Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENYESUAIAN DIRI DITINJAU DARI SELF-EFFICACY PADA MAHASISWA/MAHASISWI AWAL YANG MERANTAU DI FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN UNIVERSITAS SARI MUTIARA MEDAN Beby Astri Tarigan; Adinda Fuadillah
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 1 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i1.616

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-efficacy with self-adjustment. The hypothesis of this study states that there is a positive relationship between self-efficacy and self-adjustment, assuming that the higher the self-efficacy is, the higher the self-adjustment is, and conversely the lower the self-efficacy is, the lower the self-adjustment is. The subjects of this study were 81freshman college student at faculty of nursing and midwifery of Sari Mutiara University Medan. Datas were obtained from scales used to measure self-efficacy and self-adjustment. Calculations were performed by testing the analysis requirements (assumption) that consisted of tests for normality and linearity. The data were analyzed using Product Moment Correlation with SPSS 18 for Windows. The results of the data analysis showed that the correlation coefficient was 0.739 with a significance value of 0.000 (p <0.05). It showed that there is a positive relationship between self-efficacy and self-adjustment. The results of this study indicate that the contributions made by the variable of self-efficacy on selfadjustment was 54.6 percent, while the remaining 45.4 percent was influenced by other factors that were notexamined Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan penyesuaian diri. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara self-efficacy dengan penyesuaian diri, dengan asumsi semakin tinggi self-efficacy, maka semakin tinggi penyesuaian diri dan sebaliknya semakin rendah self-efficacy, maka semakin rendah penyesuaian diri. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa/mahasiswi fakultas keperawatan dan kebidanan semester awal yang merantau di Universitas Sari Mutiara Medan sebanyak 81orang. Data diperoleh dari skala untuk mengukur self-efficacy dan penyesuaian diri. Perhitungan dilakukan dengan melakukan uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 18 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.739 dan nilai signifikansi sebesar p = 0.000 (p < 0.05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara self-efficacy dengan penyesuaian diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel selfefficacy terhadap penyesuaian diri sebesar 54.6 persen, selebihnya 45.4 persen di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
SELA (SELF AWARENESS) CAMPAIGN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MENTAL REMAJA DI DESA PAYA BAKUNG Beby Astri Tarigan; Nicholas Chowin; Cornelissen F; Regina Yusvanila Vebiani; Rio Fernando Panjaitan
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2560

Abstract

Sejak pemberlakuan perubahan sistem edukasi selama pandemi covid 19, banyak dampak yang mempengaruhi kehidupan remaja khususnya pada kesehatan mental. Meskipun demikian, masih terdapat kurangnya perhatian akan hal tersebut khususnya dalam bidang pendidikan dimana masyarakat masih belum memahami pentingnya kesehatan mental di zaman sekarang. Terbentuknya SELA (Self Awareness) Campaign bertujuan untuk mengedukasi pentingnya edukasi kesadaran mental khususnya kepada remaja. Dalam pembahasannya, edukasi dan pemaparan informasi mengenai kesehatan mental sendiri tidak cukup untuk membuat remaja agar tertarik dan terdorong untuk mempelajarinya lebih lanjut. Dilihat dari keseluruhan permasalahan kesehatan mental remaja, dapat disimpulkan bahwa yang melatarbelakangi munculnya masalah kesehatan mental adalah kesadaran diri mereka yang kurang dalam mempelajari diri sendiri, dalam hal ini dikatakan dengan self awareness atau kesadaran diri. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan edukasi konvensional yang interaktif, santai dan tidak invasif dalam upaya meningkatkan kesadaran mental remaja Desa Paya Bakung. Tahapan kegiatan mulai dari pemberian pretest posttest, psikoedukasi, pemaparan edukasi dan terakhir evaluasi berlangsung selama 3 bulan yang diawali oleh sosialisasi program dan koordinasi dengan pihak Desa Paya Bakung. Metode penyuluhan bersifat konvensional yang melibatkan pelaksana langsung dengan mitra. Pada hasil kegiatan yang dilaksanakan, adanya peningkatan kesadaran mental melalui pengukuran dengan pretest dan postest yang mengalami kenaikan rata-rata 29%. Hal ini menunjukkan keantusiasan dari peserta untuk memperoleh informasi dan memahami lebih dalam mengenai kesadaran mental.
Pendampingan Peningkatan Softskill di Panti Asuhan Pelita Harapan Kecamatan Medan Petisah Kota Medan Devi Alindra; Beby Astri Tarigan; Friska Ria Sitorus; Venia Utami Keliat; Depitaria Br. Barus; Andini Pratiwi Siregar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelita Harapan Orphanage has endeavored to nurture and care for the children in various aspects, including education, physical health, and spiritual development. However, the educational services in the orphanage face a major problem related to the limited number and educational backgrounds of the caregivers, which hinder the nurturing process in the orphanage. The formal education received by the foster children is still considered insufficient in enhancing their character and skills to meet future demands. The informal learning in the orphanage has not undergone updates like those implemented in modern schools today, thus not providing optimal improvement in the learning abilities and character of the children in the orphanage. To address this issue, a soft skills approach is implemented to shape the character and develop the skills of the orphanage children. This approach involves a learning and character-building process through engaging and motivating activities that encourage critical thinking and exploration of new things. This process also adheres to ethical values, local wisdom, understanding of national diversity, and care for the environment. This research aims to enhance the soft skills of the children in Pelita Harapan Orphanage, with a focus on building a strong character, developing social and intellectual skills, and preparing them to face a complex future. The research methodology involves preparation, problem identification, observation in the orphanage, and interviews with relevant parties. With the soft skills approach, it is expected that the children in Pelita Harapan Orphanage can become resilient individuals capable of critical thinking, creativity, and innovation in facing various unpredictable situations and conditions. Through a combination of attitude, knowledge, and skills competencies, the foster children have the potential to maximize their self-development and make positive contributions to society.
Literatur Review: Resiliensi Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasca Pandemi Covid-19 Johanna, Petra; Tarigan, Beby Astri; Sitorus, Friyanka H.D; Lumbantoruan, Haposan
Psikologi Prima Vol. 6 No. 1 (2023): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v6i1.3490

Abstract

The purpose of this study is to review that resilience consisting of seven factors, namely emotion regulation, impulse control, optimism, causal analysis, empathy, self-efficacy, and reaching out, is very important to improve the quality of life of post-pandemic Indonesian people, who experienced trauma during the Covid-19 pandemic. This research methodology uses a literature review through analysis of theories from journals and books, articles, and other sources related to the focus of research. The results of this literature research state that humans experiencing physiological and psychological suffering during the Covid-19 pandemic are able to maintain and improve their quality of life, called resilience. Reivich and Shatte (2002) stated resilience is the ability to control pressure, adversity, or trauma by making healthy and productive responses in daily life. When individuals, families, communities and communities and nations have resilient and have a healthy quality of life, then the nation recovers and becomes strong again.
Makna Hidup Bagi Pecandu Narkoba Di Rehabilitasi Narkoba Sibolangit Centre Johanna, Petra; Purba, Flora Liharni; Tarigan, Beby Astri; Sitorus, Friyanka H.D.; Aritonang, Marsela Giovani
Psikologi Prima Vol. 7 No. 1 (2024): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v7i1.4891

Abstract

Narcotics are substances or drugs that are basically useful if used for good purposes, for example, in the treatment of certain diseases. However, the rampant abuse of narcotics can cause harm to humans. To deal with drug abuse, one of the efforts made by the government and the private sector is to establish a rehabilitation center that aims to help and empower drug addicts to get help to escape the drug trap. Sibolangit Drug Rehabilitation Center is one of the rehabilitation centers that uses spiritual principles to help residents rise from adversity. This service activity was carried out in order to provide psychological support by bringing the theme of the meaning of life to the residents at this rehabilitation center. This activity is implemented by providing material on the meaning of life, games, clinical interviews, and discussions with residents. The expected achievement in this community service activity is that it can positively affect the participants, especially the residents, by providing them with psychological support, understanding the psychoeducation of the meaning of life, and familiarity.
Orientasi Masa Depan Ditinjau Efikasi Dan Harga Diri Mahasiswa Wong Nur, Valeska; Efendy, Valencia Trisha; Stevani, Livia; Vera, Marta; Tarigan, Beby Astri; Safarina, Nur Afni
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.43295

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Universitas Prima Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Efikasi Diri dan Harga Diri terhadap Orientasi Masa Depan pada Mahasiswa/Mahasiswi jurusan Sastra Indonesia di Universitas Prima Indonesia Medan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah: Mahasiswa/Mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia di Universitas Prima Indonesia yang berjumlah 142 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan membagikan kuesioner kepada sampel. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara Efikasi Diri dan Harga Diri terhadap Orientasi Masa Depan dengan uji F = 100,56 dan sig. = 0.000 (p
Literature Review: Commuter Marriage dan Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak Mirza, Rina; Marpaung, Winida; Marpaung, Mukhaira El; Putra, Achmad Irvan Dwi; Aritonang, Husna Astria; Tarigan, Beby Astri; Pinem, Terendienta
ISLAMIKA GRANADA Vol 4, No 2 (2024): ISLAMIKA GRANADA JANUARI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v4i2.180

Abstract

Dengan semakin berkembangnya zaman, tidak hanya ayah yang bekerja, namun banyak ibu yang akhirnya memutuskan untuk bekerja juga. Bahkan tidak jarang diantara mereka memutuskan tinggal berjauhan karena tuntutan pekerjaan atau disebut dengan commuter Marriage dan sebagian besar anak akan tinggal bersama dengan ibunya sementara ayahnya berada di kota lain. Dengan keputusan tersebut, peran dalam pengasuhan anak tidak serta merta lepas dari keduanya. Baik ayah maupun ibu, harusnya tetap mempunyai peran dalam mengasuh anaknya. Penelitian ini bersifat literatur riview , dimana akan membahas terkait peran ayah dalam mengasuh anak pada pasangan commuter Marriage . Tujuan dari tulisan ini, untuk memberi edukasi akan pentingnya peran ayah dalam mengasuh anak meskipun memilih tinggal secara terpisah dari anaknya. Hasil yang dapat disimpulkan bahwa ayah bukan hanya sosok pemberi bantuan finansial bagi anaknya, namun peran ayah sangat diharapkan dalam mengasuh anak terutama pada pasangan komuter nikah . Beban pengasuhan anak, tidak hanya diberikan pada ibu saja namun ayah juga harus mengambil bagian sesuai cucurannya karena peran ayah akan berpengaruh pada perkembangan kognitif, emosi, kesejahteraan psikologis, sosial dan kesehatan fisik pada anak.
MOTIVASI BELAJAR DITINJAU DARI KONFORMITAS TEMAN SEBAYA PADA SISWA Nisha, Zahratun; Mirza, Rina; Kita Pinem, Sangap; Icha Marpaung, Marissa; Astri Tarigan, Beby
JURNAL TARBIYAH Vol 31, No 1 (2024)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/tar.v31i1.3532

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dan motivasi belajar siswa. Metode yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif. Motivasi belajar digunakan sebagai variabel terikat dan konformitas teman sebaya digunakan sebagai variabel bebas. Objek yang menjadi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, XI, XII MAS Alwasliyah Gedung Johor Medan yang berjumlah 266 orang dengan 153 orang sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara variabel motivasi belajar dengan variabel konformitas teman sebaya dengan nilai Pearson Correlation sebesar 0.191 dan Sig. sebesar 0.018 (p < 0.05). Hasil ini memperlihatkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Dari hasil yang diperoleh menyatakan bahwa semakin tinggi motivasi belajar siswa maka semakin tinggi pula konformitas teman sebayanya dan begitu sebaliknya. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan pada siswa SMA Muhammadiyah Kudus. Hasil penelitian ini menjawab hipotesis yang diajukan bahwa ada hubungan positif signifikan antara konformitas teman sebaya dengan motivasi belajar siswa.
Psikoedukasi Pada Siswa Sekolah Dasar: Cara Berkomunikasi Yang Baik Dengan Orang Sekitar Rina Mirza; Winida Marpaung; Nurvica Sary Perangin-angin; Mukhaira El-Akmal; Sabrini Mentari; Ahmad Irvan Dwi Putra; Beby Astri Tarigan
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2024
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v3i2.43

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SD Santa Thomas 5 Medan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengajarkan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang sekitar. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan psikoedukasi yang di ikuti oleh siswa/i kelas 6 SD. pendekatan psikoedukasi yang diberikan pada kegiatan pengabdian Masyarakat ini merupakan penggabungan beberapa metode diantaranya penyampaian materi melalui ceramah, diskusi tanya jawab, bermain peran cara berkomunikasi yang baik dan games terkait komunikasi. Adapun bahan yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pemahaman siswa-siswa terhadap kegiatan psikoedukasi berkomunikasi yang baik adalah dengan wawancara dan observasi yang dimodifikasi melalui kegiatan games dan kuis.Hasil yang didapatkan dari Psikoedukasi yaitu membantu siswa yang mengalami kendala untuk berinteraksi sosial, sehingga lebih mudah memahami komunikasi yang baik, karena kegitan bersifat interaktif dan aplikatif serta membantu siswa/i memahami cara berkomunikasi yang baik.
DAMPAK SEKS PRANIKAH UNTUK MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT SEKSUAL PADA REMAJA DI DUSUN SETIA BATUPHAT BARAT Safarina, Nur Afni; Amanda, Julia; Pasaribu, Meliana sari; Saumi, Sahrina; Wonatorei, Daniela Ruth; Muna, Zurratul; Tarigan, Beby Astri
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i2.643

Abstract

Penyakit seksual merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi remaja secara signifikan, terutama akibat perilaku seks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang dampak negatif seks pranikah terhadap penularan penyakit seksual, serta untuk mempromosikan tindakan preventif yang tepat. Metode penelitian meliputi penyelenggaraan sesi penyuluhan interaktif, diikuti dengan kuesioner pra-dan-pasca penyuluhan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap remaja. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman remaja tentang dampak negatif seks pranikah serta peningkatan dalam motivasi untuk menerapkan tindakan preventif, seperti penggunaan kondom dan komunikasi yang terbuka dengan pasangan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pendekatan penyuluhan yang holistik dalam membantu remaja mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab terkait dengan kehidupan seksual mereka.
Co-Authors Adinda Fuadillah Ahmad Irvan Dwi Putra Akmal, Mukhairah El Amanda, Devita Amanda, Jean Dhea Amanda, Julia Andini Pratiwi Siregar Apriliyani Kusuma Wardani Arifin Arifin Aritonang, Husna Astria Aritonang, Marsela Giovani Arsandi, Ervina Azzahra, Najwa Barus, Depitaria Chowin, Nicholas Clara Abbiati, Aqila Cornelissen F Devi Alindra Dwi Putra, Achmad Irvan Efendy, Valencia Trisha El Akmal, Mukhaira Esra Perangin-angin Esther Praja Anggriany Panggabean Evta Indra F, Cornelissen Febriyanto Febriyanto Finansiya, Ananta Fortuna, Gratia Angel Gokma Uli Alicia, Winda Haryanti, Kurnia Afdila Husna, Nabila Icha Marpaung, Marissa Indriyanto, Kristiawan Jenny, Jenny Jewil Taslim Keliat, Venia Utami Kelly, Grace Kita Pinem, Sangap Lai, Jane Faustine Laura, Miranda Lumbantoruan, Haposan Manurung, Yola Rutsanya Marpaung, Mukhaira El marpaung, winida Muna, Zurratul Napitupulu, Lilis Handayani Napitupulu, Natasya Triana Bella Natalia Natalia Nicholas Chowin Nisha, Zahratun Nur Afni Safarina Nur Afni Safarina Nur Afni Safarina, Nur Afni Nurvica Sary Perangin-angin Pangaribuan, Margaretha Angelika Panjaitan, Rio Fernando Pasaribu, Meliana sari Perkasa, Anggada Petra Johanna Purba, Flora Liharni Purba, Mas Intan Ramles, Polin Razika, Faiza Razika Regina Yusvanila Vebiani Rianda Elvinawanty Rina Mirza Rio Fernando Panjaitan S, Loren Caroline Natalie Sabrini Mentari Sabrini Mentari Rezeki Salim Aktar Salim, Alvin Karuna Sarifah, Sarifah Sarifah Saumi, Sahrina Shintya, Inka Shintya Siburian, Elizabeth Debora Debora Simamora, Dinar B. Simbolon, Raphita Sahania Morani Sitorus, Friska Ria Sitorus, Friyanka H.D. Sneha Sneha Sri Hartini Stevani, Livia Sunarsih Sunarsih Tanary, Christy Tarigan, Eltalina Tarigan, Fikaria Terendienta Pinem, Terendienta Tristanti, Devina Ula, Dirta Wardatul Vebiani, Regina Yusvanila Venia Utami Keliat Vera, Marta Victoria, Venny Wicaksana, Pramudya Wijaya, Melisa Wiswamitra, Tri Nanda Wonatorei, Daniela Ruth Wong Nur, Valeska Xevyra, Fanni Yara Andita Anastasya