Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UNRAVELING THE ENVIRONMENTAL FOOTPRINT OF PLASTICS AND CHEMICALS ON MARINE FOOD NETWORKS Iskandar Tuasamu; Ikbal Nurullah Fajar; Sigit Sugiardi
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 2 No. 12 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing accumulation of plastics and chemical pollutants in marine ecosystems has become a critical environmental concern, threatening biodiversity, food web stability, and human health. Plastics, particularly microplastics and nanoplastics, not only persist in the environment but also act as vectors for toxic chemical compounds such as persistent organic pollutants (POPs), heavy metals, and per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS). This study aims to unravel the combined environmental footprint of plastics and associated chemicals on marine food networks by synthesizing findings from recent empirical and modeling studies. A systematic literature review (SLR) was conducted using Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, and MDPI databases, covering publications from 2015 to 2025. Forty-two peer-reviewed articles were selected based on PRISMA 2020 guidelines, focusing on topics related to microplastic contamination, chemical pollutant interactions, bioaccumulation, and trophic transfer. Data were analyzed through descriptive and thematic analysis, identifying key pathways, ecological impacts, and knowledge gaps. Findings reveal that microplastics facilitate the adsorption and transport of chemical pollutants through ingestion and trophic transfer, leading to bioaccumulation and, in some cases, biomagnification across trophic levels. Combined exposure induces oxidative stress, endocrine disruption, growth inhibition, and reproductive failure in marine organisms. These synergistic effects disrupt food web dynamics, reduce biomass, and pose emerging risks to seafood safety and human health. The review also identifies critical knowledge gaps in multipollutant interactions, long-term field studies, and integrated modeling approaches. This study emphasizes the need for multidisciplinary research, evidence-based policies, and integrated management strategies to mitigate the dual threats of plastic and chemical pollution. Strengthening global collaboration, enforcing stricter regulations on plastic additives, improving waste management systems, and promoting ocean monitoring programs are essential for safeguarding marine ecosystems and achieving Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 14 (Life Below Water) and SDG 3 (Good Health and Well-being).
DIGITALISASI PEMASARAN PRODUK TURUNAN HASIL PERTAMBANGAN RAKYAT DAN PELATIHAN PEMBUATAN JAMUR TIRAM SERTA PENANAMAN POHON DI PENIRAMAN Dina Octaviani; Sigit Sugiardi; Nur Hidayat; Amung Hidayat; Sigit Nugroho Wahyu; Riska Susanti; Kurniawan Kurniawan; Wenti Lestari; Magdalena Rika; Riski Supianto
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18605

Abstract

Desa Peniraman memiliki potensi ekonomi yang signifikan dari sumber daya pertambangan yang melimpah; namun potensi tersebut kurang dimanfaatkan karena berbagai permasalahan. Promosi produk turunan pertambangan, termasuk peralatan masak tradisional, masih sangat bergantung pada perantara, sehingga harga jual menjadi rendah dan akses pasar menjadi terbatas. Permasalahan ini diperburuk oleh minimnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemasaran digital, pengemasan produk, dan branding, yang melemahkan daya saing produk mereka. Selain persoalan ekonomi, wilayah perbukitan yang telah digali juga memerlukan upaya perlindungan lingkungan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Universitas Panca Bhakti melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bekerja sama dengan PT. Sulenco Wibawa Perkasa dan Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Kabupaten Mempawah dalam melaksanakan sebuah program pemberdayaan masyarakat. Program ini menekankan tiga solusi utama: digitalisasi kegiatan pemasaran untuk meningkatkan penjualan produk terkait pertambangan, pelatihan budidaya jamur tiram sebagai sumber pendapatan alternatif, serta pelaksanaan kegiatan penanaman pohon untuk pemulihan lingkungan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong kesadaran lingkungan, sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dalam pelaksanaan pengabdian untuk menangani permasalahan nyata di masyarakat.
Determinan Percepatan Regenerasi Petani Pada Gapoktan Madiun Bersatu Di Desa Parit Keladi sigit sugiardi; Setyo Utomo; Siswadi; Aleksander Sebayang
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regenerasi petani merupakan isu strategis dalam pembangunan pertanian secara nasional. Fenomena di Desa Parit Keladi, di mana dominasi petani usia lanjut berpotensi menghambat keberlanjutan usaha tani dan kelembagaan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang memengaruhi percepatan regenerasi petani pada Gapoktan Madiun Bersatu, meliputi faktor sosial, ekonomi, kelembagaan, psikologis, dan lingkungan pendukung. Alasan penelitian ini didasarkan pada pentingnya regenerasi petani sebagai prasyarat keberlanjutan sistem pertanian dan ketahanan pangan, serta masih terbatasnya kajian empiris yang secara spesifik menganalisis percepatan regenerasi petani berbasis kelembagaan gapoktan di tingkat desa. Permasalahan utama penelitian ini adalah rendahnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan pertanian dan kelembagaan gapoktan, serta belum teridentifikasinya faktor-faktor kunci yang secara signifikan memengaruhi minat dan keterlibatan mereka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap anggota Gapoktan Madiun Bersatu, termasuk petani muda dan petani senior. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antar variabel determinan percepatan regenerasi petani. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap percepatan regenerasi petani. Faktor ekonomi menunjukkan pengaruh paling dominan terhadap percepatan regenerasi petani. Faktor kelembagaan menunjukkan pengaruh signifikan terhadap regenerasi petani. Faktor psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap regenerasi petani. Secara simultan, keempat faktor (sosial, ekonomi, kelembagaan, dan psikologis) mampu menjelaskan 68,2% variasi percepatan regenerasi petani (R² = 0,682). Angka ini menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan prediksi yang baik, sementara 31,8% sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian