Efri Dulie, Efri
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SLBN 1 PALANGKA RAYA Dewi Apriliyanti; Agustina Nugrahini; Efri Dulie
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.168 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gangguan kepribadian adalah pola perilaku yang bersifat menetap dalam persepsi dan pikiran yang berhubungan dengan lingkungan atau dirinya sendiri yang diperhatikan dengan berbagai macam konteks sosial maupun pribadi yang tidak fleksibel, maladaptif, dan menyebabkan adanya beda fungsional dan distres subjektif yang signifikan. Hasil pemantauan kondisi kesehatan pada wanita dan anak-anak sebanyak 52,4% anak usia 6-9 tahun yang berada disekolah dan mengalami disability. Di Indonesia diperkirakan sekitar7 – 10%.Tujuan Penulisan: Menganalisis hubungan pola asuh orangtua dengan tingkat kemandirian personal hygiene di SLBN 1 Palangka Raya.Metode Penelitian: yaitu penelitian korelasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Spearman’s Rank. Dari populasi 60 orangtua siswa dilakukan pengambilan sampel menggunakan sistem simple random sampling mendapatkan 52 sampel.Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji analisa statistik dengan uji spearman’s rho diperoleh nilai P value = 0,001 dengan derajat kemaknaan α = 0,05. 0,0010,05, maka H1 diterima yang artinya menunjukan adanya hubungan pola asuh orangtua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak tunagrahita di SLBN 1 Palangka Raya.Kesimpulan: Ada terdapat hubungan antara pola asuh orangtua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak tunagrahita. Setiap anak tunagrahita memerlukan pola asuh yang baik agar mereka mampu melakukan personal hygiene secara mandiri. Kata Kunci: Pola Asuh, Personal Hygiene, Anak Tunagrahita
Hubungan Hambatan Temporal Dan Geografis Dengan Response Time Pada Kegawatdaruratan Air Di Daerah Lahan Basah Septia Chlaudia Levina; Meilitha Carolina; Efri Dulie
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1550

Abstract

Latar Belakang: Response time merupakan indikator penting dalam pelayanan kegawatdaruratan karena berhubungan dengan keberhasilan penanganan korban. Pada daerah lahan basah, hambatan temporal dan geografis dapat memperlambat pertolongan pada kegawatdaruratan air. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keterlambatan respons dipengaruhi oleh jarak, akses jalan, transportasi, kondisi lingkungan, dan waktu kejadian, tetapi penelitian khusus yang menghubungkan hambatan temporal dan geografis dengan response time pada kegawatdaruratan air di daerah lahan basah belum ada. Tujuan: Mengetahui hubungan hambatantemporal dan geografis dengan response time pada kegawatdaruratan air di daerah lahan basah. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan metode cross-sectional yang dilakukan pada masyarakat di Kelurahan Sabaru, Kota Palangka Raya. Sampel sebanyak 40 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 32 dengan uji korelasi Spearman’s rho.Hasil: Sebagian besar responden mengalami hambatan temporal kategori tinggi (63%), hambatan geografis kategori tinggi (60%), dan response time kategori lambat (57,5%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara hambatan temporal dan response time (p = 0,780; r = 0,046). Nilai r positif menunjukkan hubungan searah, yaitu semakin tinggi hambatan temporal, response time cenderung meningkat, meskipun sangat lemah. Hambatan geografis juga tidak berhubungan signifikan dengan response time (p = 0,802; r = -0,041). Nilai r negatif menunjukkan hubungan berlawanan, yaitu semakin tinggi hambatan geografis, response time cenderung menurun, dengan hubungan sangat lemah. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hambatan temporal dan geografis dengan response time pada kegawatdaruratan air di daerah lahan basah.
Efektifitas Edukasi Video Terhadap Keterampilan Pertolongan Pertama Jatuh Lanjut Usia Pada Kelompok: Pre Eksperimental Winda Agustina Wulandari; Meilitha Carolina; Efri Dulie
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1551

Abstract

Latar Belakang: Kejadian jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia dan dapat menyebabkan cedera, kecacatan, penurunan kualitas hidup, hingga kematian. Rendahnya keterampilan lansia dalam memberikan pertolongan pertama menunjukkan perlunya edukasi yang efektif. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan dapat meningkatkan kemampuan penanganan jatuh pada lansia, namun penggunaan video untuk meningkatkan keterampilan pertolongan pertama masih terbatas. Video penting digunakan karena memadukan gambar, suara, dan demonstrasi sehingga memudahkan lansia memahami dan mengingat langkah pertolongan pertama secara tepat. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi berbasis video terhadap keterampilan pertolongan pertama lansia jatuh pada Kelompok Lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 63 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner keterampilan pertolongan pertama lansia jatuh. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi berbasis video, responden memiliki keterampilan dengan kategori kurang sebanyak 57 responden (90,5%). Setelah diberikan edukasi, responden memiliki keterampilan kategori baik sebanyak 44 responden (69,8%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Testmenunjukkan p<0,05), hal ini menunjukan peningkatan keterampilan yang signifikan setelah pemberian edukasi berbasis video. Kesimpulan: Edukasi berbasis video efektif meningkatkan keterampilan pertolongan pertama pada lansia yang mengalami jatuh sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan untuk meningkatkan kemampuan lansia melakukan penanganan awal kejadian jatuh pada lingkungan komunitas.