Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KONSEPSI SUMPAH PEMUDA DALAM KONSTELASI BERBANGSA DAN BERNEGARA INDONESIA Iis Suryani; Edy Sofyan
Journal of Scientech Research and Development Vol 4 No 2 (2022): JSRD, December 2022
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v4i2.156

Abstract

Kongres Pemuda kedua tahun 1928 yang mendeklarasikan Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak peristiwa sebelum terbentuknya Indonesia sebagai suatu negara bangsa tangga 18 Agustus 1945. Artikel ini membahas tentang eksistensi Sumpah Pemuda dalam ketatanegaraan Indonesia, dan implementasi konsepsi Sumpah Pemuda dalam konstelasi berbangsa dan bernegara Indonesia. Metode penelitian yang digunakan peneliti sebagai “pisau” analisis dalam karya ilmiah ini adalah metode historis, yang mendeskripsikan secara tuntas semua permasalahan berdasar data dan fakta yang diinterpretasikan peneliti. Adapun langkah penelitian dalam penelitian ini dilakukan dengan 4 tahapan, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi serta historiografi.Implementasi dari Sumpah Pemuda dalam aspek Bahasa Indonesia, sebenarnya merupakan hal yang paling awal dibanding dengan dua aspek lainnya (tanah air maupun bangsa) disamping hal yang paling mudah diimplementasikan dalam tata kehidupan secara perorangan orang Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung (rakyat Indonesia waktu itu) maupun oleh organisasi-organisasi yang ada masa Pergerakan Nasional. Peringatan Sumpah Pemuda dalam panggung sejarah NKRI sampai tahun 2022, setiap tanggal 28 Oktober merupakan salah satu bukti dari makna pentinya arti berbangsa, bertanah air dan berbahasa nasional yang bisa merupakan faktor integrative dan kelanggengan Indonesia sebagai negara bangsa. Namun bukan berarti NKRI akan selalu mempunyai tingkat Ketahanan Nasional yang stabil hanya dengan selalu memperingati setiap tahunnya, perlu adanya kebijakan dari pemerintah diperkuat melalui legislasi kewilayahan/tanah air, penguatan nilai-nilai berbangsa dan bernegara serta pembinaan Bahasa Indonesia yang terus menerus (baik dalam aspek formal maupun aspek non formal di masyarakat).
Konstitusi Dan Identitas Instrumental: Analisis UUD 1945 Pasca Amandemen 2002 Dalam Perspektif Ketatanegaraan Indonesia Edy Sofyan; Iis Suryani
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis UUD 1945 pasca amandemen 2002 dalam perspektif ketatanegaraan, dengan menekankan perannya sebagai identitas instrumental dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis dan yuridis-normatif melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amandemen konstitusi merupakan respons terhadap krisis multidimensi pada akhir Orde Baru yang mengungkap kelemahan sistem ketatanegaraan, seperti dominasi kekuasaan eksekutif, lemahnya mekanisme pengawasan, dan terbatasnya perlindungan hak asasi manusia. Perubahan konstitusi menghasilkan transformasi signifikan, termasuk penguatan lembaga demokrasi, pembentukan Mahkamah Konstitusi, serta penerapan prinsip checks and balances. Selain sebagai norma hukum tertinggi, UUD 1945 hasil amandemen juga berfungsi sebagai identitas instrumental yang mengarahkan praktik penyelenggaraan negara dan pembentukan kebijakan publik. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara norma konstitusi dan implementasinya dalam praktik, yang dipengaruhi oleh budaya hukum dan dinamika politik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi konstitusi untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung sistem demokrasi di Indonesia.