Basri Dahlan, Basri
Politeknik Negeri Balikpapan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN KOMPETENSI AIR CONDITIONING (AC) BAGI GURU SMK BIDANG KETEKNIKAN KOTA BALIKPAPAN Akbar, Syaeful; Anhar, Wahyu; Dahlan, Basri
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2253.512 KB) | DOI: 10.28989/kacanegara.v3i1.585

Abstract

Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan merupakan sektor energi sehingga banyak terdapat industri perminyakan, gas, dan pertambangan, termasuk industri pendukung seperti alat berat, dan otomotif (light vehicle). Sinkronisasi elemen kompetensi SMK terhadap stakeholders/industri adalah mutlak harus dikuasai siswa/siswi SMK. Salah satu kompetensi dalam bidang alat berat, dan otomotif adalah kompetensi air conditioning (AC). Penguasaan kompetensi AC menjadi penting demi menunjang perangkat kerja alat berat, dan otomotif. Minimnya kompetensi guru dan alat praktek AC di sekolah menjadi latar belakang dilakukannya kegiatan pelatihan kompetensi AC bagi para guru SMK bidang keteknikan. Tujuan kegiatan pelatihan adalah peningkatan kompetensi AC bagi pada guru, dan mampu membuat alat praktek AC secara mandiri. Materi teori meliputi konsep AC, sistem kerja, perhitungan dan desain AC, dan refrigerant. Kegiatan praktek menitikberatkan pada perancangan, perakitan, dan pembuatan alat praktek AC. Penilaian keberhasilan pelatihan dilakukan menggunakan perangkat kuesioner yang dibagikan kepada peserta pelatihan. Variabel penilaian meliputi efisiensi waktu, kualitas materi, kualitas narasumber, sarana prasarana teori/praktek, dan pelayanan panitia. Berdasarkan hasil penilaian bahwa pelatihan telah diselenggarakan dengan baik. Diakhir kegiatan pelatihan, dilakukan penyerahan alat praktek AC yang digunakan dalam kegiatan pelatihan kepada salah satu SMK peserta pelatihan.
Pelatihan Rancang Bangun Smart home Berbasis IoT Untuk Siswa SMAIT Al Auliya Balikpapan Yanti, Nur; Rachman, Fathur Zaini; Lesmideyarti, Dwi; Ihsan, Ihsan; Prasetyo, Mikail Eko; Sulistyo, Totok; Dahlan, Basri
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v14i3.34987

Abstract

Students now frequently use smartphones to access the Internet, demonstrating their proficiency with technology. Students who collaborate in groups to develop innovative goods and Internet of Things (IoT)-based smart home systems benefit from the project-based learning method in the classroom. Students are trained and mentored to create new works, such as scientific publications in the form of scholarly articles and prototypes with remote control of electrical gadgets in residential houses over the internet. For students with a vocational education background, such as those attending Vocational High Schools (SMK), technology-based instruction is typically pertinent. However, SMAIT Al Auliya Balikpapan students who have a general education background and are used to science instruction like the National Science Olympiad (OSN) received IoT information technology training in this community service project. As a result, the training offered to SMAIT Al Auliya Balikpapan students is unique and highly engaging. Using the waterfall technique through phases of problem-solving and communication with partners, creating learning guide modules as instructional resources, putting training and student mentoring into practice, and evaluating. One of the outcomes is a house prototype with a smart home system that allows users to remotely manage doors, fans, and lights via an Android smartphone with an internet connection. With real-time smartphone monitoring of the room temperature, humidity, door access, and the on/off status of household electronics, the student-designed system improves home security. It is advised that Android devices be always connected to a reliable internet network in order to preserve the monitoring system's continuity and guarantee that it operates in real-time without any delays. Additionally, as a result of the creative product design and development, students have authored a scientific study on the subject of Android-based smart homes that will be published. Students should have access to trainings or extracurricular activities pertaining to emerging technologies in an attempt to enhance their knowledge, abilities, mastery, and technological updating.
Pelatihan Kompetensi Air Conditioning (AC) Bagi Guru SMK Bidang Keteknikan Kota Balikpapan Akbar, Syaeful; Anhar, Wahyu; Dahlan, Basri
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v3i1.585

Abstract

Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan merupakan sektor energi sehingga banyak terdapat industri perminyakan, gas, dan pertambangan, termasuk industri pendukung seperti alat berat, dan otomotif (light vehicle). Sinkronisasi elemen kompetensi SMK terhadap stakeholders/industri adalah mutlak harus dikuasai siswa/siswi SMK. Salah satu kompetensi dalam bidang alat berat, dan otomotif adalah kompetensi air conditioning (AC). Penguasaan kompetensi AC menjadi penting demi menunjang perangkat kerja alat berat, dan otomotif. Minimnya kompetensi guru dan alat praktek AC di sekolah menjadi latar belakang dilakukannya kegiatan pelatihan kompetensi AC bagi para guru SMK bidang keteknikan. Tujuan kegiatan pelatihan adalah peningkatan kompetensi AC bagi pada guru, dan mampu membuat alat praktek AC secara mandiri. Materi teori meliputi konsep AC, sistem kerja, perhitungan dan desain AC, dan refrigerant. Kegiatan praktek menitikberatkan pada perancangan, perakitan, dan pembuatan alat praktek AC. Penilaian keberhasilan pelatihan dilakukan menggunakan perangkat kuesioner yang dibagikan kepada peserta pelatihan. Variabel penilaian meliputi efisiensi waktu, kualitas materi, kualitas narasumber, sarana prasarana teori/praktek, dan pelayanan panitia. Berdasarkan hasil penilaian bahwa pelatihan telah diselenggarakan dengan baik. Diakhir kegiatan pelatihan, dilakukan penyerahan alat praktek AC yang digunakan dalam kegiatan pelatihan kepada salah satu SMK peserta pelatihan.