Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK KULIT BUAH JENGKOL (Pithecellobium Jiringa (Jack) Merr) PADA MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI Natasia Rahajeng, Vika; Noprizon, Noprizon; Rendowaty, Agnes; Wibowo, Viko Duvadilan; Harmiming, Harmiming
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v8i1.95

Abstract

Diare adalah suatu kondisi dimana frekuensi buang air besar cair terjadi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji efek antidiare dari ekstrak etanol kulit buah jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack) Merr) terhadap mencit putih jantan galur swiss webster. Dilakukan dengan cara memberikan oleum ricini sebagai penginduksi diare. Aktivitas antidiare ekstrak etanol kulit buah jengkol (EEKBJ) dibandingkan dengan Loperamid-HCl 0,0052 mg/20 grBB. EEKBJ1, EEKBJ2, EEKBJ3 berturut-turut dengan dosis 125, 250 dan 500 mg/kgBB secara signifikan (p<0,05) menurunkan berat feses serta mampu menunda terjadinya diare pada mencit jantan galur swiss webster yang diinduksi oleh oleum ricini sebanyak 0,5 ml dibandingkan dengan kontrol negatif (Tween 80 2%). EEKBJ1 dan EEKBJ2 menunjukkan efek antidiare, sedangkan EEKBJ3 dibandingkan kontrol positif (Loperamid-HCL 0,0052 mg/20 grBB) tidak berbeda bermakna dalam menunda terjadinya diare (p>0,05). Pada pengujian lintas norit, EEKBJ1 dan EEKBJ2 dibandingkan dengan kontrol positif berbeda bermakna ((p<0,05), sedangkan EEKBJ3 dibandingkan dengan kontrol positif tidak berbeda bermakna (p>0,05). Uji statistik menggunakan uji analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey.
FAKTOR KEPUTUSAN MAHASISWA FARMASI STIFI BHAKTI PERTIWI DALAM PEMBELIAN OBAT BEBAS DI KOTA PALEMBANG Indrawati, Budi; Rahajeng, Vika Natasia; Wibowo, Viko Duvadilan
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v8i1.101

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan pengobatan sendiri, dampak ketersediaan obat bebas di apotik, toko obat, minimarket bahkan di warung. Upaya pengobatan sendiri tidak sepenuhnya kurang baik, namun penggunaan obat-obatan dari pengobatan sendiri dalam jangka waktu lama cendrung berbahaya. Strategi komunikasi yang berbasis data mengenai situasi masyarakat, yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam pemilihan obat yang aman, bermanfaat, dan bermutu perlu dirancang sehingga menghasilkan komunikasi, edukasi yang baik dan komprehensif agar tujuan pemberdayaan masyarakat tercapai. Perilaku dalam membeli dipengaruhi salah satunya faktor psikologis, yaitu faktor motivasi, persepsi, pembelajaran, serta sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan Motivasi, Persepsi, Pengetahuan dan Sikap terhadap Keputusan Pembelian obat bebas di Kota Palembang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data primer dan skala Likert. Sampel 140 responden mahasiswa farmasi. Alat analisis dengan SPSS v.26. Hasil penelitian dan kesimpulan menunjukkan secara parsial Motivasi dan Sikap berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian obat bebas, sedangkan secara parsial Persepsi dan Pengetahuan tidak berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian obat bebas, dan secara simultan Motivasi, Persepsi, Pengetahuan dan Sikap berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian obat bebas, artinya model penelitian ini layak. Saran untuk penelitian lebih lanjut perlu untuk menambah variabel faktor perilaku konsumen lainnya.
Gambaran Faktor Risiko Kanker Endometrium di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada Tahun 2020 – 2022 Erfiandi, Febia; Balqis, Shalma Alaika Aurel; Salima, Siti; Mantilidewi, Kemala Isnainiasih; Kurniadi, Andi; Wibowo, Viko Duvadilan
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 3 November 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v6i3.578

Abstract

Tujuan: Mengetahui faktor risiko pasien kanker endometrium di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada Tahun 2020 – 2022.Metode: Penelitian metode deskriptif dengan menggunakan data sekunder. Kriteria inklusi yaitu pasien dengan diagnosis utama kanker endometrium.Hasil: Mayoritas pasien kanker endometrium berusia 50 – 59 tahun (34,8%), multipara (40,9%), Indeks Masa Tubuh ≥25 kg/m2 (33,2%), usia menarche ≥12 tahun (68,8%), tidak memiliki riwayat infertilitas (49,0%), belum menopause (36,4%), tidak memiliki riwayat terapi hormon (74,1%), pasien tidak memiliki riwayat kanker/lynsch syndrome (71,7%), tidak memiliki riwayat keluarga dengan lynch syndrome (75,7%), tidak menggunakan kontrasepsi (42,5%), dan tidak memiliki riwayat hipertensi (72,9%).Kesimpulan: Pasien kanker endometrium di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode tahun 2020 – 2022 ditemukan paling banyak pada rentang usia 50 – 59 tahun, status paritas yaitu multi para (≥2 kelahiran hidup), indeks massa tubuh ≥25 (obesitas), belum menopause, usia menarche ≥12 tahun, tidak memiliki riwayat terapi hormon, tidak terdapat riwayat infertilitas, pasien tanpa riwayat kanker, tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker, tidak menggunakan kontrasepsi, dan tidak memiliki riwayat hipertensi.Overview of Endometrial Cancer Risk Factors at RSUP Dr. Hasan Sadikin in 2020 - 2022AbstractObjective: Indentifying the risk factor of endometrial cancer patients at RSUP Dr. Hasan Sadikin in 2020 - 2022.Method: This research used descriptive method by collecting secondary data. The inclusion criteria was patients with primary diagnosis of endometrial cancerResults: In this research, the majority of endometrial cancer patients were aged 50 - 59 years (34,8%), multiparous (40,9%), with body mass index ≥25 kg/m² (33,2%), menarche age of ≥12 years (68,8%), no history of infertility (49,0%), not menopausal yet (36,4%), no history of hormone therapy (74,1%), no patient history of cancer/Lynch syndrome (71,7%), no family history of lynch syndrome (75,7%), no history of contraceptive use (42,55), and no history of hypertension (72,9%).Conclusion: In 2020 - 2022, endometrial cancer patient in Dr. Hasan Sadikin Central General Hospital Bandung were mostly foung in the aged range 50 - 59 years, multiparous, obesity, not menopausal yet, menarche age of ≥12 years, no history of hormone therapy, no patient and family history of cancer, no history of contraceptive use and hypertension.Key words: Endometrial cancer, risk factor, descriptive study
Outcomes of Total Laparoscopic Hysterectomy Versus Total Abdominal Hysterectomy with Bilateral Salpingo-Oophorectomy in Endometrial Carcinoma Wibowo, Viko Duvadilan; Erfiandi, Febia; Bayuaji, Hartanto
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 9 Number 1 March 2026
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v9i1.1019

Abstract

Objective: Management of endometrial carcinoma may involve total hysterectomy with bilateral salpingo-oophorectomy (TH-BSO), performed either laparoscopically or via laparotomy. This evaluation is crucial for assessing recovery and determining appropriate follow-up care in patients with endometrial cancer based on the ECOG Performance Status.Methods: This retrospective cohort study examined data from patients who underwent THBSO at Dr. Hasan Sadikin Hospital in 2024. The primary outcome measured was ECOG performance status at one month and six months post-surgery. The analysis was conducted using the Mann-Whitney U test to compare ECOG scores between the laparoscopic and laparotomy groups. Result: Of the 47 patients (28 laparotomies and 19 laparoscopies), the Mann-Whitney U test results for the ECOG score one month postoperatively showed no significant difference between patients who underwent THBSO with laparoscopic and laparotomy techniques (p = 0.921). However, the results of the 6-month postoperative ECOG score test indicated a significant difference between the two groups (p = 0.026), with better outcomes in the laparoscopic group. Conclusion: ECOG performance status after laparoscopy in endometrial cancer cases was better than after laparotomy. AbstrakTujuan: Penatalaksanaan karsinoma endometrium dapat dilakukan dengan histerektomi total disertai salpingo-ooforektomi bilateral, yang dilakukan baik secara laparoskopi maupun melalui laparotomi. Penilaian ini penting untuk mengevaluasi proses pemulihan dan menentukan tata laksana tindak lanjut yang tepat pada pasien kanker endometrium berdasarkan ECOG Performance Status.Metode: Studi kohort retrospektif ini menganalisis data pasien yang menjalani HTSOB di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada tahun 2024. Luaran utama yang dinilai adalah ECOG performance status satu bulan dan enam bulan postoperatif. Analisis dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan skor ECOG antara kelompok laparoskopi dan laparotomi.Hasil: Dari 47 pasien (28 laparotomi dan 19 laparoskopi), hasil uji Mann-Whitney U terhadap skor ECOG satu bulan postoperatif menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara pasien yang menjalani HTSOB dengan teknik laparoskopi dan laparotomi (p = 0.921). Sedangkan hasil uji skor ECOG 6 bulan postoperatif menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0.026), dengan hasil lebih baik pada kelompok laparoskopi.Kesimpulan: ECOG performance status pasca laparoskopi pada kasus kanker endometrium lebih baik daripada laparotomi.