Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Percepatan Waktu Terhadap Biaya Proyek Konstruksi Menggunakan Konsep Nilai Hasil Dengan Program Primavera 6.0 (Studi Kasus : Proyek Pelebaran Jalan, Banten). Nuranto, Ambar Suhartina; Hartono, Widi; Rifai, Muji
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.55321

Abstract

Perkembangan proyek konstruksi saat ini menjadi sangat besar dan kompleks. Pertumbuhan nilai konstruksi di Indonesia rata-rata pada tahun 2017-2019 sebesar 1% sedangkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditargetkan mencapai 6% dalam waktu 5 tahun. Karena itu, manajemen konstruksi yang baik sangat dibutuhkan untuk mempelajari, mengatur serta mempraktikkan seluruh kegiatan yang ada di sebuah proyek konstruksi. Pada penelitian ini digunakan metode nilai hasil dan juga ditunjang dengan Primavera 6.0. Metode ini menganalisis kinerja pelaksanaan dan membuat perkiraan penyelesaian proyek yang memberikan informasi tentang kinerja proyek dalam periode pelaporan dan perkiraan biaya produksi serta waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan proyek. Data yang diperlukan yaitu rencana anggaran biaya (RAB), kurva-S, dan laporan mingguan. Dari asil analisis data yang dilakukan pada proyek pelebaran jalan menunjukkan pengerjaan proyek yang awalnya direncanakan selesai selama 367 hari mundur menjadi 424 hari. Nilai kontrak awal proyek sebesar Rp. 76.970.691.038,18 dengan prakiraan biaya penyelesaian proyek Rp. 69.956.635.970 sehingga terdapat sisa anggaran Rp. 7.014.055.068. Karena terjadi keterlambatan maka dilakukan analisis untuk mengatasi keterlambatan. Dengan skenario percepatan jam kerja shift didapatkan hasil percepatan selama 35 hari, yang semula 203 hari menjadi 168 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 172.982.672. Dengan skenario percepatan penambahan tenaga kerja didapatkan percepatan selama 35 hari, yang semula 203 hari menjadi 168 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 95.553.848. Selanjutnya dengan skenario percepatan penambahan alat berat didapatkan hasil percepatan sebesar 68 hari, yang semula 203 hari menjadi 135 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 1.690.580.160 
Pengelolaan Terhadap Pemanfaatan Air Tanah di Kabupaten Demak Rifai, Muji
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.50094

Abstract

Pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi telah meningkatkan kebutuhan manusia terhadap air, salah satunya kebutuhan air bersih. Seperti halnya masyarakat di Kabupaten Demak saat ini mengalami kekurangan dalam hal pemenuhan air bersih yang disebabkan keterbatasan sumber air baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pemanfaatan potensi air tanah merupakan salah satu harapan, guna memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui potensi/ketersediaan air tanah dan kebijakan pengelolaannya, serta mengkaji dan menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan pengendalian pemanfaatan air tanah. Metode yang digunakan yaitu menggunakan analisis neraca air (water balance), dimana dari neraca air tersebut dapat dibandingkan antara ketersediaan air tanah dengan pemanfaatan air tanah serta dilakukan analisis proyeksi pemanfaatan selama 25 tahun mendatang, kemudian dilihat apakah masih bisa terpenuhi (surplus) atau tidak (defisit) sehingga dapat pilih kebijakan yang tepat dalam pengelolaannya yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, konservasi, pengendalian daya rusak dan pendayagunaan. Kabupaten Demak memiliki 2 (dua) cekungan air tanah lintas kabupaten/kota yaitu CAT Semarang-Demak dan CAT Kudus, di mana potensi ketersediaan air tanahnya mencapai 1.249 juta m3/tahun. Kemudian pemanfaatan eksisting air tanah di Kabupaten Demak saat ini mencapai 1,402 m3/dtk atau 44.213.472 m3/tahun. Kemudian dari hasil proyeksi 25 tahun ke depan pemanfaatan air tanah mengalami peningkatan ditiap tahunnya dengan nilai rata-rata pemanfaatannya sebesar 72,8 juta.m3/tahun. Hasil neraca air tanah menunjuk
Kajian Value Engineering Pada Proyek Pembangunan Gedung (Studi Kasus: Proyek Transit Oriented Development Pondok Cina) Handayani, Fajar Sri; Claudya, Queen Bilkis; Rifai, Muji
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i2.58881

Abstract

Value engineering merupakan metode pendekatan sistematis dalam menganalisis fungsi sistem sehingga mencapai fungsi esensial dengan biaya yang efisien tanpa mengesampingkan mutu, waktu, serta keselamatan yang diperlukan. Metode yang digunakan adalah studi kasus di Proyek Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina. Value engineering ditujukan untuk mengetahui item pekerjaan arsitektur yang dapat dianalisis lebih lanjut, alternatif material pada pekerjaan arsitektur, besar peghematan biaya yang didapatkan, dan perbandingan biaya yang sudah direncanakan dengan biaya saat sudah dianalisis dengan value engineering. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer yaitu Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan data sekunder berupa daftar harga satuan dasar bahan, peralatan, upah tenaga kerja, data spesifikasi alat, data bahan material, hasil kuesioner, dan literatur yang mendukung penelitian. Tahapan yang dilakukan dalam metode ini terdiri dari tahap informasi, tahap analisis, tahap kreatif, tahap evaluasi, tahap pengembangan, dan tahap presentasi. Analisis value engineering menggunakan metode paired comparison. Dari hasil analisis value engineering didapatkan 2 item pekerjaan dari 3 item pekerjaan yang dapat dilakukan penghematan. Total penghematan adalah sebesar Rp. 2.689.036.541 atau 3% dari total biaya pekerjaan arsitektur sebesar Rp. 89.869.880.200.
Analisis Optimasi Biaya Dan Waktu Proyek Dengan Metode Time Cost Trade Off Menggunakan Aplikasi Primavera P6 (Studi Kasus Proyek Gedung Teknik Universitas Jendral Soedirman) Jati, Adam Satrio; Setiono, Setiono; Rifai, Muji
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.112 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.55435

Abstract

Konstuksi di Indonesia memegang peran penting dalam memajukan pertumbuhan dan perkembangan Indonesia. Pada tahun ini pihak pemerintah maupun swasta sedang gencar melakukan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak terkecuali dari pihak instansi pendidikan, salah satunya yaitu Universitas Jenderal Soedirman yang memiliki proyek pembangunan gedung fakultas teknik. Pembangunan ini dimaksudkan untuk memudahkan kegiatan perkuliahan di universitas tersebut. Proyek gedung fakultas teknik unsoed memiliki potensi untuk dioptimalisasi sehingga pekerjaan lebih efisien dan cepat selesai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode Time Cost Trade Off yang merupakan metode untuk menganalisis percepatan proyek. Metode ini diaplikasikan dengan cara menguji semua kegiatan dalam proyek tersebut untuk berpusat pada kegiatan yang berada di jalur kritis. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui estimasi waktu dan biaya untuk penyelesaian proyek setelah dilakukan optimasi serta dapat dibandingkan dengan hasil penjadwalan eksisting. Data yang dibutuhkan seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Time Schedule pelaksanaan didapatkan dari pihak proyek. Dari data sudah dikumpulkan kemudian diinput kendalam program Primavera P6 untuk dianalasis.
PENERAPAN ANALISIS KONSEP NILAI HASIL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DINAS PERHUBUNGAN SURAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI PRIMAVERA P6 Permana, Aditya Putra; Setiono, Setiono; Rifai, Muji
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i2.63024

Abstract

Pesatnya perkembangan di bidang konstruksi di Indonesia menimbulkan persaingan usaha yang juga semakin ketat, tentunya hal tersebut menjadi tuntutan bagi para pelaku usaha konstruksi untuk mampu bersaing.. Pada penelitian ini fokus penelitian pada pembangunan suatu gedung yang merupakan sebuah proyek besar bagi pelaku konstruksi. Dalam proyek tersebut membutuhkan manajemen yang baik agar hasil dari proyek tersebut sesuai dengan yang sudah direncanakanPenelitian ini fokus menganalisis permasalahan pengendalian waktu dalam pelaksanaan proyek pembangunan gedung Dinas Perhubungan Surakarta. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis, proyek pembangunan Gedung Dinas Perhubungan Surakarta memiliki konsep konstruksi bangunan gedung 3 lantai dengan lahan parkir bus Dinas Perhubungan pada bagian lantai dasarnya.menganalisi konsep nilai hasi yang terdiri dari biaya (anggaran), waktu (jadwal) dan mutu (kinerja) pada proyek pembangunan gedung Dinas Perhubungan Surakarta dengan menggunakan program aplikasi Primavera P6. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan analisis deskriptif, yaitu suatu strategi pemecahan masalah yang ada dengan mengumpulkan, menganalisis dan meringkas data untuk sampai pada kesimpulan akhir. Pada penelitian ini teknik analisis data yang digunakan yakni menerapkan rumus earned value management (EVM). Didapatkan hasil bahwa besar simpangan atau perbedaan terhadap perbandingan antara EAC (Estimate at Completion) atau perkiraan biaya yang harus dikeluarkan dengan Actual Cost sampai proyek selesai sebesar 0,0167%. Berdasarkan rancangan kalender kerja pada proyek tersebut juga diperoleh penambahan waktu pelaksanaan dikarenakan adanya kasus penyebaran pandemi Covid-19 yang semula waktu pelaksanaan sebanyak 22 minggu bertambah menjadi 26 minggu.Adanya perubahan waktu pelaksanaan mengakibatkan jumlah tenaga kerja selama pandemi Covid-19 pun menjadi berkurang, setelah berlakunya SK Adendum Wali Kota dan Penambahan waktu pelaksanaan juga membuat perubahan estimasi biaya dari anggaran yang sudah direncanakan. Adapun biaya total awal AC sebelum Addendum pada proyek adalah Rp 4.610.757.300,12 dengan penambahan biaya AC sebesar Rp 312.077.464,92. Sehingga total biaya AC pada proyek menjadi Rp 5.106.482.779,27 dengan nilai kotrak awal proyek sebesar Rp 5.500.288.000,00.
ANALISIS PERCEPATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MTSN 4 SRAGEN DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF ANALYSIS DENGAN SOFTWARE PRIMAVERA 6.0 Himawan, Alif Yudhi; Setiono, Setiono; Rifai, Muji
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.71921

Abstract

Percepatan proyek ialah usaha menyelesaikan suatu proyek agar lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Pelaksanaan proyek pembangunan gedung MTSN 4 Sragen harus dipercepat karena Pemerintah Kabupaten Sragen memprioritaskan proyek ini agar segera bisa dilakukan kegiatan mengajar di sekolah. Percepatan proyek pembangunan gedung MTSN 4 Sragen menggunakan metode TCTO (Time Cost Trade Off) dan dibantu aplikasi Primavera 6.0 guna mempermudah penjadwalan waktu dan perancangan biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total durasi dan biaya untuk menyelesaikan proyek sebelum dan setelah dilakukan percepatan dengan skenario penambahan tenaga kerja maupun waktu kerja, dan alternatif yang lebih ekonomis dari skenario tersebut. Hasil analisis percepatan proyek didapatkan total waktu penyelesaian proyek memakai metode penambahan jam kerja adalah 139 hari (lebih cepat 20 hari daripada waktu eksisting) menyebabkan kenaikan biaya yang ditunjukkan dengan total kenaikan biaya penyelesaian proyek sebesar Rp63.117.565,13. menjadi Rp3.586.859.474,13., sedangkan dengan metode penambahan tenaga kerja ialah 141 hari (lebih cepat 18 hari daripada waktu eksisting) dan mengalami penurunan biaya sebesar Rp22.376.088,9. menjadi Rp3.501.365.820,02. dari biaya proyek normal yaitu Rp3.523.741.909. dengan durasi normal proyek 159 hari. Alternatif yang lebih ekonomis untuk menyelesaikan proyek adalah dengan menggunakan metode penambahan jumlah tenaga kerja dikarenakan adanya penurunan biaya total dan lebih cepat dari waktu normal proyek.Kata Kunci : Time Cost Trade Off, Primavera 6.0
Pengoptimalisasian Waktu dan Biaya pada Proyek Pembangunan Gedung Asrama 5 Lantai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan di Sumatera Barat dengan Menggunakan Aplikasi Primavera P6 Setiono, Setiono; Rifai, Muji; Immanuel, Ivander
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.472 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.55079

Abstract

Proyek Pembangunan Gedung Asrama 5 Lantai LPMP di Sumatera Barat, lembaga ini bertugas untuk melaksanakan penjaminan mutu, pengembangan model dan kemitraan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Gedung Asrama LPMP ini mempunyai luas lahan 1500 m2 yang terdiri dari 5 Lantai serta satu Roof Top yang mampu menampung 500 orang setiap harinya. Proyek Pembangunan Gedung Asrama 5 Lantai LPMP di Sumatera Barat membutuhkan biaya total sebanyak Rp 10.155.457.429,60, dan durasi total yaitu 145 Hari. Untuk itu, diperlukannya suatu program atau aplikasi perangkat lunak untuk membantu manusia dalam menyusun dan menghitung data-data proyek tersebut secara akurat dan cepat. Program Primavera Project Planner P6 merupakan salah satu aplikasi penjadwalan untuk menghitung serta mengoptimalisasikan proyek tersebut  dari segi biaya dan waktu proyek sehingga didapatkan hasil yang seoptimal mungkin. Pengoptimalisasian proyek dihitung menggunakan metode Time Cost Trade Off dengan menambahkan jam kerja lembur dan menambahkan jumlah tenaga kerja pada pekerjaan kritis proyek. Setelah dihitung menggunakan metode tersebut, didapatkan data baru setelah di optimasi, dan dimasukkan kedalam Program Primavera Project Planner P6 untuk didapatkan total biaya dan durasi proyek setelah dioptimasi. Hasil yang didapatkan yaitu dengan menggunakan metode penambahan jam kerja lembur, total biaya dan durasi proyek menjadi Rp 10.354.117.835 dan 133 hari (selisih total biaya proyek dengan sebelum dilakukan pengoptimasian adalah Rp 198.660.406,13 dan selisih waktunya 12 hari). Sementara itu, dengan penambahan jumlah tenaga kerja, total biaya dan durasi proyek menjadi Rp 10.238.473.806,75 dan 124 Hari (selisih total biaya proyek dengan sebelum dilakukan pengoptimasian adalah Rp 83.016.377,15 dan selisih waktunya 21 hari). Dengan metode perhitungan pada 1 pekerjaan kritis saja, didapatkan bahwa durasi proyek berkurang sebanyak 3 hari dan biaya proyek berkurang sebanyak Rp 10.279.030,80.  Maka dari itu, metode penambahan jam kerja lembur pada 1 pekerjaan kritis saja dinilai lebih efisien karena mempercepat proyek sebanyak 3 hari dan mengurangi biaya sebanyak Rp 10.279.030,80.