Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Manajemen Pendidikan Karakter pada Kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler di MI Pembangunan UIN Jakarta Syaifudin Zuhri
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 3 No. 2 (2021): el Bidayah, September 2021
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v3i2.1799

Abstract

Character education is one part of national development that is prioritized by the current government. In character education, every school/madrasah must integrate character values through activities, such as intra-curricular, co-curricular and extra-curricular activities. However, the fact is that the character education implemented by schools/madrasas has not been implemented properly. One of the causes is the implementation of management functions in schools/madrasa that are less than optimal. The purpose of this study was to analyze and describe the implementation of character education management in intra-curricular, co-curricular and extra-curricular activities at MI Pembangunan UIN Jakarta. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are; Character education management refers to the management function, namely planning, organizing, implementing and supervising the 5 main values of education, namely religious, nationalist, independent, mutual cooperation and integrity in every intracurricular, cocurricular, and extracurricular activity. [Pendidikan karakter menjadi salah satu bagian dari pembangunan nasional yang diprioritaskan pemerintah saat ini. Dalam pendidikan karakter setiap sekolah/madrasah harus mengintegrasikan nilai-nilai karakter melalui kegiatan, seperti intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Namun faktanya pendidikan karakter yang diterapkan oleh sekolah/madrasah belum terlaksana dengan baik. Salah satu penyebabnya adalah penerepan fungsi manajemen di sekolah/madrasah yang kurang optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan pelaksanaan manajemen pendidikan karakter pada kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler, di MI Pembangunan UIN Jakarta. Penelititan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah; manajemen pendidikan karakter mengacu pada fungsi manajmen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang terintegrasi pada 5 nilai utama pendidikan, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas di setiap kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler]
Pelatihan Media Ajar Interaktif Berbasis Teknologi bagi Guru Bahasa Inggris di SDN 1 Mojoagung Tenika Illananingtyas; Syaifudin Zuhri
Journal of Innovation and Contribution to Community Service Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : STAI Senori Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63321/jiccs.v2i1.147

Abstract

Digital transformation in education requires teachers to integrate technology-based learning media into the teaching and learning process. The limited ability of teachers to develop technology-based instructional media has become an obstacle to English language teaching at the elementary school level. Interactive learning media are needed to increase students’ motivation and engagement; however, they have not been optimally utilized by teachers. This Community Service Program aims to improve the competence of English teachers at SDN 1 Mojoagung in designing and developing technology-based interactive instructional media that are appropriate to the characteristics of elementary school students. The method employed is practice-based training conducted through several stages: (1) needs analysis to identify teachers’ initial competencies and the types of media required; (2) delivery of theoretical material on the concepts of interactive instructional media and the use of educational technology; (3) hands-on workshops on developing digital instructional media using interactive learning applications; (4) guided implementation, in which participants independently develop instructional media under the guidance of the team; and (5) online mentoring and evaluation to provide feedback and ensure the sustainability of media implementation in the classroom. The results indicate an improvement in teachers’ ability to design and produce interactive instructional media, as well as increased motivation and readiness to integrate technology-based media into English language teaching at the elementary school level
Islamic Religious Education and Its Role in Shaping Students’ Morality in The Age of Society 5.0 Syaifudin Zuhri; Siti Wahyuni
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v5i2.504

Abstract

The growing concern over moral decline underscores the strategic role of Islamic Religious Education (IRE) in public schools, particularly in the context of Society 5.0, characterized by technological integration and shifting social values. This study employs a literature review approach to analyze the role of IRE in fostering students’ morality, with a focus on teacher competence, instructional methods, challenges, and strengthening strategies. The findings suggest that IRE contributes to mitigating moral decline through teachers’ exemplary conduct, technology-enhanced pedagogies, and reinforcement of Islamic values. However, challenges remain, including the pervasive influence of digital culture, limited student engagement, and teachers’ insufficient digital literacy. To address these issues, strengthening strategies such as teacher professional development, technology integration in IRE, and community collaboration are essential. The study concludes that optimizing IRE through a holistic approach is crucial for cultivating morally resilient generations in the era of Society 5.0.
Integration of Child Developmental Psychology and Character Education in School Culture: Challenges of Indonesian Education in the Era of Digitalization Syaifudin Zuhri Syaifudin; Ari Susetiyo
MEDIA DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 3 No 1 (2026): International Journal of Teaching: IN PROGRESS
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/ijt.v3i1.437

Abstract

The era of digitalization has significantly transformed the landscape of education in Indonesia, not only in terms of learning technology but also in the psychological dynamics and character formation of children. This article aims to analyze the integration of child developmental psychology and character education within school culture, as well as to identify the challenges of its implementation in Indonesia. This study employs a systematic literature review approach of scientific publications from 2020–2025 that are relevant to the themes of character education, school culture, and developmental psychology in the digital era. The findings indicate that digitalization influences children’s cognitive, socio-emotional, and moral development. Therefore, character education approaches must be grounded in an understanding of psychological developmental stages. School culture serves as the primary medium for internalizing values through habituation, role modeling, and the hidden curriculum. However, the integration of these elements faces psychological, cultural, and structural challenges. This article proposes a three-pillar integrative model psychological, cultural, and digital ethics as a conceptual framework for strengthening character education in Indonesia
Internalisasi Nilai-Nilai Aswaja Melalui Pembelajaran PAI Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMP HM Lirboyo Papar Kediri Ibnu Ngubaidillah; Siti Wahyuni; Syaifudin Zuhri
MEDIA DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 3 No 2 (2026): International Journal of Teaching
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/ijt.v3i2.1184

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, toleran, moderat, serta adaptif terhadap dinamika globalisasi. Dalam konteks pendidikan di lingkungan pesantren dan sekolah, nilai-nilai Aswaja tidak hanya dipahami sebagai materi keilmuan, tetapi juga sebagai landasan etik dalam pembentukan perilaku dan kepribadian peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada proses penanaman nilai-nilai Aswaja serta implikasinya terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMP HM Lirboyo Papar Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses internalisasi nilai-nilai Aswaja dalam pembelajaran PAI serta mengidentifikasi implikasinya terhadap perkembangan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pemilihan pendekatan tersebut didasarkan pada kebutuhan untuk memahami fenomena secara holistik dalam konteks alaminya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai Aswaja dilaksanakan melalui integrasi nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i‘tidal dalam materi pembelajaran PAI, pembiasaan kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan sekolah, serta keteladanan guru dan pengasuh pesantren. Proses tersebut tidak hanya berlangsung pada ranah kognitif, tetapi juga mencakup ranah afektif dan psikomotorik, sehingga nilai-nilai Aswaja dapat diwujudkan dalam perilaku peserta didik. Implikasi penanaman nilai tersebut teridentifikasi melalui penguatan kesadaran beribadah, tumbuhnya sikap ukhuwah Islamiyah dan toleransi antarpeserta didik, serta berkembangnya karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan sopan santun. Dengan demikian, penanaman nilai-nilai Aswaja melalui pembelajaran PAI di SMP HM Lirboyo Papar Kediri menunjukkan peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, moderat, toleran, dan berakhlak mulia dalam konteks pendidikan Islam berbasis pesantren.