p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Hutan Tropika
Radhiatunnisa S. Samad
Forestry Programme, Faculty of Agriculture, Khairun University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resiliensi Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Pada Skema Hutan Kemasyarakatan di Kecamatan Kindang Sulawesi Selatan: Institutional Resilience of Forest Farmer Groups in The Community Forestry Scheme in Kindang Sub-district, South Sulawesi Rusadi, Nusrah; Gare, Kletus Florianus Sera; Selanno, Frenly Marvi; Lamanda, Sukriati Andesti; Samad, Radhiatunnisa S; Sari, Puspa; Apriani, Nurul
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.22878

Abstract

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat membutuhkan kelembagaan lokal yang kuat dan mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan kelembagaan Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan dalam skema Hutan Kemasyarakatan di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret–April 2025 menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, diskusi kelompok terfokus, dan telaah dokumen, serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan kelembagaan berada pada tingkat sedang dengan variasi di berbagai dimensi. Struktur organisasi telah ditetapkan secara formal tetapi belum berfungsi sepenuhnya karena dominasi kepemimpinan dan distribusi wewenang yang tidak merata. Partisipasi anggota masih bersifat simbolis, karena pengambilan keputusan sebagian besar bersifat top-down. Aturan internal ada tetapi diterapkan secara tidak konsisten karena lemahnya sosialisasi, pemantauan, dan penegakan sanksi. Hubungan eksternal relatif kuat tetapi sangat bergantung pada fasilitator, sehingga membatasi independensi internal. Studi ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan kelembagaan hanya dapat dicapai melalui penguatan fungsi organisasi, peningkatan partisipasi anggota, kepastian penegakan aturan yang konsisten, dan pembinaan jaringan kolaboratif dengan aktor eksternal guna mendukung pengelolaan hutan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Stagnasi Skema Hutan Tanaman Rakyat di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan: Stagnation of Community Plantation Forest in Barru Regency, South Sulawesi S. Samad, Radhiatunnisa; Samad, Sofyan; Rusadi, Nusrah; Trianingtyas, Andhira; Hartati, Bunga Resa; Putra, Rizki Auliansyah; Putro, Dhymas Sulistyono
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.23973

Abstract

The Community Plantation Forest (CPF) program was established as a policy instrument to expand community access to forest management, support forest rehabilitation, and improve local livelihoods. However, its implementation in Barru Regency, which holds one of the largest allocations of HTR permits in South Sulawesi, has remained stagnant since the early phase of the program. This study aims to identify the factors influencing the implementation of HTR management and to examine community interest in the program. Data were collected through field observations and interviews conducted with Forest Farmer Group’s (FFGs) using a key informant sampling method. The factors affecting policy implementation were analyzed across five dimensions: policy, institutional arrangements, stakeholders, human resources, and forest resources. The findings indicate that strengthening community capacity and institutional structures, enhancing stakeholder collaboration, and implementing consistent monitoring and evaluation mechanisms are essential to improving the performance and long-term sustainability of the HTR program in Barru Regency.