Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengembangan Butir Soal Perbandingan Bertingkat untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Yusri Irawan; Raissa Sa'adah; Amriyatu Thoyibah; Maya Sari; Muslimah Muslimah; Siti A’isyah
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2023): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v5i2.11592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan butir soal perbandingan bertingkat sebagai alternatif instrumen evaluasi dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan tes dan mengumpulkan hasil tes soal pemecahan masalah materi perbandingan bertingkat yang dikerjan oleh mahasiswa pendidikan matematika Universitas Sriwijaya semester 4 kelas Palembang, yang berjumlah 37 orang mahasiswa dengan menggunakan 10 butir soal pilihan ganda dan 3 butir soal uraian yang dilakukan selama sepekan secara daring. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kualitas butir soal dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butir soal pada materi perbandingan bertingkat masih membutuhkan penyempurnaan, terutama dalam memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah siswa. Selain itu, Hasilnya menunjukkan bahwa teknik validasi kualitatif yang digunakan dalam pengembangan soal efektif dalam meningkatkan kualitas butir soal dan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah diberikan soal yang sudah direvisi. Oleh karena itu, disarankan adanya pengembangan butir soal pada materi perbandingan bertingkat yang lebih cocok dengan kemampuan siswa dan mengacu pada aspek kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru maupun peneliti untuk meningkatkan pembelajaran matematika di SMP.
Pendampingan Penyusunan Instrumen Evaluasi untuk Mengukur Computational Thinking Skill Peserta Didik Bagi Guru-Guru Matematika SMP Budi Mulyono; Hapizah Hapizah; Rodi Edi; Regita Dwi Jayanti; Ayu Lestari; Supratik Supratik; Echa Alda Melinia; Azzahra Indah Safitri; Amriyatu Thoyibah; Bellinda Ulviana; Dwi Pebri Yanti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1248

Abstract

Instrumen evaluasi yang digunakan guru selama ini belum fokus pada computational thinking, hal ini disebabkan pemahaman guru terhadap computational thinking masih terbatas. Guru sebagai komponen tidak terlepas dari pembelajaran, perlu memiliki kemampuan yang baik terhadap computational thinking dan kemampuan menyusun instrumen evaluasi yang dapat mengukur computational thinking peserta didik. Sehingga diperlukan  adanya  penelitian yang memperlihatkan secara detail mengenai alat evaluasi keterampilan computational thinking di semua tingkat pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru-guru matematika tingkat SMP di Kabupaten PALI mengenai computational thinking dan pengembangan instrumen evaluasi berbasis computational thinking dalam pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Talang Ubi secara luring pada 6 Agustus 2024 dan dilanjutkan secara daring hingga September 2024 yang diikuti oleh 31 guru dari berbagai SMP di Kabupaten PALI. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap yaitu tahap persiapan, implementasi, pendampingan dan follow up. Kegiatan pelaksanaan pelatihan berupa penyampaian teori dan praktek terkait topik dengan diawali pre test dan diakhiri dengan post test. Hasil pretest menunjukkan bahwa lebih dari 70% peserta memiliki skor di bawah 70, dengan rata-rata nilai sebesar 57,74. Hasil postest menunjukkan bahwa lebih dari 70% peserta menjawab dengan benar, kecuali pada soal mengenai fungsi evaluasi, hanya 44% peserta yang berhasil menjawab dengan benar. Secara keseluruhan, 55,5% peserta memperoleh skor di atas 70. Meskipun pemahaman peserta secara umum sudah baik, masih perlu peningkatan lebih lanjut, khususnya pada aspek abstraksi dan fungsi evaluasi. Respon peserta terhadap kegiatan ini sangat baik, dengan skor rata-rata kepuasan 91,75, diharapkan kegiatan dapat berlanjut di masa mendatang.