Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

FENOMENA KOMUNIKASI MULTIKULTURAL DI KOTA AMBON (Studi Pengalaman Komunikasi Antara Etnik Bugis dan Etnik Ambon) Andi Fitriyani
DIALEKTIKA Vol 11, No 1 (2018): DIALEKTIKA
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/dj.v11i1.1232

Abstract

ABSTRACT In communicating often encountered an event where we have difficulty communicating with others who have different background. This happens because of differences in regional backgrounds with different cultural structures. This writing aims to determine the experience of communication between ethnic Bugis and ethnic Ambon in Ambon city and Factors that support and inhibit the behavior of inter-ethnic communication Bugis and ethnic Ambon. The method used is qualitative descriptive. The results showed that communication between ethnic Bugis with ethnic Ambon in the city of Ambon already bias achieve mutual understanding. Factors that support and inhibit in the process of communication can also be used as a tool to achieve a common understanding, which led to the attitude of tolerance between them. Keywords: Inter-ethnic communication, Bugis, Ambon
KOMUNIKASI DALAM BUDAYA ANGKAT PELA DESA WERINAMA DENGAN DESA KILANG Juwita Pakalessy; Andi Fitriani; Nanik Handayani
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2022): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.669 KB)

Abstract

Budaya angkat pela merupakan salah satu kekayaan masyakat Maluku umumnya sebagai bagian dari peninggalan leluhur. Panas pela termasuk bagian dari upaya setiap generasi dalam melestarikan tradisi leluhur tersebut tapi juga perekat bagi kedua negeri atau kampong dalam menjadin hubungan persaudaraan. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahuan komunikasi yang terbangun dalam pelaksanaan angkat pela oleh masyarakat Werinama dan desa Kilang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dapat ditemukan bahwa komunikasi pela gandung antara Desa Werinama dan Desa Kilang sampai saat ini masih terjaga dengan baik dan komunikasi yang di lakukan antara dua Negeri masi menjaga adat komunikasi atau  budaya komunikasi tersebut. Tradisi angkat pela antara Desa Werinama dan Desa Kilang dapat terlihat mengandung beberapa nilai-nilai sosial antara lain nilai soldaritas, kebersamaan dan persaudaraan. Nilai-nilai itu pun menunjukan bahwa tradisi antara kedua negeri ini dapat memberikan sebuah arti tentang hidup persaudaraan dan saling mengjaga antara sesame tanpa melihat identitas agama masing-masing melainkan atas dasar tradisi dari leluhur.
Pemanfaatan Media Massa dalam Meningkatkan Komptensi Siswa Menuju Industri 5.0 Sariyah Ipaenin; Andi Fitriyani; Iftiya Salwa Tuanany; Umi Kalsum Hehanussa; Mahdi Malawat
MANGENTE: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2023): PELATIHAN LITERASI, KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DAN KETAHANAN KELUARGA
Publisher : IAIN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mangente.v2i2.4078

Abstract

Pemanfaatan media massa dalam meningkatkan komptensi siswa menuju industri 5.0, merupakan tantangan baru yang dihadapkan siswa di lingkungan sekolah. Media massa atau media digital adalah perpanjang tangan dari penyampaian pesan lewat internet. Tujuan dari pengabdian kepada siswa SMA Muhammadiyah Mamala Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah yakni, meningkatan potensi siswa melalui pembuatan film dan digitalisasi media. Pengabdian kepada siswa ini, menggunakan diskusi terbuka dengan melibatkan siswa kelas X dan XI yang berjumlah 30 orang. luaran dari diskusi ini adalah siswa mampu merancang dan mengaplikasi media digital (handphone) digenggaman mereka sebagai proses meningkatkan minat dan bakat dalam capaian prestasi pembelajaran di sekolah.
ind Lupu Lumai : Komunikasi Kekerabatan Masyarakat Negeri Mamala Fitriyani, Andi; Putuhena, M. Ihwan F.; Iftiya Salwa
DIALEKTIKA Vol. 17 No. 1 (2024): (Edisi Juni) Sosial Keagamaan
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/da.v17i1.6995

Abstract

This researsch seeks to determine the kinship communication process of the Mamala people in the lupu lumai tradition and the role of the lupu lumai tradition in the kinship communication.The research method used in this study is the ethnographic approach to communication, namely the application of ethnographic methods to patterns or ways of interacting and / or communicating in every event or communication process in community groups.The results of this study show that the process of kinship communication in the Lupu Lumai tradition takes place for generations, and is an association between families. Then this process is carried out through the stages of communication, namely, first; The Lupu Lumai event began with traditional elders ordering marinyo from traditional institutions to perform pasoa by beating gongs, tifa tahuri so that the community immediately gathered. Second: say greetings from the informers to the recipients of information. In addition, Lupu Lumai is an ancestral tradition that symbolizes each clan in Mamala Country to form unity and solidarity among the community. The role of Lupu Lumai as a kinship system of the people of Mamala has the function of attachment in fostering social relations. for example, Lupu Lumai, in the marriage tradition, if a family that has a lack of consumptive needs, then the role of other families is to help ease the burden. Furthermore, the role of the Lupu Lumai kinship system can strengthen the integrity of the local community. Strong ties in the kererabatan system should affect the inclusive attitudes of ethnic groups, customs and culture.
Muslim community communication through cross-religious social interaction in the Mardika market Ambon, Moluccas Sakinah, Nur; Darma, Darma; Sulaeman, Sulaeman; Fitriyani, Andi; Kella, Nurida; Ren'el, Baiti
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.20473

Abstract

  Purpose – This article aims to map research by elaborating on cross-religious relationships and social interaction communication for the Muslim community in Mardika Market, Ambon City, Maluku.Method – Blumer's theoretical exploration is used with a constructivist paradigm and phenomenological communication method as fundamental references. This review is developed based on input from mardika market management coordinator and identifies current field research obtained qualitatively through several informal conversational interviews and observations of various gaps in social interactions.Results – The article highlights the complexity of cross-religious social interactions impacting intrapersonal, interpersonal, and group communication for the Muslim community in Mardika Market. It begins with understanding cross-religious social interaction relationships and communication events, then finds patterns of communication relationships within the Muslim community.Implications – This article contributes to realize cross-religious harmonization by discussing the search for the meaning of social interactions with the hope of living together peacefully. Strengthening social interactions is very important as it tends to reduce the incidence of cross-religious conflicts. This contribution offers opportunities for social interaction accommodation and ways to avoid cross-religious tensions.Originality/Value – Many published articles focus on cross-religious relationships by detailing the tensions and benefits of cross-religious social interactions, but they are still lacking. However, this study presents the phenomenological communication method and constructivist paradigm to observe the development of communication within the Muslim community engaging in cross-religious social interactions in Mardika Market, Ambon City, Moluccas.***Tujuan – Artikel ini adalah untuk memetakan penelitian dengan mengelaborasi hubungan lintas agama, dan komunikasi interaksi sosial lintas agama bagi komunitas Muslim di pasar Mardika Kota Ambon, Maluku.Metode – Dengan menggunakan penelusuran teoretis dari Blumer dengan paradigma konstruktivis dan metode fenomenologi komunikasi sebagai acuan mendasar. Tinjauan ini dikembangkan berdasarkan masukan dari koordinator pengelola pasar mardika, dan mengidentifikasi kekinian penelitian di lapangan yang diperoleh secara kualitatif melalui beberapa wawacara percakapan informal, dan pengamatan dari berbagai kesenjangan dalam interaksi sosial.Hasil – Artikel menyoroti betapa kompleksnya interaksi sosial lintas agama berdampak pada komunikasi intrapribadi, antarpribadi, dan kelompok bagi komunitas Muslim di pasar mardika. Diawali dengan pemahaman hubungan interaksi sosial lintas agama, dan peristiwa komunikasi, kemudian menemukan pola hubungan komunikasi komunitas Muslim. Implikasi – Kontribusi artikel ini untuk mewujudkan harmonisasi lintas agama melalui pembahasan pencarian makna interaksi sosial dengan harapan dapat hidup bersama secara damai. Penguatan interaksi sosial sangat penting karena cenderung menurunkan insiden konflik lintas agama. Kontribusi ini menawarkan peluang akomodasi interaksi sosial dan cara untuk menghindari ketegangan lintas agama.Orisinalitas/Nilai – Banyak artikel terpublikasi hingga saat ini terfokus pada hubungan lintas agama dengan menguraikan ketegangan dan manfaat interaksi sosial lintas agama masih kurang. Namun kajian ini menyajikan metode fenomenologi komunikasi dan paradigma konstruktivis untuk mengamati pengembangan komunikasi komunitas Muslim melakukan tindakan interaksi sosial lintas agama di pasar Mardika Kota Ambon, Maluku.
Muslim community communication through cross-religious social interaction in the Mardika market Ambon, Moluccas Sakinah, Nur; Darma, Darma; Sulaeman, Sulaeman; Fitriyani, Andi; Kella, Nurida; Ren'el, Baiti
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.20473

Abstract

  Purpose – This article aims to map research by elaborating on cross-religious relationships and social interaction communication for the Muslim community in Mardika Market, Ambon City, Maluku.Method – Blumer's theoretical exploration is used with a constructivist paradigm and phenomenological communication method as fundamental references. This review is developed based on input from mardika market management coordinator and identifies current field research obtained qualitatively through several informal conversational interviews and observations of various gaps in social interactions.Results – The article highlights the complexity of cross-religious social interactions impacting intrapersonal, interpersonal, and group communication for the Muslim community in Mardika Market. It begins with understanding cross-religious social interaction relationships and communication events, then finds patterns of communication relationships within the Muslim community.Implications – This article contributes to realize cross-religious harmonization by discussing the search for the meaning of social interactions with the hope of living together peacefully. Strengthening social interactions is very important as it tends to reduce the incidence of cross-religious conflicts. This contribution offers opportunities for social interaction accommodation and ways to avoid cross-religious tensions.Originality/Value – Many published articles focus on cross-religious relationships by detailing the tensions and benefits of cross-religious social interactions, but they are still lacking. However, this study presents the phenomenological communication method and constructivist paradigm to observe the development of communication within the Muslim community engaging in cross-religious social interactions in Mardika Market, Ambon City, Moluccas.***Tujuan – Artikel ini adalah untuk memetakan penelitian dengan mengelaborasi hubungan lintas agama, dan komunikasi interaksi sosial lintas agama bagi komunitas Muslim di pasar Mardika Kota Ambon, Maluku.Metode – Dengan menggunakan penelusuran teoretis dari Blumer dengan paradigma konstruktivis dan metode fenomenologi komunikasi sebagai acuan mendasar. Tinjauan ini dikembangkan berdasarkan masukan dari koordinator pengelola pasar mardika, dan mengidentifikasi kekinian penelitian di lapangan yang diperoleh secara kualitatif melalui beberapa wawacara percakapan informal, dan pengamatan dari berbagai kesenjangan dalam interaksi sosial.Hasil – Artikel menyoroti betapa kompleksnya interaksi sosial lintas agama berdampak pada komunikasi intrapribadi, antarpribadi, dan kelompok bagi komunitas Muslim di pasar mardika. Diawali dengan pemahaman hubungan interaksi sosial lintas agama, dan peristiwa komunikasi, kemudian menemukan pola hubungan komunikasi komunitas Muslim. Implikasi – Kontribusi artikel ini untuk mewujudkan harmonisasi lintas agama melalui pembahasan pencarian makna interaksi sosial dengan harapan dapat hidup bersama secara damai. Penguatan interaksi sosial sangat penting karena cenderung menurunkan insiden konflik lintas agama. Kontribusi ini menawarkan peluang akomodasi interaksi sosial dan cara untuk menghindari ketegangan lintas agama.Orisinalitas/Nilai – Banyak artikel terpublikasi hingga saat ini terfokus pada hubungan lintas agama dengan menguraikan ketegangan dan manfaat interaksi sosial lintas agama masih kurang. Namun kajian ini menyajikan metode fenomenologi komunikasi dan paradigma konstruktivis untuk mengamati pengembangan komunikasi komunitas Muslim melakukan tindakan interaksi sosial lintas agama di pasar Mardika Kota Ambon, Maluku.
Pasoa: Komunikasi Budaya Masyarakat Negeri Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah Fitriyani, Andi; Putuhena, M. Ihwan F.; Ren'el, Baiti
Journal of Management, Education and Communication Vol. 2 No. 1 (2024): March
Publisher : Dimar Jaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64685/jmec.v2i1.18

Abstract

This study examines how cultural communication of Pasoa within the Negeri Mamala community, Leihitu Sub-district, Central Maluku Regency, Maluku Province. This research utilizes a qualitative research method with an ethnographic approach. The results of the study illustrate that; 1) Pasoa cultural communication within the Negeri Mamala community is a form of symbolization of cultural life carried out for important things to be discussed in the same family line. 2) Pasoa communication as a tradition of the Negeri Mamala community has remained carried out until today, especially in particular events or activities. 3). Pasoa communication is a hereditary tradition in conveying messages from one family to the other communities maintained by the Negeri Mamala community.