah, buku, dan dokumen relevan yang diterbitkan pada tahun 2019–2026. Data dianalisis secara deskriptif dan kualitatif melalui tahap identifikasi, klasifikasi, sintesis, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar SKI dipengaruhi oleh materi yang abstrak, metode ceramah, dan terbatasnya media interaktif. Profesionalisme guru berkontribusi melalui penguasaan materi, kompetensi pedagogik, komunikasi efektif, dan strategi pembelajaran yang tepat. Integrasi Discovery Learning dan media digital mendukung pengalaman belajar yang aktif dan bermakna sehingga berpotensi meningkatkan keterlibatan siswa. Oleh karena itu, profesionalisme guru berperan penting dalam mengembangkan pembelajaran SKI yang inovatif dan meningkatkan motivasi belajar siswa