Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spermatozoa Quality of Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Chicken at 5oC Storage Supplemented with Glucose in Liquid Semen Diluent J. Junaedi; Nurul Isnaini; Muhammad Halim Natsir; I. Iswati; Trinil Susilawati
Chalaza Journal of Animal Husbandry Vol 8, No 1 (2023): Chalaza Journal of Animal Husbandry
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/chalaza.v8i1.1932

Abstract

This research was conducted to determine the effect of glucose supplementation in liquid semen diluent on the quality of Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) spermatozoa.The chicken used is KUB chicken as many as 8 tails.The research procedure consists of; the manufacture of diluent, collection of semen, dilution of semen, storage, and evaluation of semen.Evaluation of semen was carried out on motility, viability, abnormalities, and plasma membrane integrity at 0 and 3 days of storage.Data were analyzed using the T-test to compare the quality of spermatozoa with added glucose into the liquid semen diluent and without the addition of glucose.The addition of glucose into the diluent was able to maintain spermatozoa motility at 35.00 ± 11.50, spermatozoa viability at 41.42 ± 10.15, and spermatozoa plasma membrane integrity at 82.94 ± 7.42 at 5oC storage for three days.This study concluded that glucose supplementation into liquid semen diluent was able to maintain plasma membrane motility, viability, and integrity at 5oC storage for three days, spermatozoa quality of KUB chickens was able to survive at 5oC storage for three days, and glucose can be added to the liquid semen diluent at a dose of 10 mM.
Infestasi Fasciola sp. pada Hewan Qurban Intan Galuh Bintari; Iswati; Nurdianti
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3418

Abstract

Fasciolosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing Fasciola sp. yang terjadi pada ternak ruminansia yang melalui kontaminasi metaserkaria dalam pakan hijauan maupun air minum ternak. Hewan qurban berpotensi membawa penyakit Fasciolosis bagi manusia. Pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem saat pelaksanaan Idul Adha sangat penting dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat terhadap penularan penyakit yang disebabkan oleh konsumsi pangan asal hewan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kasus Fasciolosis pada hewan qurban di Masjid Al-Islah. Teknik non probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 6 hepar kambing, 7 hepar domba, dan 3 hepar sapi. Diagnosis penyakit Fasciolosis didasarkan pada temuan infestasi parasit cacing Fasciola sp. pada organ hepar saat pemeriksaan post-mortem. Hasil pemeriksaan post-mortem menunjukkan persentase prevalensi sebesar 50% pada sampel hepar kambing, 14,2% pada sampel hepar domba dan 66,6% pada sampel hepar sapi. Tingkat Prevalensi penyakit Fasciolosis pada sapi lebih tinggi daripada pada kambing dan domba, sebab Fasciolosis pada sapi bersifat kronis sedangkan pada domba dan kambing bersifat akut. Selain itu faktor umur, sistem pemeliharaan dan musim juga berpengaruh terhadap tingkat prevalensi Fasciolosis. Studi kasus ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut terkait prevalensi Fasciola sp. di wilayah lain, serta efektivitas metode pencegahan dan pengobatan yang digunakan pada hewan ternak di daerah endemik.