Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Citra Radiografi Panoramik pada Tulang Mandibula untuk Deteksi Dini Osteoporosis dengan Metode Gray Level Cooccurence Matrix (GLCM) Azhari, -; Suprijanto, -; Diputra, Yudhi; Juliastuti, Endang; Arifin, Agus Zainal
Majalah Kedokteran Bandung Vol 46, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.539 KB)

Abstract

Osteoporosis  salah satu penyakit degeneratif yang berkaitan dengan proses penuaan yang ditunjukkan perubahan struktur trabekula dan penurunan bone mineral density (BMD). Tujuan penelitian  adalah mendapatkan metode kuantifikasi citra panoramik  pada region of interest (ROI) di mandibula untuk menentukan BMD. Penelitian ini menggunakan  ROI (80x80 pixel) pada  kondilus mandibula untuk kuantifikasi citra dilakukan di Bagian Radiologi  Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran bulan  Oktober sampai Desember 2013. Pendekatan analisis tekstur menggunakan prinsip gray level co-occurence matrix (GLCM).  Desain dari kuantifikasi citra terdiri atas tahapan pelatihan dan pengujian.  Tahapan pelatihan melalui  9 data latih terhadap subjek wanita berusia 52–73 tahun pascamenopause.  Data  BMD vertebra lumbar dari DEXA digunakan sebagai referensi pada tahap klasifikasi dengan support vector machine (SVM) dengan fungsi kernel multilayer perceptron. Pengujian digunakan 14 data uji dari subjek selain yang digunakan untuk data latih. Pengujian untuk klasifikasi kelas normal dan osteoporosis menggunakan SVM memberikan akurasi  85,71%; sensitivitas (tingkat benar positif) 90,91%; dan spesifisitas (tingkat benar negatif) 66,67%. Pengenalan fitur paling baik didapatkan menggunakan kombinasi fitur contrast, correlation, energy, dan homogeneity sebagai input bagi klasifikasi SVM. Simpulan, analisis tekstur trabekula menggunakan metode gray level co-occurence matrix (GLCM) citra panoramik gigi dapat digunakan untuk deteksi dini osteoporosis. Kata kunci: Grey level co-occorance matrix (GLCM), panoramik, osteoporosis Panoramic Radiograph Image using Cooccurence Gray Level Matrix Method (GLCM) for Early Detection of Osteoporosis in Mandibular Bone  Abstract Osteoporosis is one of the degenerative diseases associated with aging, which is apparent from changes in trabecular structure and decreased bone mineral density (BMD) The  aim of this study  was to obtain a panoramic image quantification method on a region of interest (ROI) to determine the BMD. This study used an ROI (80x80 pixels) of the mandibular condyle for image quantification. The study was performed at the Department of Radiology, Faculty of Dentistry, Padjadjaran University during the period of October to December 2013. A texture analysis approach was applied using the principles of gray level co-occurence matrix (GLCM). The design of image quantification consisted of training and testing stages. The training stage was performed through 9 training data on the subjects of post-menopausal women between 52–73 years old . Data from the lumbar vertebrae BMD DEXA was used as a reference in the classification stage using a support vector machine (SVM) with kernel function multilayer perceptron. The testing used 14 test data from subjects which were not used for training data. The results showed that for the normal and osteoporotic class classification using SVM the accuracy was 85.71%, sensitivity (true positive rate) was 90.91%, and specificity (true negative rate) was 66.67%.  The best feature recognition was obtained using a combination of feature contrast, correlation, energy, and homogeneity as inputs for SVM classification. In conclusion, analysis of the trabecular texture using dental panoramic image produced by gray level co-occurance matrix (GLCM) method can be useful for early detection of osteoporosis.Key words: Grey level co-occorance matrix (GLCM), panoramic, osteoporosis DOI: 10.15395/mkb.v46n4.338
Rancang Bangun Lampu Pengatur Lalu Lintas Berbasiskan Gerbang Logika Emilham Mirshad; Yudhi Diputra; Rudi Mulya
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i1.424

Abstract

Sistem kendali lampu lalu lintas (Lampu lalu lintas ) mengambil peran penting dalam memberikan pengaturan yang lebih baik dan mengontrol arus lalu lintas. Strategi yang lebih baik dalam pengendalian arus lalu lintas dapat meningkatkan pergerakan kendaraan dengan mempersingkat waktu perjalanan. Penulisan ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat Lampu lalu lintas dengan gerbang logika. Perancangan peralatan menggunakan sistem tata lampu lalu lintas simpang empat fase yang berarti akan ada empat lampu hijau yang akan menyala secara bergantian dan empat lampu merah yang 3 hidup bersamaan. Tahap desain dimulai dari perancangan perangkat keras yang mengacu pada sistem blok diagram, selanjutnya program dibuat sesuai dengan perencanaan. Sensor Infra merah adalah komponen elektronika yang dapat mengidentifikasi cahaya infra merah (infra red, IR). Sensor infra merah atau detektor infra merah saat ini ada yang dibuat khusus dalam satu modul dan dinamakan sebagai IR Detector Photomodules. IR Detector Photomodules merupakan sebuah chip detektor infra merah digital yang di dalamnya terdapat fotodiode dan penguat (amplifier). Hasil pengujian alat ini menunjukkan LED dan seven segment yang ditampilkan akan menyala sesuai masukan sensor
Klasifikasi Analisis Tekstur Citra Radiografi Panoramik Gigi Untuk Deteksi Osteoporosis Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor (KNN) Yudhi Diputra; Syafrijon Syafrijon; Emilham Mirshad
Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika) Vol 11, No 3 (2023): Vol. 11, No 3, September 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/voteteknika.v11i3.124871

Abstract

Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang berkaitan dengan proses penuaan (degeneratif) yang diindikasikan dengan terjadinya penurunan kerapatan yang cepat dan penipisan jaringan tulang sehingga terjadi penurunan kekuatan mekanik tulang dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Teknik yang banyak dikembangkan untuk pengukuran yang berkaitan dengan massa tulang, serta dianggap sebagai gold standard adalah Dual Energi X-ray Absorptiometry (DXA).  Beberapa penelitian sebelumnya memberikan peluang pemanfaatan citra radiografi panoramik gigi untuk analisis kerapatan trabekula tulang mandibula. Hasil ini digunakan sebagai sarana dekteksi dini kondisi Bone Mineral Density (BMD). Penelitian ini bertujuan melakukan klasifikasi terhadap hasil analisis tekstur menggunakan prinsip Grey Level Co-occurence Matrix (GLCM) pada citra panoramik gigi. Dari metode GLCM diperoleh ekstraksi fitur yang selanjutnya dijadikan input bagi K-Nearest Neighbor (KNN) untuk melakukan klasifikasi. Uji coba dilakukan menggunakan data BMD vertebra lumbar dan citra panoramik gigi 23 sampel wanita berusia antara 52 – 73 tahun yang telah memasuki masa postmenopause. Hasil klasifikasi kelas normal dan osteoporosis menggunakan KNN (9 data latih dan 14 data uji) memberikan pengenalan paling baik dengan akurasi 78,57%, sensitivitas (tingkat benar positif) 100% dan spesifisitas (tingkat benar negatif) 66,67%. Pengenalan paling baik didapatkan menggunakan fitur contrast, energy, dan homogeneity dan kombinasi ketiganya sebagai input bagi klasifikasi KNN.Kata kunci : Osteoporosis, citra radiografi panoramik, analisis tekstur, Grey Level Co-occurrence Matrix (GLCM), K-Nearest Neighbor (KNN). Osteoporosis is a degenerative disease which is characterized by a rapid decrease in bone density resulting in a decrease in the mechanical strength of the bones to support daily activities. The gold standard for bone mass measurement is Dual Energy X-ray Absorptiometry (DXA). Several previous studies provided the opportunity to utilize dental panoramic radiographic images for analysis of mandibular trabecular bone density. These results are used as an early detection tool for Bone Mineral Density (BMD) conditions. This research tries to use the feature extraction results of texture analysis using Grey Level Co-occurrence Matrix (GLCM) on dental panoramic images as input for K-Nearest Neighbor (KNN) to carry out classification. The trial was conducted using lumbar vertebral BMD data and dental panoramic images from 23 samples of women aged between 52-73 years who had entered the postmenopausal period. Classification results of normal and osteoporosis using KNN (9 training data and 14 test data) gave the best recognition with an accuracy of 78.57%, a sensitivity of 100% and a specificity of 66.67%. The best recognition is obtained by using contrast, energy, and homogeneity features and their combination as input for KNN classification.Keywords: Osteoporosis, dental panoramic radiograph, texture analysis, Grey Level Co-occurrence Matrix (GLCM), K-Nearest Neighbor (KNN) . 
Pelatihan Aplikasi Manajemen Adminsitrasi dan Promosi Sekolah di SD IT Padang Islamic School Mirshad, Emilham; Mulya, Rudi; Diputra, Yudhi
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17142

Abstract

Background: Optimasi manajemen keuangan di lingkungan sekolah sangat penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan pengelolaan sumber daya yang efektif. Sekolah yang memiliki sistem keuangan yang terorganisir dengan baik dapat memastikan bahwa sumber daya keuangan digunakan secara optimal untuk mendukung proses pendidikan dan kegiatan operasional. Saat ini, Sekolah Dasar Islam Terpadu Padang Islamic School (SDIT PIS) menghadapi tantangan dalam sistem manajemen keuangannya yang masih bergantung pada pencatatan manual menggunakan Excel. Pendekatan ini sering kali menyebabkan kesalahan, kurangnya transparansi, dan keterbatasan dalam analisis data keuangan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan sistem manajemen keuangan yang lebih efisien dan terintegrasi di SDIT PIS. Metode: Terdapat tahapan yaitu analisis kebutuhan, pengembangan aplikasi, pelatihan, dan evaluasi. Selain itu, program ini juga mencakup pemasangan display LED berjalan di area strategis sekolah sebagai media promosi kegiatan sekolah, prestasi siswa, dan informasi lainnya. Hasil: Hasil dari program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi manajemen keuangan sekolah serta memfasilitasi promosi kegiatan sekolah. Kesimpulan: Dengan penerapan teknologi informasi yang tepat, sekolah dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung kegiatan sekolah.
Optimization of Digital Technology Utilization for Improving the Skills of Karang Taruna in Nagari Sungai Beringin, 50 Kota Regency yeka Hendriyani; Syafrijon Syafrijon; Yudhi Diputra
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 26, No 1 (2026): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.07020

Abstract

This community service activity aimed to optimize the use of digital technology to improve the skills of Karang Taruna members in Nagari Sungai Beringin, 50 Kota Regency. The activity was motivated by several problems, including limited access to digital technology, low digital skills among youth, and the absence of structured skill development programs relevant to current needs. The solution offered was training on the use of Canva for social media content design and logo creation to support youth creativity and entrepreneurship. The program involved 22 participants and was conducted on September 6–7, 2024. The implementation methods included preparation, pretest, training sessions, guided practice, independent assignments, posttest, and participant response questionnaires. The results showed that the training was carried out well and received positive responses from participants. The activity increased participants’ interest, confidence, and practical skills in designing digital content. Participants were able to produce valid and usable social media designs and logo products for Karang Taruna. This activity demonstrates that digital technology-based training can be an effective strategy for strengthening youth capacity, encouraging productive creativity, and supporting community empowerment at the village level.