Nur Pangesti Apriliyana
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Borneo Tarakan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Optimalisasi Kompetensi Guru Melalui Penulisan Penelitian Tindakan Kelas di Kabupaten Nunukan Degi Alrinda Agustina; Dedi Kusnadi; Nur Pangesti Apriliyana; Ady Saputra; Sucahyo Mas’an Al Wahid
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.763 KB) | DOI: 10.29303/jpimi.v2i1.2100

Abstract

Kemampuan menulis bagi guru sangat penting karena menjadi tuntutan profesi. Bagi pengembangan karir guru wajib memenuhi syarat menulis karya ilmiah. Syarat ini seringkali menjadi penghambat kenaikan jenjang pangkat bagi guru mengingat rendahnya kemampuan dan minat menulis di kalangan guru. Selain menjadi syarat bagi pengembangan karir, menulis juga menjadi sarana bagi pengembangan diri seorang guru. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut dibuat kegiatan Optimalisasi Kompetensi Guru melalui Penulisan Penelitian Tindakan Kelas di Kabupaten Nunukan berupa pelatihan bagi guru Sekolah Dasar di Kabupaten Nunukan. Kegiatan berupa pemaparan materi terkait konsep, penyusunan proposal, laporan PTK serta penulisan artikel Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Selain itu juga melakukan pendampingan penyusunan proposal PTK. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa motivasi dan keterampilan guru dalam menulis Penelitian Tindakan Kelas meningkat. Kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan pendampingan bagi guru yang kana mengajukan kenaikan pangkat. Hal tersebut mendapat dukungan dari dukungan kepala sekolah dan pengawas di Kabupaten Nunukan
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS V SD Nur Pangesti Apriliyana
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 (April 2023)
Publisher : FKIP-Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eduborneo.v10i1.4134

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan ilmu sosial dapat dilihat dari pengalaman prestasinya. Pencapaian tersebut ditunjukkan dengan pencapaian keterampilan yaitu kemampuan memecahkan masalah siswa. Salah satu caranya penggunanaan metode pembelajaran inkuiri yang didasarkan pada kemauan dan pengalaman siswa dalam proses belajar. Penelitian ini menganalisis pengaruh metode pembelajaran keterampilan inkuiri terhadap pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan bagian dari rancangan dalam suatu jenis penelitian eksperimen yang dipilih oleh peneliti adalah quasi eksperimen. Digunakan dalam sampel penelitian 36 siswa kelas sekolah dasar V B. Instrumen penelitian terdiri dari bahan ajar, RPP, LKS, tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil validasi RPP 3,12; materi ajar 3,20; lembar kerja siswa 3,09; tes dan tes kemampuan pemecahan masalah 3.23. Rancangan penelitiannya adalah pretest-posttes control group design. Data yang dikumpulkan penelitian ini adalah sebagai berikut: Kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat dikemukakan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V Sekolah Dasar.Kata Kunci: Keterampilan Pemecahan Masalah dan Metode Inkuiri ABSTRACTThe success of social science can be seen from the experience of its achievements. These achievements are demonstrated by the achievement of skills that are the ability to solve student problems. One way is to use an inquiry learning method based on the will and experience of students in the learning process. This study analyzed the impact of inquiry skills learning methods on student problem-solving. This research is part of a design in a type of experimental research that the researchers choose is quasi-experimental. Used in a study sample of 36 primary school students V B. Research instruments consist of teaching materials, RPP, LKS, problem-solving skills tests. The results of the study showed an average of RPP validation results of 3.12; teaching materials of 3.20; student worksheets of 3.09; tests and tests of problem-solving ability of 3.23. The research project is a pretest-posttes control group design. The data collected in this study is as follows: The ability to solve problems of the experimental class is higher than the control class Based on the research carried out, it can be argued that there is an influence of the inquiry learning method on the problem solving ability of students of the V class of Elementary School.Keywords: Problem Solving Skills and Inkuiri Methods
Deskripsi Kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) dalam Upaya Pengamalan Sila Pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” di Sekolah Dasar Iwan Zulkifli; Nur Pangesti Apriliyana; Nindya Adiasti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v1i1.107292

Abstract

As time progresses, religious education, morality, and character development have weakened. However, if children possess strong religious and moral values from an early age, they are more likely to achieve optimal developmental maturity. This study aims to describe the IMTAQ (Faith and Devotion) activities as an effort to implement the First Principle of Pancasila, "Belief in the One and Only God," at SDN 015 Tarakan. This research uses both primary and secondary data sources. The informants in this study include the principal of SDN 015 Tarakan, Islamic religious education teachers, Christian religious education teachers, and students.The results of the study show that the IMTAQ (Faith and Devotion) activities in an effort to practice the First Principle of Pancasila, "Belief in the One and Only God," have been well implemented at SDN 015 Tarakan. The internalization of the First Principle is evident through IMTAQ activities, both those organized by the school and daily habits instilled by teachers and practiced by students.These activities aim to enhance students’ (spiritual) attitudes so that they are able to apply the First Principle both within and outside the school environment. IMTAQ activities at SDN 015 Tarakan serve not only as an educational program but also as a means to shape students’ character for the better.Thus, the verification or conclusion stage in IMTAQ activities at SDN 015 Tarakan indicates that this program has successfully achieved its objectives. These activities provide not only religious knowledge but also contribute to the development of students’ religious character, which is expected to be reflected in their daily lives.Seiring perkembangan zaman pendidikan agama, moral, karakter menjadi lemah, apabila anak sudah memiliki nilai agama dan moral yang baik sejak dini maka anak mampu mencapai kematangan perkembangan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) dalam upaya pengamalan sila pertama ‘‘Ketuhanan Yang Maha Esa di SDN 915 Tarakan. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, informan pada penelitian ini meliputi kepala sekolah SDN 015 Tarakan, guru agama Islam, guru agama Nasrani, dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) dalam upaya pengamalan sıla pertama ‘‘Ketuhanan Yang Maha Esa telah diterapkan dengan baik di SDN 015 Tarakan Pengantalan sila pertama ‘‘Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dilihat dari kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) baik kegiatan yang di selengarakan oleh sekolah maupun kebsasaan sehari-hari yang guru terapkan dan peserta didik lakukan Kegiatan im bertujuan untuk menambahkan sikap (spiritual) dalam diri peserta didik agar mampu mengamalkan sila pertama dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.Kegiatan IMTAQ di SDN 015 Tarakan tidak hanya berfungsi sebagai program pendidikan, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk karakter siswa yang lebih baik. Dengan demikian, tahap verifikasi atau penarikan kesimpulan dalam kegiatan IMTAQ di SDN 015 Tarakan menunjukkan bahwa program ini telah berhasil mencapai tujuannya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam hal pengetahuan agama, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter religius siswa, yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari mereka.
Analisis Penggunaan Etnopedagogic Pada Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Nur Pangesti Apriliyana; Kusumawati Kusumawati; Ari Rahmi Hasfaraini; Ahmad Siddiq; Novita Yusak Nenogasu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107407

Abstract

The development of critical thinking skills in elementary schools still faces obstacles due to one-way learning approaches that lack integration with students' local cultural contexts.  This study aims to analyze the implementation of ethnopedagogical approaches in enhancing elementary school students' critical thinking skills through the integration of local wisdom values in learning. The study employed a descriptive qualitative approach with research subjects consisting of teachers and 20 elementary school students. Data were collected through learning observations, in-depth interviews, and documentation studies, then analyzed using source triangulation techniques with the Miles and Huberman analysis model. The research findings indicate that the ethnopedagogical approach can enhance students' active involvement in the learning process, with 8 out of 20 students demonstrating good critical thinking abilities in local wisdom materials. Students were more motivated and able to provide rational arguments and draw better conclusions when learning was connected to their local culture, particularly through the use of folktales, traditional games, and local cultural practices. Ethnopedagogy proves effective as an alternative learning approach that not only improves students' critical thinking skills but also strengthens cultural identity and creates more contextual and meaningful learning experiences.Pengembangan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar masih menghadapi kendala karena pembelajaran yang bersifat satu arah dan kurang mengaitkan materi dengan konteks budaya lokal siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan etnopedagogik dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan 20 peserta didik sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber dengan model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan etnopedagogik mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, dengan 8 dari 20 siswa menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang baik pada materi kearifan lokal. Siswa lebih termotivasi dan mampu memberikan argumen yang rasional serta menarik kesimpulan yang lebih baik ketika pembelajaran dikaitkan dengan budaya lokal mereka, terutama melalui penggunaan cerita rakyat, permainan tradisional, dan praktik kebudayaan setempat. Etnopedagogik terbukti efektif sebagai pendekatan pembelajaran alternatif yang tidak hanya meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan menghasilkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.
Pengembangan Media Interaktif "DIDAYA" (Mading Budaya Kaltara) sebagai Pengenalan Budaya pada AUD Ari Rahmi Hasfaraini; Kusumawati Kusumawati; Nur Pangesti Apriliyana; Aldo Maolana; Firda Yunias Leban
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107226

Abstract

There are various cultures that can be introduced to early childhood, such as introducing the diversity of tribes, races, religions, customs and others. Therefore, it is very important for the rest to be introduced to this diverse culture from an early age, so that the next generation still knows their own culture. Early childhood (AUD) is the next generation of the nation and has a high absorption capacity, it is very important to introduce the culture around them. However, the current situation, the lack of children's knowledge about their own culture. The cause is the lack of APE related to the introduction of culture in schools. Therefore, this study seeks to develop interactive media as an introduction to culture to early childhood. The development of this interactive media is important to do because diversity is an extraordinary wealth that must be accepted, maintained, and used as a tool to unite the nation. This study uses the Research and Development (R&D) method with the Borg and Gall model with the results of expert validation of material and media feasibility obtained an ideal of 82% included in the very good category and the results of users reaching a percentage of 90% with a very good category. Therefore, with thw existence of DIDAYA, it is hoped that at the early childhood education level, teachers will find it easier to introduce the local culture around the children in a more enjoyable way.Ada berbagai ragam budaya yang dapat dikenalkan pada anak usia dini, seperti mengenalkan keberagaman suku, ras, agama, adat istiadat dan lain-lain. Maka dari itu, sangat penting bagi sisa untuk dikenalkan dengan budaya yang beragam ini sejak dini, agar generasi penerus tetap mengenal budayanya sendiri. Anak usia dini (AUD) adalah generasi penerus bangsa dan memiliki daya serap yang tinggi, sangat penting untuk mengenalkan budaya disekitarnya. Namun, keadaan sekarang ini, minimnya pengetahuan anak mengenai budaya mereja sendiri. Penyebabnya adalah kurangnya APE yang berkaitan dengan pengenalan budaya yang ada disekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media interaktif sebagai pengenalan budaya kepada anak usia dini. Pengembangan media interaktif ini penting untuk dilakukan karena keberagaman adalah kekayaan luar biada yang harus diterima, dipelihara, dan digunakan sebagai alat untuk mempersatukan bangsa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall dengan hasil validasi ahli materi dan kelayakan media diperoleh keidealan 82% termasuk dalam kategori sangat baik dan hasil dari pengguna mencapai persentase 90% dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, dengan adanya DIDAYA ini diharapkan pada jenjang PAUD guru-guru lebih mudah mengenalkan budaya yang ada disekitar anak dengan lebih menyenangkan