Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

THE APPLICATION OF THE TALKING STICK METHOD TO IMPROVE STUDENT'S SPEAKING SKILLS PRINCE ANTASARI MEDAN Depitaria Barus
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (JBIP) Vol. 3 No. 2 (2021): Bahasa Indonesia Prima
Publisher : BIP: Jurnal Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.328 KB) | DOI: 10.34012/bip.v3i2.1960

Abstract

Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara dalam menanggapi cerpen siswa melalui penerapan metode tongkat berbicara (talking stick). Pelaksanaan penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ada pada pembelajaran berbicara dalam menanggapi cerpen pada siswa yang masih tergolong rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan tindakan kelas yang mendeskripsikan keterampilan berbicara dalam menanggapi cerpen pada siswa secara klasikal dan keterampilan berbicara dalam menanggapi cerpen melalui metode tongkat berbicara (talking stick) dalam bentuk pelaksanaanya dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan dengan sampel bertujuan (purposive sample) pada 30 siswa kelas VII SMP Pangeran Antasari Medan. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan berbicara dalam menanggapi cerpen siswa meningkat setelah menerapkan metode tongkat berbicara (talking stick). Pada pembelajaran prasiklus siswa memperoleh nilai rata-rata 52,33 dan persentase ketuntasan klasikal 20%. Setelah menerapkan metode tongkat berbicara (talking stick), hasil penilaian tes siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 69,5 dan meningkat menjadi 71,67 pada tes siklus II. Dilihat dari persentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I 66,67% meningkat pada siklus II 76,67%. Sehingga penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode tongkat berbicara (talking stick) dapat meningkatkan keterampilan berbicara dalam menanggapi cerpen pada siswa kelas VII SMP Pangeran Antasari Medan. Kata kunci: keterampilan berbicara, menanggapi cerpen, tongkat berbicara
The Role of Ki Hajar Dewantara in Instilling Character Education in Students: Peranan Ki Hajar Dewantara Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Pada Siswa Depitaria barus
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (JBIP) Vol. 4 No. 2 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : BIP: Jurnal Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.85 KB) | DOI: 10.34012/jbip.v4i2.2935

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peranan Ki Hajar Dewantara dalam menanamkan pendidikan karakter siswa yang terdapat dalam puisi Teratai karya Sanusi Pane. Kajian yang digunakan pada penelitian ini adalah hermeneutika pada sebuah puisi. Kajian ini digunakan karena kajian hermeneutika yang merupakan titik awal sebuah kajian sastra yang bersifat alternatif untuk memahami makna simbol-simbol dalam karya sastra. Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan sumber data yang diolah merupakan hasil dari analisis dokumendan telaah pustaka. Kajian hermeneutika pada puisi “Teratai” karya Sanusi Pane ini mengacu pada perkembangan zaman dan kanonisasi sastra yang beraneka ragam. Seorang penyair atau penulis puisi pasti memiliki tujuan khusus dan persembahan dalam tulisan sastra, tidak terkecuali seorang Sanusi Pane yang membuat puisi “Teratai”. Sajak Sanusi Pane “Teratai” menyimbolkan Ki Hajar Dewantara yang menjaga bumi Indonesia dengan ajarannya yang bersifat edukatif dan menyentuh aspek kebangsaan dengan semangat keindonesiaan yang murni. Puisi ini berisi peranan dan sekaligus pujian terhadap Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh yang pantas untuk diteladani dalam hal pundidikan untuk kehidupan sepanjang hayat. Ia dibandingkan dengan bunga yang tidak menonjolkan diri namun namanya terkenal di seluruh penjuru dunia. Kata kunci: kajian, puisi, hermeneutika, pendidikan, karakter.
Student Languages In Discussion Text In Vocational School (SMK) Depitaria Br Barus; Erikson Saragih; Rosliani
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 2 No 2 (2022): IJHESS- OCTOBER 2022
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v2i2.265

Abstract

Discussion activities can be an effort to improve students' speaking skills in expressing opinions, ideas in discussion. Discussions at school can run well if you stick to the rules of speaking in the principle of politeness. The principle of politeness consists of six maxims, namely the maxim of wisdom, the maxim of humility, the maxim of praise, the maxim of generosity, the maxim of agreement, the maxim of sympathy. This study aims to find and describe the principles of politeness used by students when learning is taking place as well as interactions among students and the implications of politeness principles at school. The data source of this research is the conversations between students in discussions and with teachers at SMK. By using the Leech politeness theory. Data collection techniques using recording and transcription techniques. The type of research used is descriptive method with a qualitative approach. The subjects of this study were students of class XI SMK in Indonesian subjects. The results of this study indicate that there is a violation of the politeness principle, namely 66 utterances and there are also 75 obedience to the politeness principle. The implication for learning Indonesian, namely the principle of politeness is the main requirement to be polite in speaking. The contribution to the school by applying the principle of politeness to all subjects can shape the character of students in speaking skills.
Pendampingan Peningkatan Softskill di Panti Asuhan Pelita Harapan Kecamatan Medan Petisah Kota Medan Devi Alindra; Beby Astri Tarigan; Friska Ria Sitorus; Venia Utami Keliat; Depitaria Br. Barus; Andini Pratiwi Siregar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelita Harapan Orphanage has endeavored to nurture and care for the children in various aspects, including education, physical health, and spiritual development. However, the educational services in the orphanage face a major problem related to the limited number and educational backgrounds of the caregivers, which hinder the nurturing process in the orphanage. The formal education received by the foster children is still considered insufficient in enhancing their character and skills to meet future demands. The informal learning in the orphanage has not undergone updates like those implemented in modern schools today, thus not providing optimal improvement in the learning abilities and character of the children in the orphanage. To address this issue, a soft skills approach is implemented to shape the character and develop the skills of the orphanage children. This approach involves a learning and character-building process through engaging and motivating activities that encourage critical thinking and exploration of new things. This process also adheres to ethical values, local wisdom, understanding of national diversity, and care for the environment. This research aims to enhance the soft skills of the children in Pelita Harapan Orphanage, with a focus on building a strong character, developing social and intellectual skills, and preparing them to face a complex future. The research methodology involves preparation, problem identification, observation in the orphanage, and interviews with relevant parties. With the soft skills approach, it is expected that the children in Pelita Harapan Orphanage can become resilient individuals capable of critical thinking, creativity, and innovation in facing various unpredictable situations and conditions. Through a combination of attitude, knowledge, and skills competencies, the foster children have the potential to maximize their self-development and make positive contributions to society.
PEMANFAATAN APLIKASI WATTPAD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PADA SISWA KELAS X SMAS RK DELI MURNI DISKI Angelina Mutiara Br Silitonga; Sukmawati Br Ginting; Perida Roma Asi Siahaan; Asnita Hasibuan; Depitaria Br Barus
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 6 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v6i2.325

Abstract

Aplikasi wattpad adalah situs web dan aplikasi tempat kita dapat membaca dan/atau menulis cerita kita sendiri dan membacanya, serta dapat dilihat oleh orang-orang berbeda di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manfaat Aplikasi Wattpad meningkatkan kesadaran menulis di zaman modern ini serta hambatan-hambatan yang dialami peserta didik seperti penyusuan kata, penentuan judul yang menarik, penentuan konflik yang menarik, penentuan alur, peletakan tanda baca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Fokus permasalahannya adalah pada pemanfaatan aplikasi wattpad untuk meningkatkan keterampilan menulis pada siswa X SMAS RK Deli Murni Diski. Data yang diperoleh dari penelitian yaitu melalui hasil observasi tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Aplikasi Wattpad bermanfaat untuk meningkatakaan keterampilan menulis siswa kelas X. Tidak hanya hal tersebut aplikasi wattpad juga menumbuhkan semangat peserta didik dalam menulis dan terlihat dari data yang diperoleh bahwa cerita yang ditulis sebelum membaca aplikasi wattpad sangat berbeda dengan cerita yang ditulis setelah membaca aplikasi wattpad. Menjadikan Aplikasi Wattpad sebagai media yang berkembang dalam proses pembelajaran sangat efektif dan membantu siswa terhadap hambatan-hambatan yang dialami selama proses menulis. Dari segi data direkomendasikan untuk para guru menggunakan media pembelajaran yang sedang berkembang dan menerapkan metode pembelajaran yang menarik karena metode ataupun penggunaan media dalam pengajaran sangat berpengaruh terhadap keterampilan siswa.
Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sebagai Wujud Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Atas (SMA) Depitaria Br Barus; Perida Roma Siahaan; Izmawal Pebriani Nasution; Nova Mawar Hutabarat
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 6 No. 2 (2024): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v6i2.5830

Abstract

This research is based on the existence of a government policy program in the Project for Strengthening Pancasila Student Profiles in Character Education. This policy cannot be separated from the hope that the nation's children will have character in accordance with Pancasila and the 1945 Constitution. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques use interview, observation and documentation methods. Furthermore, data analysis techniques use data reduction, data presentation, conclusion drawing, verification and data validation. The results of this research are 1). Helping schools adopt policies in realizing strengthening the profile of Pancasila as character education through learning, 2). The process of implementing the project to strengthen the profile of Pancasila students is based on the guidelines of the Minister of Education and Culture Decree No. 56 of 2022 Guidelines for Curriculum Implementation, 3). Efforts made to face obstacles include consistent evaluation, creation of modules, annual programs, semester programs adapted to follow-up programs, namely let's act.
MENUMBUHKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) PADA PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA RAKYAT PANCUR BATU): Meningkatkan Kesadaran dan Cinta Tanah Air melalui Gerakan Literasi Sekolah Br Barus, Depitaria; Perangin-angin, Esra; Indriyanto, Kristiawan; Keliat, Venia Utami
Jurnal Mitra Prima Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL MITRA PRIMA
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Literasi merupakan salah satu upaya untuk melakukan revolusi karakter dan memperkuat kebhonekaan serta memperkuat restorasi sosial Indonesia. Salah satu program Gerakan Literasi sekolah yaitu menanamkan rasa kepakaan dan wujud cinta tanah air. Temuan di sekolah SMA Rakyat Pancur Batu yaitu 1).Gerakan literasi dilakukan hanya bentuk literasi baca dan hitung, 2). Minimnya usaha yang dilakukan guru untuk membuat Gerakan literasi kepekaan terhadap cinta tanah air. Tujuan Gerakan literasi dalam wujud cinta tanah air yaitu sebagai penguatan mental, rasa bangaa terhadap tanah air, Pendidikan karakter. Hasil kegiatan ini nantinya menambah referensi dan kebijakan baru terhadap sekolah sebagai upaya untuk menanamkan karakter cinta tanah air melalui Gerakan literasi sekolah. Kata Kunci: Pendidikan Karakter,Gerakan Literasi.
THE APPLICATION OF THE TALKING STICK METHOD TO IMPROVE STUDENT'S SPEAKING SKILLS PRINCE ANTASARI MEDAN Silaban, Yolanda Novita; Barus, Depitaria
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 3 No. 2 (2021): Bahasa Indonesia Prima
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v3i2.1960

Abstract

Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara dalam menanggapi cerpen siswa melalui penerapan metode tongkat berbicara (talking stick). Pelaksanaan penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ada pada pembelajaran berbicara dalam menanggapi cerpen pada siswa yang masih tergolong rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan tindakan kelas yang mendeskripsikan keterampilan berbicara dalam menanggapi cerpen pada siswa secara klasikal dan keterampilan berbicara dalam menanggapi cerpen melalui metode tongkat berbicara (talking stick) dalam bentuk pelaksanaanya dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini dilakukan dengan sampel bertujuan (purposive sample) pada 30 siswa kelas VII SMP Pangeran Antasari Medan. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan berbicara dalam menanggapi cerpen siswa meningkat setelah menerapkan metode tongkat berbicara (talking stick). Pada pembelajaran prasiklus siswa memperoleh nilai rata-rata 52,33 dan persentase ketuntasan klasikal 20%. Setelah menerapkan metode tongkat berbicara (talking stick), hasil penilaian tes siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 69,5 dan meningkat menjadi 71,67 pada tes siklus II. Dilihat dari persentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I 66,67% meningkat pada siklus II 76,67%. Sehingga penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode tongkat berbicara (talking stick) dapat meningkatkan keterampilan berbicara dalam menanggapi cerpen pada siswa kelas VII SMP Pangeran Antasari Medan. Kata kunci: keterampilan berbicara, menanggapi cerpen, tongkat berbicara
The Role of Ki Hajar Dewantara in Instilling Character Education in Students: Peranan Ki Hajar Dewantara Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Pada Siswa Br Barus, Depitaria; Ningsih, Wahyu; Astri, Nanda Dwi; Nasution, Izmawal Pebriani
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 4 No. 2 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jbip.v4i2.2935

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peranan Ki Hajar Dewantara dalam menanamkan pendidikan karakter siswa yang terdapat dalam puisi Teratai karya Sanusi Pane. Kajian yang digunakan pada penelitian ini adalah hermeneutika pada sebuah puisi. Kajian ini digunakan karena kajian hermeneutika yang merupakan titik awal sebuah kajian sastra yang bersifat alternatif untuk memahami makna simbol-simbol dalam karya sastra. Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan sumber data yang diolah merupakan hasil dari analisis dokumendan telaah pustaka. Kajian hermeneutika pada puisi “Teratai” karya Sanusi Pane ini mengacu pada perkembangan zaman dan kanonisasi sastra yang beraneka ragam. Seorang penyair atau penulis puisi pasti memiliki tujuan khusus dan persembahan dalam tulisan sastra, tidak terkecuali seorang Sanusi Pane yang membuat puisi “Teratai”. Sajak Sanusi Pane “Teratai” menyimbolkan Ki Hajar Dewantara yang menjaga bumi Indonesia dengan ajarannya yang bersifat edukatif dan menyentuh aspek kebangsaan dengan semangat keindonesiaan yang murni. Puisi ini berisi peranan dan sekaligus pujian terhadap Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh yang pantas untuk diteladani dalam hal pundidikan untuk kehidupan sepanjang hayat. Ia dibandingkan dengan bunga yang tidak menonjolkan diri namun namanya terkenal di seluruh penjuru dunia. Kata kunci: kajian, puisi, hermeneutika, pendidikan, karakter.
Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sebagai Wujud Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Atas (SMA) Br Barus, Depitaria; Siahaan, Perida Roma; Nasution, Izmawal Pebriani; Hutabarat, Nova Mawar
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 6 No. 2 (2024): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v6i2.5830

Abstract

This research is based on the existence of a government policy program in the Project for Strengthening Pancasila Student Profiles in Character Education. This policy cannot be separated from the hope that the nation's children will have character in accordance with Pancasila and the 1945 Constitution. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques use interview, observation and documentation methods. Furthermore, data analysis techniques use data reduction, data presentation, conclusion drawing, verification and data validation. The results of this research are 1). Helping schools adopt policies in realizing strengthening the profile of Pancasila as character education through learning, 2). The process of implementing the project to strengthen the profile of Pancasila students is based on the guidelines of the Minister of Education and Culture Decree No. 56 of 2022 Guidelines for Curriculum Implementation, 3). Efforts made to face obstacles include consistent evaluation, creation of modules, annual programs, semester programs adapted to follow-up programs, namely let's act.