Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploration of the Process of Making Batik Sendang Duwur as a Physics Teaching Material on Temperature and Heat Fatihatun Nikmah; Nadi Suprapto; Binar Kurnia Prahani; Utama Alan Deta
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v11i2.16340

Abstract

This study explores the concept of physics in local potential, namely hand-drawn batik, by integrating indigenous science with scientific science. The discussion will be related to the physical concepts of temperature and heat transfer at each step or process of making batik, such as heating wax to write batik patterns, dyeing batik cloth, removing batik wax, and drying batik. This research is qualitative research with interview and observation techniques on batik craftsmen in Sendang Duwur Village, Paciran Lamongan. The data analysis technique used refers to the Miles and Huberman model. This study made observations, followed by an exploration of the physics concept of the batik process directly and supported by existing theories. The results of this study there are concepts of physics applied in making Batik Sendang Duwur, especially temperature and heat physics.
Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal dalam Perpektif Filsafat Pendidikan Fatihatun Nikmah; Suyono Suyono; Zainul Arifin Imam Supardi
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n2.p88-95

Abstract

Pembelajaran sains selama ini cenderung dipahami sebagai proses penyampaian pengetahuan ilmiah yang bersifat universal dan bebas nilai, sehingga sering kali terlepas dari konteks sosial dan budaya peserta didik. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran sains menjadi kurang bermakna dan sulit dikaitkan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari integrasi kearifan lokal dalam pengajaran sains, khususnya fisika, sebagai landasan pengembangan pembelajaran yang lebih relevan dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi filosofis dengan analisis konseptual dan telaah literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terkait filsafat pendidikan, filsafat ilmu, serta kajian etnosains dalam rentang 2020–2025. Analisis dilakukan melalui proses reduksi, kategorisasi, dan sintesis argumentatif untuk merumuskan kerangka konseptual integrasi sains dan kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara ontologis, integrasi kearifan lokal menempatkan fenomena ilmiah sebagai realitas yang tidak terlepas dari pengalaman budaya peserta didik, sehingga konsep fisika dapat dipahami secara lebih kontekstual dan aplikatif. Secara epistemologis, dialog antara pengetahuan ilmiah dan pengetahuan lokal mendorong lahirnya strategi pembelajaran yang lebih partisipatif, reflektif, dan konstruktif, memungkinkan peserta didik membangun pemahaman melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial. Secara aksiologis, integrasi tersebut memperkuat dimensi nilai dalam pendidikan sains dengan menumbuhkan kesadaran budaya, tanggung jawab ekologis, serta pembentukan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa kerangka filosofis integrasi kearifan lokal dalam pengajaran fisika serta implikasi praktis bagi pengembangan desain pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada keberlanjutan.