Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MINAT GENERASI Z TERHADAP KEGIATAN URBAN FARMING Rika Fitri Ilvira
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat generasi z terhadap pertanian dimungkinkan karena kurangnya motivasi dan pengetahuan tentang teknologi tepat guna dalam pertanian. Urban farming sendiri merupakan solusi dalam mengatasi keterbatasan lahan pertanian di perkotaan/daerah urban. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui minat generasi Z dalam penerapan urban farming. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang. Metode penarikan sampel adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi berganda yang dibantu dengan alat analisis SPSS (Statistical Product and Service Solution) 20. Hasil analisis secara parsial menunjukkan terdapat pengaruh motivasi dan kelas peminatan tetapi tidak pada pengetahuan terhadap minat generasi z dalam penerapan urban farming.
PKM Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Rumah Tangga melalui Bimbingan Teknis Pengolahan Keripik Pisang Kepok Rahma Sari Siregar; Retna Astuti Kuswandari; Rika Fitri Ilvira
Pelita Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Pelita Masyarakat, Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i2.8706

Abstract

Housewives are increased to increase family income through the processing of kepok bananas, banana chips. Banana chips are banana chips that are popular and loved by all people. This activity aims to improve the knowledge and skills of housewives in processing banana chips, methods of implementing community service through material presentation and technical guidance for making banana chips. The presentation material was delivered by the PKM Implementation Team. As for the material that will be discussed in banana cultivation, analysis in the banana business. The next method is training in making banana chips, which is in accordance with the quality criteria determined by the Hijrah Banana Chips UMK. Participants who took part in this activity consisted of 19 housewives who live in Percut Sei Tuan District. The analysis technique was carried out through a questionnaire that was given to each participant. Questionnaires were given before and before the implementation of the activity. The results of the questionnaire were then recapitulated and presented in a descriptive form. The results of the activity showed an increase in the knowledge of each participant who attended the technical guidance activity for banana chips processing  
STUDI ANALISIS USAHA TANI BERBAGAI TANAMAN SEREALIA DAN HORTIKULTURA SEBAGAI TANAMAN SELA PADA AREAL TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) KELAPA SAWIT Rika Fitri Ilvira; Khairul Saleh; Sari Damayanti Batubara
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2791

Abstract

Oil palm is an important crop for plantations in Indonesia. In addition to increasing the country's foreign exchange through exports, oil palm plantations are also used as the main source of livelihood for farmers. North Sumatra Province in terms of palm oil production ranks is the fourth level  after Riau, North Kalimantan and West Kalimantan. The problem is when the oil palm plants are immature (TBM), that is, within 2-5 years the farmers have not yet received any results from their farming activities. Several studies have shown that during TBM conditions, oil palm land can be used to grow food crops and horticulture. Searching journals and articles is a method used to obtain secondary data. Case studies of corn and barangan banana plants as intercrops in the oil palm TBM area of smallholder plantations were obtained from interviews with 12 farmers of corn and 8 farmers of Barangan bananas. The results of the study show that the cultivation of food crops and horticulture is possible as intercrop in the TBM area of smallholder oil palm plantations.INTISARI Kelapa sawit merupakan tanaman komoditas perkebunan yang penting di Indonesia. Selain menambah devisa negara melalui eksport, perkebunan kelapa sawit juga dijadikan sebagai mata pencaharian pokok petani. Provinsi Sumatera Utara dari segi produksi kelapa sawit berada diposisi keempat setelah Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat. Permasalahannya pada saat tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) yaitu pada 2-5 tahun, petani belum mendapatkan hasil dari kegiatan usahataninya. Beberapa penelitian menunjukkan saat kondisi TBM, lahan kelapa sawit dapat manfaatkan dengan budidaya tanaman serealia dan hortikultura. Penelusuran jurnal dan artikel merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan data sekunder.  Studi kasus tanaman jagung dan pisang barangan sebagai tanaman sela pada areal TBM kelapa sawit perkebunan rakyat diperoleh dengan wawancara pada 12 petani yang dengan tanaman sela jagung hibrida P21 dan 8 petani dengan tanaman sela pisang barangan. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan budidaya tanaman serealia dan hortikultura layak diusahakan sebagai tanaman sela pada area TBM kelapa sawit perkebunan rakyat. 
PRODUCTION FACTORS OF VANNAMEI SHRIMP ( Litopenaeus vannamei ) USING INTENSIVE AND SUPER INTENSIVE CULTIVATION TECHNIQUES IN PERCUT SEI TUAN DISTRICT, DELI SERDANG DISTRICT Lestari, Ade Aulia; Harahap, Gustami; Ilvira, Rika Fitri
Journal of Agri Socio Economics and Business Vol. 6 No. 01 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jaseb.6.1.113-130

Abstract

This research aims to determine the factors that influence Vaname Shrimp Production in Intensive cultivation and Super Intensive cultivation in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. This research was carried out in February 2003 - March 2023 at Percut Sei Tuan District. This research was carried out purposively (purposive sampling) involving 42 vaname shrimp farmers. Data was obtained through interviews, observations and surveys using a research questionnaire. Data analysis uses multiple linear regression analysis with the Douglas Coob approach. The results of this research show that based on the results of multiple linear regression analysis using the Douglas Coob approach for intensive cultivation, it was concluded that there were no variables that had a significant effect on vaname shrimp production. Based on the results of multiple linear regression analysis tests using the Coob Douglas approach for the super intensive cultivation type, it was concluded that the variables number of fry, amount of feed and number of workers had a positive and significant effect on vaname shrimp production.
Analisis Pendapatan dan Nilai Tambah Ubi Kayu (Manihot Esculenta) Menjadi Tepung Tapioka di UD Ziad Desa Cempedak Lobang Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Berdagai Natasya, Dhea; Ilvira, Rika Fitri
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v6i2.4103

Abstract

Artikel atau tulisan ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi pada pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka dan menganalisis seberapa besar pendapatan dan nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan ubi kayu (Manihot esculenta) menjadi tepung tapioka. Penelitian ini dilakukan pada UD Ziad di Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, dengan fokus pada peningkatan nilai tambah dalam industri pertanian, khususnya dalam hal pengolahan produk pertanian menjadi barang olahan yang memiliki umur simpan lebih lama dan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Data-data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, studi literatur dan dianalisis secara kualitatif.  Kajian ini menyimpulkan bahwa Pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka menghasilkan total biaya produksi Rp 9.921.618. Dari 2.857 kg produk, total penerimaan mencapai Rp 24.713.050. Setelah menambahkan pendapatan dari ampas sebesar Rp 1.050.000, pendapatan bersih adalah Rp 15.841.432. Nilai tambah per kilogram adalah Rp 2.497, dengan rasio 60,61%, dan keuntungan bersih per kilogram mencapai Rp 2.363 (57,37%). Marjin per kilogram adalah Rp 2.704, dengan keuntungan pemilik perusahaan sebesar 87,40%. Analisis ini menunjukkan potensi keuntungan yang signifikan.
Identifikasi Faktor Keberlanjutan Agrowisata : Didesa Sayum Sabah, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang Triana, Nena Triana; Ahmad Rafiqi Tantawi; Rika Fitri Ilvira
Jurnal Agriuma Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Agriuma Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agri.v4i2.9837

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui identifikasi faktor berkelanjutan agrowisata bitra sayum sabah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Agrowisata Bitra Di Desa Sayum Sabah Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 45 responden. Sampel penelitian diperoleh dari Pengunjung, Masyarakat, dan Pedagang. Metode pengambilan sampel penelitian untuk pengunjung, masyarakat, dan pedagang di lakukan dengan metode Incidental Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor infrastruktur yang mendukung keberlajutan agrowisata bitra yaitu jalan masuk, jembatan, parkir, warung, jaringan, tempat sampah, pendopo, toilet, dan musholla. Untuk aspek infrastruktur yang mendukung keberlajutan agrowisata bitra yaitu jalan masuk, jembatan, parkir, tempat sampah, pendopo, toilet. Sedangkan, yang tidak mendukung keberlajutan agrowisata bitra yaitu warung, jaringan komunikasi, mushollah.
Komparasi Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jack) Yang Dikelola Kud Dan Non Kud Lubis, Siti Asyah; Syahbudin Hasibuan; Rika Fitri Ilvira
Jurnal Agriuma Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Agriuma April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agri.v4i1.9841

Abstract

Kerja sama antara petani rakyat dengan perusahaan swasta dan perusahaan negara merupakan hal yang seringkali ditemui dalam agroindustri kelapa sawit. Bentuk kerja sama tersebut salah satunya adalah bergabung dalam KUD (koperasi unit desa), masalahnya banyak petani rakyat yang tidak bergabung dalam KUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatani anggota KUD dan non KUD. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember-Januari 2021, lokasi penelitian di Desa Sinunukan III kecamatan Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal, Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (porposive) dengan pertimbangan Sinunukan III merupakan salah satu wilayah perkebunan kelapa sawit yang memiliki produktivitas tertinggi di desa Sinunukan III. Teknik pengambilan sampel simple random sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 70 petani dengan komposisi 35 orang petani KUD dan 35 orang petani non KUD. Teknik analisis data menggunakan anlaisis pendapatan dan uji beda Mann Whitney, pendapatan rata-rata usahatani kelapa sawit anggota KUD sebesar Rp.18.310.707/Tahun dan non KUD sebesar Rp.28.774528/Tahun. Hasil RCR untuk anggota KUD 1,8 dan non KUD 2,1 artinya petani anggota KUD dan non KUD pada dasarnya sudah efisien untuk dijalankan karena memiliki nilai RCR yang lebih dari satu. Hasil uji beda Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan pendapatan usahatani kelapa sawit antara anggota KUD dan non KUD.
Karakteristik Kimia Permen Jelly Buah Naga dan Daun Kelor Wanda Lestari; Faras Anzely Sukma; Rika Fitri Ilvira; Sudana Fatahillah Pasaribu; Abdul Hairuddin Angkat
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober: Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v2i4.3282

Abstract

Jelly candy is a transparent and clear physical appearance, produced from a combination of fruit juices, gelling agents, or flavoring ingredients. Objectives; To determine the acceptability and chemical quality (calcium, potassium, vitamin C, and water content) of jelly candy made from dragon fruit and moringa leaves. Method; The research used a Completely Randomized Design (CRD) experiment with 5 treatments and 2 repetitions, resulting in 10 experimental designs. Acceptability testing was carried out by 30 moderately trained panelists. Data analysis used Kruskal Wallis and continued with the Bonferroni test. Results; results showed that the optimal formulation was 90 grams of dragon fruit and 10 grams of moringa flour, which was rated positively. The hedonic quality test revealed a purple color, a chewy texture, a flavor predominantly of dragon fruit with a slight taste of moringa leaves. The formulation contained 601 mg of calcium, 112 mg of potassium, 26.77% water, and 10.20 mg of vitamin C per 100 grams. Conclusion; The candy formulation with 90 grams of dragon fruit and 10 grams of moringa flour received a favorable rating, demonstrating a purple color, chewy texture, predominant dragon fruit flavor with a hint of moringa, and appropriate nutritional content.
The Potential Of Natural Resources As Agrotourism In North Sumatera: A Pathway To Community Empowerment Ilvira, Rika Fitri; Arumugam, Nalini
JURNAL AGRICA Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the realm of sustainable agriculture and rural development, agrotourism emerges as a promising avenue for economic growth and community empowerment. This study delves into the potential of agrotourism in North Sumatra, particularly focusing on its physical and non-physical attributes as well as community-based empowerment strategies. The background elucidates the global rise of agritainment activities and the growing significance of agrotourism in Asian countries. Despite the prevalence of agrotourism in Indonesia, North Sumatra has yet to fully harness its potential, with limited development observed in the region. To address this gap, the study employs a mixed-methods approach, utilizing quantitative methods to quantify physical and non-physical potentials, followed by qualitative analysis to explore community-based agrotourism potential. The findings underscore North Sumatra's abundant natural resources, diverse agricultural commodities, and existing social institutions as key drivers for agrotourism development. Moreover, the study highlights the importance of community participation and empowerment in fostering sustainable agrotourism practices. By leveraging these potentials and fostering community engagement, North Sumatra can pave the way for inclusive economic growth, tourism enhancement, and community development. This research contributes to the understanding of agrotourism development strategies and holds implications for sustainable rural development globally.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK BAGI KESEHATAN DAN LINGKUNGAN Amirah, Asriwati; Nalini Arumugam; Rika Fitri Ilvira; Rida Tarigan; Roni Gunawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i8.9470

Abstract

Di Indonesia penyumbang penumpukan sampah terbesar adalah limbah rumah tangga (62%) dimana komposisi utama penyusun limbah rumah tangga tersebut adalah sampah sisa makanan/limbah pengolahan pangan atau biasa disebut sebagai sampah organik (44%) (anonim, 2020). Bahan-bahan organik dari sampah organik tersebut selama ini belum dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Padahal bahan-bahan organik dari sampah organik ini mempunyai potensi yang besar untuk dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna dan bisa mempunyai nilai ekonomi yang cukup besar. Sebenarnya di Pedesaan, sampah organik banyak dimanfaatkan oleh penduduk. Biasanya mereka membuang sampah organik di lahan perkebunan atau pertanian untuk dijadikan pupuk alami. Namun umumnya mereka belum mengolah sampah organik tersebut secara efektif dan kontinyu. Jika sampah organik hanya disebarkan saja di lahan pertanian tanpa ada pengolahan terlebih dahulu, maka unsur-unsur hara yang ada dalam sampah tersebut tidak bisa terserap secara optimal oleh tanaman. Oleh karena itu perlu adanya upaya pengelolaan yang tepat agar sampah organik bisa menjadi sesuatu yang menghasilkan, berguna dan mempunyai nilai ekonomis. Sampah organik diantaranya dapat diolah menjadi pupuk organik, biogas, arang briket, pakan ikan / hewan ternak, kerajinan tangan, dan eco enzyme. Eco enzyme merupakan salah satu alternatif pemanfaatan limbah organik menjadi suatu produk dengan nilai ekonomi dan nilai manfaat yang tinggi.