Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Kuesioner Berbasis Case Based Learning Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Daring Dan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Kuliah Pancasila Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi Inno Cahyaning Tyas; Ninik Sri Rahayu; Farizqi Panduardi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.9571

Abstract

Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia. Arti penting ideologi ini terakumulasi dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Sehingga siswa dapat mengembangkan karakter dirinya sebagai Pancasilais. Pembelajaran daring dimulai saat pandemi tahun lalu. Hal tersebut memiliki permasalahan yaitu kurangnya minat dan semangat siswa dalam belajar. Oleh karena itu, dosen diharapkan memilih metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa perguruan tinggi. Penelitian ini akan mengembangkan angket untuk mengetahui kemampuan berpikir siswa jika pembelajaran dilakukan secara daring. khususnya ingin mengetahui keefektifan pengembangan angket dalam pembelajaran pancasila. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model Plomp. Hasil penelitian dengan angket menunjukkan keefektifan pembelajaran online Pancasila di Politeknik Negeri Bnayuwangi. Ada 20 item dalam kuesioner dengan reliabilitas tinggi 0,862. Untuk pengembangan angket lebih lanjut, validasi ahli memberikan hasil validasi di atas nilai 3 dari 3 indikator, yaitu indikator kesesuaian kurikulum, kemampuan berpikir kritis, dan bahasa yang digunakan. Masing-masing indikator mendapat nilai 3, 67, 3,3, dan 3,42 yang berarti skor keseluruhan baik. Namun untuk meningkatkan persentase setiap indikator keberhasilan pembelajaran Pancasila dengan cara memperbaiki butir pernyataan angket agar persentase validitas menjadi tidak kurang dari 100% terhadap rata-rata skor validasi sehingga diperoleh kriteria validitas sangat tinggi. Kata Kunci: Kuisioner, CBL, Effektivitas, Berpikir Kritis, Pancasila
Analisis User Acceptance Testing Terhadap OLT Network Management System di PT. Semesta Multitekno Indonesia Muh Alfian Falahudin; Farizqi Panduardi; Lukman Hakim
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 8 No. 2 (2024): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v8i2.1180

Abstract

PT Semesta Multitekno Indonesia merupakan perusahaan yang terletak di Kabupaten Banyuwangi bergerak dalam bidang jasa pemasangan internet. Bidang jasa pemasangan internet memiliki permasalahan ketika teknisi lapangan melakukan registrasi ONU (Optical Network Unit) ke OLT (Optical Line Terminal). Teknisi lapangan harus menghubungi admin terlebih dahulu karena aplikasi yang digunakan untuk registrasi hanya bisa diakses melalui terminal komputer. Hal tersebut menghambat pekerjaan teknisi lapangan ketika melakukan pemasangan internet. Oleh karena itu, dibuatlah aplikasi OLT network management system berbasis web untuk mengatasi permasalahan teknisi lapangan yang dapat mempermudah dalam mengaksesnya dan mempersingkat waktu ketika melakukan pemasangan internet. Metode yang digunakan menggunakan UAT (User Acceptance Testing) dengan jumlah poin pertanyaan 8. Hasil penelitian ini dengan persentase 90,625% dengan kriteria sangat baik sesuai dengan tabel skala likert, hal tersebut menunjukkan aplikasi yang dibuat memudahkan teknisi lapangan.
Penerapan Sistem Kependudukan Berbasis Web Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan di Desa Karangbendo Farizqi Panduardi; Dianni Yusuf; Ruth Ema Febrita; Endi Sailul Haq; Agung Bahtiar; Azizatur Rohma
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.1368

Abstract

In 2011, Karangbendo Village in Rogojampi Subdistrict, Banyuwangi Regency, had a population of 6,891 residents spread across five hamlets. However, the village government still lacks a comprehensive and real-time digital database, which has hindered decision-making, particularly in distributing social aid. Data collection is still conducted manually using paper forms and the Dasawisma application, which is considered inefficient, making it difficult for officials to access up-to-date and accurate information. To address this, a web-based population system is being developed to enable digital storage and access, with training for village officials and volunteers to begin data input in July 2024. The project will be implemented in stages, starting with the data input feature, followed by training to reduce errors. After data input, additional training will focus on maximizing the system's features, and progress will be measured by the amount of data successfully entered. The web-based system has now been completed, and training for Dasawisma volunteers and village officials has taken place. System evaluation shows an user acceptance rate 4.13 of 5, with a goal of completing 60% of the population data by December 2024.