Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Cara Petik Buah Kopi Terhadap Pendapatan dan Nilai Tambah di Gapoktan Jaya Bakti Kecamatan Pamijahan - Kabupaten Bogor Sari Anggarawati; Mustopa Mustopa; Anak Agung Eka Suwarnata
JURNAL PERTANIAN Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v14i1.3134

Abstract

Komoditas kopi telah menjadi primadona di sektor perkebunan, menjamurnya kafe-kafe coffe telah mendorong petani, kelompok tani maupun GAPOKTAN melakukan pengolahan untuk mendapatkan nilai tambah. Bahan baku buah kopi yang diperoleh GAPOKTAN berasal dari petani anggota, dengan dua cara pemetikan buah, yaitu petik asalan dan petik merah merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan nilai tambah dari pengolahan kopi robusta (Coffea canephora) berdasarkan bahan baku petik asalan dan petik merah. Penelitian dilaksanakan di GAPOKTAN Jaya Bakti, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Analisis penelitian ini menggunakan komponen-komponen perhitungan pendapatan dan nilai tambah metode Hayami. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan yang diperoleh setelah melakukan pengolahan dari buah kopi petik asalan menjadi kopi beras (green bean) sebesar sebesar Rp 5.549.444,-  kopi sangrai (rosting) sebesar Rp 21.284.888,- dan kopi bubuk sebesar Rp 26.160.322,-. Sedangkan yang berasal dari  buah kopi petik merah menjadi kopi beras (green bean) sebesar Rp 2.229.555,- sangrai (rosting) sebesar Rp 5.169.910,- dan menjadi  kopi bubuk sebesar Rp 6.202.265,-.  Nilai tambah yang diperoleh GAPOKTAN Jaya Bakti dalam kegiatan pengolahan kopi dari hasil petik asalan, yaitu kopi beras sebesar Rp 59.500,- sangrai sebesar Rp 558.200,- bubuk kopi sebesar Rp 1.070.200. Nilai tambah yang diperoleh dari hasil pengolahan kopi petik merah, yaitu kopi beras sebesar Rp 55.000,- sangrai sebesar Rp 324.500,- kopi bubuk sebesar Rp 644.500,-.Kata kunci : Kopi, Petik Asalan, Petik Merah, Pendapatan, Nilai Tambah
PENYULUHAN DAN PELATIHAN TEKNOLOGI PASCAPANEN KOPI DI DESA CINTA RAKYAT, KECAMATAN MERDEKA, KABUPATEN KARO, PROVINSI SUMATERA UTARA Asmanur Jannah; Sari Anggarawati; Dyah Budibruri Wibaningwati; Anak Agung Eka Suwarnata; Ratna Sari Hasibuan
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v4i1.850

Abstract

Abstract Tanah Karo, at the foot of Mount Sinabung, is known as a producer of Arabica coffee. Coffee harvests can still be increased in quantity and quality through good post-harvest handling. Farmers can use to produce quality coffee by providing counseling and training in post-harvest handling of coffee so that the products produced are of high quality and can increase farmers' income. Counseling and training were attended by 20 coffee farmers from Cinta Rakyat Village, and counseling materials were provided on the stages of post-harvest activities, including selecting ripe cherry fruit, processing it with a pulper, fermentation, and drying it. Then, continued training using a pulper to peel the skin and coffee fruit, soak in water, wash, and dry in the sun until the water content is 15% -16% to be stored before being sold. The results of the evaluation of training participants who felt very satisfied were 55% stated that they were satisfied by 45% and participants were able to understand the material given by 85%. Keywords: arabica coffee, Tanah Karo, post-harvest, farmer training, counseling Abstrak Tanah Karo di kaki Gunung Sinabung dikenal sebagai penghasil kopi Arabika. Hasil panen kopi masih dapat ditingkatkan baik kuantitas dan kualitas melalui penanganan pascapanen yang baik. Cara yang dapat dilakukan oleh petani untuk menghasilkan kopi yang berkualitas, yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan dalam penanganan pascapanen kopi agar produk yang dihasilkan berkualitas dan dapat meningkatkan pendapatan petani. Penyuluhan  dan pelatihan diikuti 20 petani kopi dari Desa Cinta Rakyat dengan materi penyuluhan tentang tahapan kegiatan pascapanen meliputi pemilihan buah Cherry masak pohon, pengolahan dengan pulper, fermentasi dan pengeringan. Lalu, dilanjutkan dengan pelatihan menggunakan pulper untuk mengupas kulit dan buah kopi, merendam d alam air, mencuci dan mengeringkan di bawah sinar matahari sampai didapatkan kadar air nya sebesar 15%-16% untuk bisa disimpan sebelum dijual. Hasil evaluasi terhadap peserta pelatihan yang merasa sangat puas sebesar 55%, menyatakan puas sebesar 45% dan peserta dapat memahami materi yang diberikan sebesar 85%. Kata Kunci: kopi arabika, Tanah Karo, pascapanen, pelatihan petani, penyuluhan