Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : statika

ANALISA KUAT TEKAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN SEDIMEN BENDUNGAN BATANG ILUNG DESA SIBAGASI KECAMATAN PADANG BOLAK KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN Ibnu Maulana Qalam; Suryanti Suraja; Nurhasana Siregar
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan sedimen Bendungan Batang Ilung sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat tekan paving block. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi kadar sedimen sebesar 0%, 20%, dan 30%. Benda uji dibuat berukuran 20 cm × 10 cm × 6 cm, kemudian dilakukan proses perawatan dan pengujian pada umur 7, 14, dan 28 hari. Parameter yang dianalisis meliputi kuat tekan, gradasi agregat, dan kadar lumpur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pasir normal memiliki nilai modulus kehalusan sebesar 2,48 yang tergolong dalam Zona II sehingga memenuhi kriteria sebagai agregat halus, sedangkan sedimen memiliki nilai modulus kehalusan sebesar 1,06 yang menunjukkan karakteristik material sangat halus. Penggunaan sedimen dalam campuran terbukti mempengaruhi nilai kuat tekan paving block. Peningkatan persentase sedimen cenderung menurunkan kuat tekan akibat berkurangnya daya ikat antar partikel, namun pada komposisi tertentu sedimen dapat berfungsi sebagai filler yang meningkatkan kepadatan campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sedimen dalam proporsi terbatas masih mampu menghasilkan paving block dengan mutu yang memenuhi standar. Temuan ini mengindikasikan bahwa sedimen Bendungan Batang Ilung berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif dalam konstruksi, sekaligus mendukung konsep efisiensi sumber daya dan pembangunan berkelanjutan.
ANALISIS BANGUNAN RUMAH ADAT BAGAS GODANG DI TAPANULI SELATAN Suryanti Suraja Pulungan; NURHASANA SIREGAR; Wirna Arifitriana; Abdilah Rahman; Ary Abdillah Hasibuan
STATIKA Vol. 9 No. 2 (2026): Statika Vol 9 No 2 September 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i2.1876

Abstract

Bagas Godang, yang secara harfiah berarti "Rumah Besar", merupakan bangunan adat tradisional suku Angkola di Sumatera Utara yang berfungsi sebagai tempat tinggal raja (pemimpin adat/raja pamsuk) dan pusat pemerintahan adat. Secara arsitektural, Bagas Godang dicirikan dengan konstruksi kayu berbentuk panggung, atap berbentuk tarup silengkung dolok (menyerupai atap pedati atau rumah gadang namun khas Angkola), serta tiang-tiang ganjil yang kokoh. Bagas Godang biasanya terletak bersebelahan dengan Sopo Godang (balai sidang adat) dan masjid, membentuk pusat komunitas adat yang disebut Bona Bulu. Bangunan ini tidak hanya menonjolkan nilai estetika, tetapi juga memuat manifestasi nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal seperti Dalihan Na Tolu, gotong royong, dan musyawarah dalam kepemimpinan. Secara keseluruhan, arsitektur Bagas Godang adalah manifestasi fisik dari identitas budaya dan pandangan hidup masyarakat Tapanuli Selatan yang menghargai keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai adat. Bagas Godang khususnya Tapanuli Selatan menggunakan bahan bangunan kayu dan jenis kayu yang digunakan di Bagas Godang masih menggunakan kayu Ingul dan kayu Kapur dengan menggunakan sambungan bibir miring, sambungan baut dan juga sambungan paku. Pondasi Bagas Godang berupa rumah panggung menggunakan jenis pondasi Umpak dan batukali. Dan jenis jendela model jalusi, dan dimensi kolomnya sebesar 15 x 15 cm.