Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR RISIKO INFEKSI VIRUS HEPATITIS B PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Eka Faizaturrahmi; Baiq Dwinta Diah Larasanti; Baiq Mei Asri Pratimi
ProHealth Journal Vol 16 No 2 (2019): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Prevalensi Hepatitis B di Wilayah Puskesmas Pringgasela terjadi peningkatan dalam 3 tahun terakhir. Virus hepatitis B yang menyerang ibu hamil menjadi masalah karena risiko penularan ke bayi cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berisiko terhadap infeksi virus Hepatitis B pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan case control. Kasus adalah 52 ibu hamil yang terdiagnosa HBsAg (+) dari Januari 2016 sampai Oktober 2017 dan tercatat di register ibu hamil di puskesmas. Kontrol adalah 104 ibu hamil yang terdiagnosa HBsAg (-) dari Januari 2016 sampai Oktober 2017 dan tercatat di register ibu hamil di puskesmas. Kontrol diupayakan memiliki karakteristik umur yang sama dengan kasus. Data dikumpulkan dengan penelusuran dokumen dan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat. Hasil:Faktor risiko yang secara independen berisiko terhadap kejadian infeksi virus Hepatitis B pada ibu hamil adalah suami pernah bekerja diluar negeri (AOR=4,115; 95%CI: 1,657-11,075), usia kawin pertama ≤19 tahun (AOR=2,420; 95%CI: 1,157-5,481), frekuensi perkawinan suami >1 kali (AOR=3,081; 95%CI: 1,345-7,080). Simpulan:Suami pernah bekerja diluar negeri, usia kawin pertama ≤19 tahundan frekuensi perkawinan suami >1 kali berisiko terinfeksi virus Hepatitis B.
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Perawatan Payudara pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sembalun Nurhidayah; Eka Faizaturrahmi; Baiq Dika Fatmasari
ProHealth Journal Vol 19 No 1 (2022): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.202219155

Abstract

ABSTRAK Menurut data ASEAN tahun 2015 disimpulkan bahwa prevalensi ibu nifas yang mengalami bendungan ASI yaitu tercatat sebanyak 76.543 ibu, hal tersebut diakibatkan oleh perawatan payudara yang kurang dan kejadian mastitis sebanyak 55% yang disebabkan karena perawatan payudara yang tidak benar. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Sembalun, dari 10 orang yang diwawancarai 7 orang mengatakan tidak pernah mendapatkan informasi tentang perawatan payudara dan 3 orang mengatakan pernah mendapatkan informasi tentang perawatan payudara pada masa nifas. Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi perawatan payudara pada ibu nifas. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 47 ibu nifas dengan tekhnik pengambilan sampel total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil analisis uji statistik didapatkan bahwa terdapat 3 variabel yang mempengaruhi perawatan payudara pada ibu nifas yaitu pengetahuan (p value = 0,028), pendidikan (p value = 0,028) dan dukungan tenaga kesehatan (p value = 0,038). Sedangkan faktor sikap tidak memiliki pengaruh terhadap perawatan payudara (p value = 0,078).Diharapkan ibu nifas terus meningkatkan pengetahuan tentang perawatan payudara, kepada peneliti selanjutnya agar dapat mencari variabel lain yang berkaitan dengan perawatan payudara.Kata Kunci : Perawatan Payudara, Ibu Nifas, Pengetahuan, Pendidikan, Sikap, Tenaga Kesehatan ABSTRACT According to ASEAN data in 2015 it was concluded that the prevalence of postpartum mothers who experienced breast milk dam were 76,543 mothers, caused by lack of breast care and the incidence of mastiticalcaused by improper breast care was 55%. Based on the results of a preliminary study conducted at the Sembalun Health Center, From 10 people interviewed, 7 people said they had never received information about breast care and 3 people said they had received information about breast care during the puerperium.This study was to determine the factors that influence breast care in postpartum mothers.the type of research was an analytic survey with a cross sectional design. The number of samples used in this study were 47 postpartum mothers with total sampling technique. The analysis used was univariate and bivariate analysis.Based on the results of statistical test analysis, it was found that there are 3 variables that affect breast care in postpartum mothers, namely knowledge (p value = 0.028), education (p value = 0.028) and support from health workers (p value = 0.038). While the attitude factor has no effect on breast care (p value = 0.078)Conclusion: it is hoped that postpartum mothers will continue to increase their knowledge about breast care, and for further researchers to be able to look forward other variables related to breast care. Keywords: Breast Care, Postpartum Mothers, Knowledge, Education, Attitudes, Health Workers
PENGARUH EDUKASI BERBASIS BUKU SAKU DAN LEMBAR BALIK TERHADAP KEBERHASILAN ASI ESKLUSIF DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS BANYUMULEK KECAMATAN KEDIRI LOMBOK BARAT Baiq Dika Fatmasari; Ernawati; Eka Faizaturrahmi
ProHealth Journal Vol 17 No 1 (2020): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh media berbasis Buku Saku dan lembar balik dapat meningkatkan keberhasilan ASI Esklusif. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan rancangan Non equivalent Control Group Design. Pengambilan Sampel dalam penelitian ini ibu Nifa ssebanyak 38 orang responden yang dibagimenjadi dua kelompok 19 responden pada kelompok intervensi di Puskesmas Banyumulek dan 19 responden pada kelompok kontrol di Puskesmas Kediri. Penelitian inidilaksanakan selama 6 Buandari September-Februari 2022. Data dianalisis uji statistik parametric dan non parametric. Untuk melihat pengaruh edukasi terhadap keberhasilan IMD menggunakan uji fisher exact test. uji mann-whitney dan untuk melihat perbedaan pengetahuan pre dan post pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi menggunakan uji Wilcoxon. Data sikap pre dan post berdistribusi normal sehingga untuk melihat perbedaan sikap pre dan sikap post antara kelompok menggunakan uji independent sample t-test dan untuk melihat perbedaansikap pre dan post pada kelompokkontrol dan kelompok intervensi menggunakan uji paired sample t-test. Hasil uji statistik karakterstik responden pada kedua kelompok kontrol dan intervensi dari variasi umur tidak homogen yang menunjukan bahwa responden dikedua kelompok cendrung tidak bersiko (20-35%) pada kelompok kontrol dan intervensi karakterstik pekerjaan dan pendidikan cendrung homogen sedangkan pada hasiluji statistik (p<0,05) yang berarti bahwa edukasi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan ASI Esklusif
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas tentang Perawatan Luka Perineum Nurannisa Fitria Aprianti; Eka Faizaturrahmi
ProHealth Journal Vol 22 No 2 (2025): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2025222189

Abstract

A postpartum mother's knowledge of perineal wound care is crucial in wound healing and preventing infection. The purpose is to find out the relationship between knowledge and attitudes of postpartum mothers about perineal wound care. Type of research Analytical survey with a crosssectional approach, The research location is in the Work Area of the Sukaraja Health Center, the research was conducted in May-June 2025, The population is all postpartum mothers who gave birth in the working area of the Sukaraja Health Center and experienced perineal tears, the sample in this study amounted to 45 postpartum mothers who experienced perineal injuries with accidental sampling techniques. The instrument uses a questionnaire. Test the statistic with a chi-square. The results were obtained that the age of most of the people was 20-35 years old as many as 29 people (64.4%), education was mostly low as many as 23 people (51.1%), work was mostly not working as many as 25 people (55.6%) and parity was mostly primipara as many as 26 people (57.8%), knowledge was mostly lacking as many as 23 people (51.1%) and perineal wound care was mostly not carried out as many as 31 people (68.9%). The chi-square statistical test obtained a value of p=0.000 <0.05, meaning that there is a meaningful relationship between the knowledge and attitude of postpartum mothers about perineal wound care in the work area of the Sukaraja Health Center. To increase the knowledge of postpartum mothers, health workers and health centers must provide educational information on how to properly treat perineal wounds..
Pemanfaatan Buku Saku terhadap Pengetahuan Ibu Nifas tentang Perawatan Luka Jahitan Perineum Aprianti, Nurannisa Fitria; Eka Faizaturrahmi; Siti Naili Ilmiyani; Ernawati; Baiq Dika Fatmasari
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.21153

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu nifas mengenai perawatan luka jahitan perineum masih menjadi permasalahan yang berpotensi meningkatkan risiko infeksi serta memperlambat proses penyembuhan pascapersalinan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada ibu nifas di Desa Jero Gunung, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Diperlukan upaya edukasi kesehatan yang praktis dan mudah dipahami untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas terkait perawatan luka perineum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahitan perineum melalui edukasi menggunakan media buku saku. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan dengan ceramah interaktif, demonstrasi langsung perawatan luka jahitan perineum, diskusi kelompok, serta pendampingan individual. Media edukasi yang digunakan berupa buku saku berisi informasi sederhana dan aplikatif. Tingkat pengetahuan ibu nifas diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu nifas setelah diberikan edukasi menggunakan buku saku. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan rendah, sedangkan setelah intervensi mayoritas peserta berada pada kategori pengetahuan baik. Buku saku yang dihasilkan menjadi luaran utama dan berfungsi sebagai media edukasi berkelanjutan bagi ibu nifas serta pendukung edukasi tenaga kesehatan di masyarakat. Kesimpulan: Edukasi kesehatan menggunakan media buku saku efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahitan perineum dan dapat diterapkan sebagai metode edukasi yang praktis dalam kegiatan pengabdian masyarakat.