Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KAJIAN PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BAHARI PANTAI HUNIMUA KABUPATEN MALUKU TENGAH Amin, Deny Yarusain
AMAL: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.476 KB) | DOI: 10.33477/eksy.v1i01.922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsep pengembangan obyek wisata bahari Pantai Hunimua.. Konsep pengembangan ini disusun berdasarkan menggunakan metode/analisis SWOT (strength/kekuatan, weakness/kelemahan, opportunity/kesempatan, threatment/ancaman) yang diawali dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan factor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi perkembangan obyek wisata ini. Selanjutnya membandingkan kedua faktor tersebut untuk mendapatkan strategi pengembangan yang dijabarkan dalam program-program strategis. Strategiini kemudian dirumuskan ke dalam bentuk beberapa kebijakan yang akan dijadikan sebagai arah pengembangan obyek wisata Pantai Hunimua. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui observasi dan wawancara yang mendalam dengan responden. Wawancara juga disertai dengan kuesioner. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel untuk tujuan tertentu. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini sebanyak 10 orang terdiri dari pemangku kepentingan yang berkaitan dengan sektor pariwisata di daerah ini antara lain : masyarakat, LSM, perguruan tinggi (PT), DPD ASITA, Kantor Kecamatan Salahutu, DPR, BAPPEDA,BAPEDALDA, Dinas Pariwisata..Berdasarkan hasil analisis SWOT, pengembangan obyek wisata bahari Pantai Hunimua dapat dilakukan melalui beberapa strategi yang dirumuskan dalam empat kebijakan yaitu peningkatan kualitas produk wisata, peningkatan peran pemangku kepentingan, pengawasan dan pengendalian lingkungan serta peningkatan kualitas SDM.
DETERMINATION OF SHARIA FINANCING SCHEMES IN THE MARINE AND FISHERIES SECTOR IN MALUKU Shalihah, Mar'atun; Deny Yarusain Amin; Mohammad H. Holle; Gadissifah A. Nur Bella
Al-Muhasib: Journal of Islamic Accounting and Finance Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Islamic Accounting, The Faculty of Islamic Economics and Business, State Islamic Institute of Kediri [IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/al-muhasib.v4i2.1872

Abstract

This study aims to identify and determine an appropriate Sharia-compliant financing scheme that meets the needs of the marine and fisheries sector in Maluku. Given this sector's significant potential to support the regional economy, it still faces challenges in accessing financing. The study uses the Analytic Hierarchy Process (AHP) and the Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). The analysis results indicate that the five main criteria in selecting Sharia financing schemes are profitability, risk, Sharia compliance, accessibility, and social impact. Through TOPSIS, mudharabah and musyarakah financing schemes were identified as the best alternatives meeting these criteria. The study also found that business actors in Maluku’s marine and fisheries sector still require improved financial literacy in Sharia finance to fully leverage existing financing opportunities. Sharia financing schemes such as qardh hasan and ijarah are also deemed essential, especially to support small and medium enterprises (SMEs) needing low-risk capital access. This study is expected to contribute to the development of the marine and fisheries sector in Maluku by promoting more effective and sustainable use of Sharia-compliant financing schemes.
Edukasi Perencanaan Keuangan Keluarga dan Bahaya Investasi Ilegal Pada Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah Mar'atun Shalihah; Deny Yarusain Amin; Syah Awaludin Uar; Salma Saimima; Afdhal Yaman; Adi Laraha Narwawan
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 02 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i02.1955

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pengelolaan dan perencanaan keuangan yang baik bagi keluarga nelayan tradisional di Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah serta memberikan pelatihan untuk membuat perencanaan keuangan bagi keluarga nelayan tradisional di Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan, diskusi dan tanya jawab. Dalam penyuluhan tersebut, dijelaskan mengenai model-model perencanaan keuangan keluarga, manfaat penting perencanaan ekonomi keluarga dan cara mengelola keuangan yang baik dan benar. Selain itu, disampaikan juga upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh para ibu rumah tangga dalam membantu meningkatkan pendapatan keluarga dengan cara melakukan investasi atau melakukan kegiatan-kegiatan produktif lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan kontributor dari ibu-ibu rumah tangga yang telah terbentuk di Desa Liang. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh ibu-ibu dari keluarga nelayan dalam belajar mengelola keuangan rumah tangga agar lebih terkontrol dan mendukung kesejahteraan mereka, solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan tentang pengelolaan keuangan keluarga melalui perencanaan keuangan yang baik.
The Contribution of Islamic Financial Instruments to Maritime Development: Evaluation and Policy Recommendation for Maluku Regions Shalihah, Mar'atun; Yarusain Amin, Deny; Yaman, Afdhal; Husen Sobana, Dadang; Syarif, Abdul Rilan
Milkiyah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2025): Milkiyah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/milkiyah.v4i1.1454

Abstract

Maritime development in the Indonesian archipelago faces structural challenges, particularly in obtaining inclusive, sustainable, and locally suitable funding in Maluku. To address these issues, Islamic financing system is considered as a potential alternative to conventional system, using instruments based on Maqasid al-sharia principles. This study aims to evaluate five Islamic financial instruments focusing on productive Waqf, Mudharabah, Ijarah, Musyarakah, and Sukuk, in supporting the development of maritime regions in Maluku. We used MCDA with AHP and TOPSIS methods to evaluate these instruments. The evaluation criteria were economic feasibility, Sharia compliance, risk management, social support, and environmental impact. The results rank instruments, with productive Waqf being the most effective, followed by Mudharabah, Ijarah, and then Musyarakah and Sukuk being less suitable. The study reveals that productive Waqf is at the top due to its non-commercial nature, community participation, and reaching marginalised groups. Mudharabah is considered good for micro and small businesses with profit-sharing. Ijarah is for financing assets without ownership transfer. Musyarakah and Sukuk are less flexible for coastal communities. The findings of this study highlight that Islamic financing systems have an essential role in guiding decision-making in the maritime development. 
Resisting Financial Predation: A Community-Based Financial Literacy Strategy to Mitigate Illegal Investment Risk in Coastal Indonesia Shalihah, Mar'atun; Amin, Deny Yarusain; Yaman, Afdhal; Waluyo, Bambang; Ningsih, Tri Fitria
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i1.45438

Abstract

This study develops a financial literacy–based strategy to mitigate illegal investment risks in vulnerable coastal communities using a Financial Vulnerability Index (IKF) and a Multi-Criteria Decision-Making (MCDM) approach integrating AHP and TOPSIS. Conducted in three Central Maluku villages, the IKF combines economic vulnerability, financial literacy, and access to finance. Findings show Wailulu and Asilulu as highly vulnerable (IKF > 0.90), while Tulehu is more resilient. AHP-TOPSIS results rank community-based training as the most effective strategy, followed by local media literacy and fishermen cooperative engagement. These findings validate the Community-Embedded Literacy Delivery Model (CELDM), highlighting the effectiveness of localized, participatory approaches. The study informs inclusive and adaptive financial literacy policies targeting high-risk populations. Abstrak:Penelitian ini mengembangkan strategi mitigasi investasi ilegal berbasis literasi keuangan bagi komunitas pesisir rentan dengan menggabungkan Indeks Kerentanan Finansial (IKF) dan pendekatan MCDM (AHP-TOPSIS). Studi dilakukan di tiga desa di Maluku Tengah, dengan IKF mencakup dimensi kerentanan ekonomi, literasi keuangan, dan akses keuangan. Wailulu dan Asilulu tergolong sangat rentan (IKF > 0,90), sementara Tulehu lebih tangguh. Hasil AHP-TOPSIS menunjukkan pelatihan komunitas sebagai strategi paling efektif, diikuti kampanye media lokal dan kemitraan koperasi nelayan. Temuan ini menguatkan Model Penyampaian Literasi Berbasis Komunitas (CELDM), dan memberikan dasar bagi kebijakan literasi keuangan yang inklusif dan kontekstual.
Edukasi Perencanaan Keuangan Keluarga dan Bahaya Investasi Ilegal Pada Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah Shalihah, Mar'atun; Amin, Deny Yarusain; Uar, Syah Awaludin; Saimima, Salma; Yaman, Afdhal; Narwawan, Adi Laraha; Afdhal Yaman
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 02 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i02.1955

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pengelolaan dan perencanaan keuangan yang baik bagi keluarga nelayan tradisional di Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah serta memberikan pelatihan untuk membuat perencanaan keuangan bagi keluarga nelayan tradisional di Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan, diskusi dan tanya jawab. Dalam penyuluhan tersebut, dijelaskan mengenai model-model perencanaan keuangan keluarga, manfaat penting perencanaan ekonomi keluarga dan cara mengelola keuangan yang baik dan benar. Selain itu, disampaikan juga upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh para ibu rumah tangga dalam membantu meningkatkan pendapatan keluarga dengan cara melakukan investasi atau melakukan kegiatan-kegiatan produktif lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan kontributor dari ibu-ibu rumah tangga yang telah terbentuk di Desa Liang. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh ibu-ibu dari keluarga nelayan dalam belajar mengelola keuangan rumah tangga agar lebih terkontrol dan mendukung kesejahteraan mereka, solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan tentang pengelolaan keuangan keluarga melalui perencanaan keuangan yang baik.
Resisting Financial Predation: A Community-Based Financial Literacy Strategy to Mitigate Illegal Investment Risk in Coastal Indonesia Shalihah, Mar'atun; Amin, Deny Yarusain; Yaman, Afdhal; Waluyo, Bambang; Ningsih, Tri Fitria
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i1.45438

Abstract

This study develops a financial literacy–based strategy to mitigate illegal investment risks in vulnerable coastal communities using a Financial Vulnerability Index (IKF) and a Multi-Criteria Decision-Making (MCDM) approach integrating AHP and TOPSIS. Conducted in three Central Maluku villages, the IKF combines economic vulnerability, financial literacy, and access to finance. Findings show Wailulu and Asilulu as highly vulnerable (IKF >0.90), while Tulehu is more resilient. AHP-TOPSIS results rank community- based training as the most effective strategy, followed by local media literacy and fishermen cooperative engagement. These findings validate the Community-Embedded Literacy Delivery Model (CELDM), highlighting the effectiveness of localized, participatory approaches. The study informs inclusive and adaptive financial literacy policies targeting high-risk populations. Keywords: illegal investment; financial literacy; community-based strategy; AHP-TOPSIS; coastal vulnerability; financial inclusion   Abstrak Penelitian ini mengembangkan strategi mitigasi investasi ilegal berbasis literasi keuangan bagi komunitas pesisir rentan dengan menggabungkan Indeks Kerentanan Finansial (IKF) dan pendekatan MCDM (AHP-TOPSIS). Studi dilakukan di tiga desa di Maluku Tengah, dengan IKF mencakup dimensi kerentanan ekonomi, literasi keuangan, dan akses keuangan. Wailulu dan Asilulu tergolong sangat rentan (IKF > 0,90), sementara Tulehu lebih tangguh. Hasil AHP-TOPSIS menunjukkan pelatihan komunitas sebagai strategi paling efektif, diikuti kampanye media lokal dan kemitraan koperasi nelayan. Temuan ini menguatkan Model Penyampaian Literasi Berbasis Komunitas (CELDM), dan memberikan dasar bagi kebijakan literasi keuangan yang inklusif dan kontekstual. Kata kunci: investasi ilegal; literasi keuangan; strategi berbasis komunitas; AHP-TOPSIS; kerentanan pesisir; inklusi keuangan