Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penyuluhan Peningkatan Pengetahuan dan Pemahaman Masyarakat Tentang Pentingnya Imunisasi Vaksin Rotavirus di Posyandu Merpati Sidoharjo Febriyanti, Hellen; Rohani, Siti; Sagita, Yona Desni; Maesaroh, Siti; Maulidia, Shafira Zaky; Dewani, Shakira Listi Putri; Mutiara, Nabella; Syarah, Swari; Nufus, Wealthy Sakinati; Rahmah, Yunita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2533

Abstract

Imunisasi rotavirus merupakan bagian penting dalam program kesehatan masyarakat untuk pencegahan diare akut pada anak-anak. Meskipun vaksin rotavirus telah terbukti efektif dalam mengurangi kejadian diare berat dan dehidrasi pada anak, cakupan imunisasi rotavirus di berbagai wilayah masih rendah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu-ibu balita, tentang pentingnya imunisasi rotavirus. Penyuluhan ini menggunakan metode presentasi dan diskusi interaktif untuk menjelaskan informasi terkait imunasasi Rotavirus. Penyediaan materi dapat berupa leaflet atau booklet. Leaflet berisi informasi dasar mengenai infeksi rotavirus, penyebab, dampak, pencegahan, dan imunisasi rotavirus. Berdasarkan hasil evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan, terdapat peningkatan yang signifikan terkait pemahaman mengenai manfaat imunisasi rotavirus dalam mencegah penyakit diare berat pada bayi dan balita. Ibu-ibu peserta menjadi lebih sadar akan pentingnya vaksinasi tambahan ini sebagai upaya perlindungan anak dari risiko dehidrasi dan komplikasi serius akibat infeksi rotavirus.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 7-12 Bulan Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Kelumbayan Tahun 2024 Sugiarti, Adi Nani; Rahayu, Sri; Sagita, Yona Desni; Qurniasih, Nila
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.730

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. ASI eksklusif menyediakan semua nutrisi yang diperlukan bayi serta memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinkes Kabupaten tanggamus tahun 2023 cakupan ASI ekslusif cukup rendah hanya mencapai 30,8%, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada Tahun 2021 cakupan ASI ekslusif mencapai 52,5%. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus. Metode Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan sebanyak 38 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur variabel pengetahuan ibu, pekerjaan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,000, OR = 6,520), pekerjaan ibu (p = 0,010, OR = 2,963), dukungan keluarga (p = 0,000, OR = 5,750), dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,000, OR = 2,556) dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Mayoritas resonden yang memiliki pengetahuan rendah, dukungan keluarga rendah, serta pekerjaan dan dukungan tenaga kesehatan yang kurang cenderung mengalami kegagalan dalam memberikan ASI eksklusif, tetapi dalam penelitian terdapat faktor yang paling berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI ekslusif yaitu faktor pengetahuan ibu (p = 0,000, OR = 6,520). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari semua variable terdapat hubungan antara faktor pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga, dan tenaga kesehatan terhadap kegagalan pemberian ASI eksklusif.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita tentang Stunting melalui Edukasi di Posyandu Adiluwih Sagita, Yona Desni; Latifah, Umi; Rahmah, Yunita; Maulidia, Shafira Zaky; Mutiara, Nabella; Safira, Yeni; Dewi, Adinda Puspa; Yuda, Khoirun Nisa Kesuma; Sari, Maya Intan; Dian I, Mia Nur Intan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3148

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang stunting sebagai bagian dari upaya pencegahan gizi buruk sejak dini. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung melalui penyuluhan, media booklet dan leaflet, serta diskusi interaktif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Adiluwih, lokasi yang dipilih berdasarkan tingginya angka kasus stunting dan keterbatasan akses informasi gizi keluarga. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas edukasi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman ibu mengenai penyebab, dampak, serta cara mencegah stunting. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil membangun kesadaran ibu untuk lebih memperhatikan pola makan dan pengasuhan anak secara aktif. Edukasi yang bersifat kontekstual dan menggunakan pendekatan visual sederhana terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam menyusun menu bergizi seimbang bagi anak. Hal ini menunjukkan bahwa strategi edukatif berbasis lokal dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.
Hubungan antara Ketuban Pecah Dini dan Persalinan Sectio Caesarea dengan Kejadian Afiksia pada Bayi Baru Lahir Sagita, Yona Desni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2016): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.634 KB) | DOI: 10.30604/jika.v1i1.2

Abstract

Abstrak: Asfiksia adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, Sehingga dapat menurunkan O2 dan meningkatkan CO2 sehingga dapat menimbulkan akibat buruk pada kehidupan bayi selanjutnya. Data yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Pringsewu sebanyak 80 bayi (53.0%), sedangkan persalinan sectio caesarea yang mengalami asfiksia sebanyak 76 bayi (58.5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketuban pecah dini  dan persalinan sectio caesarea dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Jenis penelitian analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu simpel random sampling dengan sampel 270 bayi baru lahir. Data skunder di dapatkan dari bagian rekam medik RSUD Pringsewu. Analisis univariat dan bivariat digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis pada variabel ketuban pecah dini menunjukkan sebanyak 80 (53%) bayi mengalami asfiksia dengan nilai p value = 0.037 dan OR 1.726. Analisis variabel section caesarea ditemukan sebanyak 76 (58.5%) bayi baru lahir yang mengalami asfiksia dengan nilai p value = 0.07 dan OR 1.990. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara Ketuban Pecah Dini (KPD) dan persalinan Sectio caesarae dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Pringsewu.Correlation Between Premature Rupture And Labor In Sectio Caesarea With Asphyxia In InfantAbstract: Asphyxia is a condition that the baby can not breathe spontaneously and regularly, so that can reduce O2 and increase CO2 that may cause adverse effects on the baby's life later. Data related to the incidence of premature rupture of membranes in RSUD Pringsewu as many as 80 infants (53.0%), while the labor sectio caesarea were asphyxiated as many as 76 infants (58.5%). This study aims to determine the relationship between premature rupture and labor in sectio caesarea with asphyxia in infant. Type of analytical study using cross sectional method. Data collection techniques used are simple random sampling with a sample of 270 infant. Secondary data were obtained from the medical records of RSUD Pringsewu. Univariate and bivariate analysis used in this study. The analysis of premature rupture of the variables showed as many as 80 (53%) infants asphyxiated with p value = 0.037 and OR 1,726. Analysis of variable section caesarea found as many as 76 (58.5%) infant were asphyxiated with 0:07 p value = 1.990 and OR. The results showed an association between premature rupture of membranes (KPD) and labor in sectio caesarae with asphyxia in infant in RSUD Pringsewu.
Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Penurunan Gejala Hot Flush pada Wanita Klimakterium Nova, Evy Roberta; Veronica, Septika Yani; Sanjaya, Riona; Sagita, Yona Desni
Journal of Current Health Sciences Vol. 1 No. 2: 2021
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.20217

Abstract

Menopause is a hypoestrogenic condition due to decreased function of the ovaries. This situation can cause changes in the system in the body of women who experience menopause. This causes complaints such as hot flushes. The incidence of women over 50 years of age entering menopause in Indonesia in 2020 is estimated to reach 30.3 million. Handling menopause by giving soy milk. The purpose of this study was to determine the effect of soy milk on the reduction of hot flush symptoms in pre-menopausal women at Cempaka Public Health Center, Sungkai Jaya District, North Lampung Regency in 2021. The type of research used is pre-experimental with a one-group pre-test and post-test design approach. The population in this study were premenopausal women aged 45-55 years who experienced hot flushes at the Cempaka Public Health Center. The sampling technique used was purposive sampling. The sample in this study amounted to 24 people who were given the intervention of giving 250 ml of soy milk 2 times a day for 14 days. Univariate and Bivariate analysis using dependent t-test. The results of the study the average symptom of Hot Flush before drinking soy milk was 7.17 (mild category). The average symptom of a Hot Flush after drinking soy milk was 4.92. There is an effect of soy milk on the reduction of hot flush symptoms in pre-menopausal women p-value of 0.000 (p less than 0.05). Based on the results of the study, it is suggested that health workers can provide information about the benefits of non-pharmacological treatments such as soy milk to reduce the symptoms of hot flushes in postmenopausal women.  Abstrak: Menopause merupakan suatu kondisi hipoestrogenik akibat penurunan fungsi dari ovarium. Keadaan ini dapat menyebabkan perubahan sistem pada tubuh wanita yang mengalami menopause. Sehingga menimbulkan keluhan-keluhan seperti hot flush. Angka kejadian wanita usia diatas 50 tahun yang memasuki menopause di Indonesia tahun 2020 diperkirakan mencapai 30,3 juta. Salah satu untuk penanganan menopause dengan memberikan susu kedelai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Penurunan Gejala Hot Flush Pada Wanita Pra Menopause di Puskesmas Cempaka Kecamatan Sungkai Jaya Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental  dengan pendekatan one group pre test and post test desaign. populasi dalam penelitian ini adalah ibu premenopause berusia 45-55 tahun yang mengalami hot flush di Puskresmas Cempaka,  Tehnik sampling yang di gunakan yaitu purposive sampling Sampel dalam penelitian berjumlah 24 orang yang diberi intervensi pemberian susu kedelai 250 ml sebanyak 2 kali sehari selama 14 hari.. Analisa Univariat dan Bivariat menggunkan uji t dependen. Hasil penelitian Rata-rata gejala Hot Flush sebelum minum susu kedelai sebesar 7,17 (kategori ringan). Rata-rata gejala Hot Flush sesudah minum susu kedelai sebesar 4,92. Ada Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Penurunan Gejala Hot Flush Pada Wanita Pra Menopause p value 0,000 (p kurang dari 0,05). Berdasarkan hasil penelitian disarankan petugas kesehatan dapat memberikan informasi tentang manfaat pengobatan non farmakologi seperti susu kedelai untuk mengurangi gejala Hot Flush pada ibu menopause.
Pengaruh Pemberian Seduhan Daun Kelor pada Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Susanti, Evi; Febriyanti, Hellen; Sagita, Yona Desni; Sanjaya, Riona
Journal of Current Health Sciences Vol. 1 No. 2: 2021
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.202112

Abstract

Anemia is a condition in which the levels of hemoglobin and erythrocytes are lower than normal. To treat anemia by means of pharmacological or non-pharmacological, non-pharmacological methods that can be done by consuming boiled Moringa leaves. Moringa leaves are a source of protein, vitamin A and vitamin C as well as minerals (iron and calcium, as well as a source of vitamin B. It has a low fat content. The purpose of this study was to determine the effect of giving Moringa leaf decoction to pregnant women on increasing hemoglobin levels at UPT Puskesmas Kenali District Belau of West Lampung Regency in 2021. This type of research is quantitative with a quasi-experimental design and a two group pre-test and post-test design approach. The population / subjects taken in this study were pregnant women with a sample of 15 respondents. The object of this research is the provision of Moringa leaf decoction and hemoglobin levels. This research was carried out at the UPT Puskesmas Kenali, Belalau District, West Lampung Regency in December 2021. Data collection used an observation sheet. Data analysis was univariate and bivariate (t test). The results showed that the average Hb level before being given Fe tablets and Moringa leaf decoction to pregnant women was 10.4 g/dl and the Hb level after being given Fe tablets and Moringa leaf decoction to pregnant women was 11.5 g/dl. . The average Hb level before being given Fe tablets was 10.4 g/dl, and the Hb level after being given Fe tablets was 10.8 g/dl. There is an effect of giving Moringa leaf decoction to pregnant women on increasing hemoglobin levels at the UPT Puskesmas Kenali, Belalau District, West Lampung Regency in 2021 (p-value = 0.000). Suggestion Provide information to pregnant women about preventing and anticipating anemia by consuming boiled Moringa leavesAbstrak: Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dan eritrosit lebih rendah dari normal, dapat ditangani dengan cara non farmakologi, seperti mengkonsumsi seduhan daun kelor. Daun kelor merupakan sumber protein, vitamin A dan vitamin C serta mineral (besi dan kalsium, juga sumber vitamin B. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh pemberian seduhan daun kelor pada ibu hamil terhadap peningkatan kadar Haemoglobin di UPT Puskesmas Kenali Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen pendekatan two group pretest and post test design. Populasi ibu hamil 42 orang dengan sampel 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok masing -masing 15 responden. Objek dalam penelitian pemberian seduhan daun kelor dan kadar Haemoglobin. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPT Puskesmas Kenali Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat bulan Desember 2021. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji t test). Hasil penelitian diketahui rata-rata rata-rata kadar Hb sebelum diberikan tablet fe dan seduhan daun kelor pada ibu hamil adalah 10,4 gr/dl dan kadar Hb sesudah diberikan tablet fe dan seduhan daun kelor pada ibu hamil adalah 11,5 gr/dl. Rata-rata kadar Hb sebelum diberikan tablet Fe adalah 10,4 gr/dl, dan kadar Hb sesudah diberikan tablet Fe adalah 10,8 gr/dl. Ada pengaruh pemberian seduhan daun kelor pada ibu hamil terhadap peningkatan kadar Haemoglobin di UPT Puskesmas Kenali Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat Tahun 2021 (p-value = 0,000). Saran Memberikan informasi kepada ibu hamil tentang mencegah dan mengantisipasi anemia dengan cara mengkonsumsi seduhan daun kelor
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. D, Ny. N dan Ny.S di PMB Eli Noviandari, S.Tr.,Keb Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah Sagita, Yona Desni; Putri, Nopi Anggista; Agustina, Rika
Journal of Current Health Sciences Vol. 2 No. 2: 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.202226

Abstract

Breast milk production is strongly influenced by the psychological condition of the nursing mother. Psychologically the mother occurs because the mother experiences anxiety, anxiety is an emotional response to an assessment that describes worry, anxiety, fear, and restlessness accompanied by various physical complaints. When breastfeeding mothers feel comfortable and relaxed, the release of oxytocin can take place. well. In continuous care that focuses on postpartum care, researchers provide different interventions to postpartum mothers, namely oxytocin massage, breast care and marmet techniques, although different interventions are carried out, all of them aim to increase milk production. This study is a case study with the subject of three postpartum mothers who were given intervention on the third postpartum day. The results of the study were obtained after being given treatment, and the mother's milk production began to run smoothly. It is hoped that health workers, especially midwives, can provide education to postpartum mothers and families regarding oxytocin massage, breast care and marmet techniques as a form of stimulation that can facilitate the production of postpartum mother's milk. Abstrak: Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh kondisi psikolog ibu menyusui, Psikologis ibu terjadi karena ibu mengalami kecemasan, kecemasan merupakan respon emosional terhadap penilaian yang menggambarkan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai keluhan fisik Saat ibu menyusui merasa nyaman dan rileks maka pengeluaran oksitosin dapat berlangsung dengan baik. Asuhan berkesinambungan yang berfokus pada asuhan nifas ini peneliti memeberikan intervensi yang berbeda kepada ibu nifas yaitu pijat oksitosin, breascare dan teknik marmet meskipun berbeda intervensi yang dilakukan, namun semua bertujuan untuk meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus dengan subjek tiga orang ibu nifas yang diberikan intervensi pada hari ketiga postpartum. Hasil penelitian didapatkan setelah diberikan perlakuan produksi ASI ibu mulai lancar. Diharapkan petugas kesehatan khususnya bidan dapat memberikan edukasi kepada ibu nifas dan keluarga terkait pijat oksitosin, breascare dan teknik marmet sebagai salah bentuk stimulasi yang dapat memperlancar produksi ASI ibu nifas.