Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN PADA LANSIA NY.A DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA PEKANBARU TAHUN 2019 Juli Selvi Yanti
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v10i2.152

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg Penyakit degeneratif pada lansia jika tidak ditangani dengan baik maka menurunkan kualitas hidup lansia. Hipertensi merupakan suatu gejala penyakit degeneratif kardiovaskuler yang paling banyak di alami oleh lansia dan belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya. Penatalaksanan hipertensi pada lansia selain dengan farmakologi dapat pula dilakukan dengan non farmakologi seperti senam hipertensi. Tujuan penulis adalah melaksanakan asuhan kebidanan pada lansia Ny. A dengan hipertensi di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2019. Metode pendokumentasian yang digunakan SOAP. Hasil asuhan kebidanan yang telah dilakukan terhadap lansia Ny. A dengan hipertensi sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Kunjungan pertama asuhan yang diberikan mengajarkan cara melakukan senam hipertensi dan memberitahu cara mengatasi nyeri tengkuk, kunjungan kedua asuhan yang diberikan mengingatkan untuk terus melakukan senam hipertensi setiap hari di pagi hari, kunjungan ketiga asuhan yang diberikan untuk tetap melakukan senam hipertensi dan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah di pelayanan kesehatan. Dari pemberian asuhan terdapat pengaruh senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah lansia, sebelum dilakukan asuhan 160/100 mmHg dan setelah dilakukan asuhan 130/90 mmHg. Disarankan kepada penyedia layanan kesehatan untuk dapat melakukan penyuluhan kepada lansia khususnya lansia dengan hipertensi seperti melakukan jadwal rutin senam hipertensi agar lansia mengetahui cara pengendalian hipertensi.
ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN AMENOREA DI KLINIK PRATAMA AFIYAH PEKANBARU TAHUN 2019 Juli Selvi Yanti
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v11i2.178

Abstract

Kontrasepsi suntik 3 bulan adalah kontrasepsi yang diberikan secara intramuscular setiap 3 bulan atau 12 minggu, dalam suntik KB 3 bulan terdapat beberapa efek samping seperti perubahan siklus mentruasi, baik menjadi lebih panjang maupun lebih pendek, seperti tidak haid (Amenorea), Flek (Spotting) jerawat dibadan dan wajah, berat badan bertambah, pusing dan sakit kepala, gairah seks menurun, kepadatan tulang berkurang, tidak terlindung dari PMS. Tujuan studi kasus ini adalah melakukan asuhan kebidanan pada aseptor KB suntik 3 bulan dengan amenorea secara menyeluruh dan berkesinambungan. Metode kasus yang digunakan adalah studi kasus dengan latar belakang akseptor KB suntik 3 bulan dengan amenorea di Klinik Pratama Afiyah tahun 2019. Asuhan yang diberikan kepada akseptor suntik KB suntik 3 bulan dengan amenorea ini selama 3 kali kunjungan dengan pemberian asuhan berupa mengkomsumsi pil kombinasi. Metode pelaksanaan pendekatan menggunakan pendokumentasian SOAP. Dari hasil yang telah dilakukan pada kasus ini terdapat nya kesenjangan dengan teori yang didapatkan pasien tidak terjadinya haid setelah mengkomsusi terapi pil kombinasi yang diberikan. Dari kasus yang ditemukan tidak terjadinya haid 3-6 bulan maka disarankan untuk memeriksakan keadaan ke dokter ataupun menganti alat kontrasepsi lain berupa non hormonal. Dalam hal ini asuhan kebidanan yang sedang menjalankan praktik untuk selalu mempertahankan dan meningkatkan pelayanan kebidanan yang sudah ada khusunya terhadap pelayanan KB.
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEBIDANAN TINGKAT II DAN III DI AKADEMI KEBIDANAN HELVETIA PEKANBARU Juli Selvi Yanti; Eka Maya Saputri; Firman Edigan; Muhamadiah Muhamadiah
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 8 No 1 (2019): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin normal umumnya berbeda pada laki-laki dan perempuan. Untuk pria, anemia biasanya didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 13,5 gram/ 100ml dan pada wanita sebagai hemoglobin kurang dari 12,0 gram/ 100ml. Remaja yang kurang sehat akibat anemia dapat mengalami kesulitan belajar, karena mudah capek, mengantuk, pusing, daya konsentrasinya hilang, kurang semangat, pikiran terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Anemia dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Kebidanan Tingkat II dan III di Akademi Kebidanan Helvetia Pekanbaru. Metoda: Desain penelitian ini adalah cross-sectional yang dilakukan di AKBID Helvetia Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiwi tingkat II dan III yang berjumlah 110 orang, dimana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan hubungan anemia dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan Akbid Helvetia Kota Pekanbaru p value 0,005 (< 0,05). Saran: Diharapkan para mahasiswa untuk menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi dan Perlunya kerjasama dari pemerintah maupun masyarakat dengan pihak institusi melalui program PIK-Maha.
UPAYA PENINGKATAN ASI PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU DI PMB ROSITA KOTA PEKANBARU 2025 Mizwar, Mutiara Amnda; Ristica, Octa Dwienda; Megasari, Miratu; Damayanti, Ika Putri; Yanti, Juli Selvi
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4110

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi utama dan terbaik bagi bayi, namun tidak semua ibu dapat memproduksi ASI dalam jumlah cukup, terutama pada masa nifas. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan pemberian sari kacang hijau yang kaya akan protein, vitamin B1, dan polifenol yang berperan merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 15 ibu nifas hari ke-1 hingga ke-3 yang bersalin di PMB Rosita Kota Pekanbaru. Intervensi dilakukan dengan memberikan sari kacang hijau sebanyak 250 ml dua kali sehari selama 7 hari. Data dikumpulkan melalui observasi produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil enelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas ibu (86,7%) belum mengalami peningkatan produksi ASI. Setelah intervensi, terjadi peningkatan produksi ASI pada 66,7% responden. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian sari kacang hijau (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian sari kacang hijau efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas
Pelaksanaan Kelas Ibu Nifas Sebagai Upaya Peningkatan Kunjungan Ibu Nifas Di Puskesmas Garuda Pekanbaru Saputri, Eka Maya; Yanti, Juli Selvi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i2.3732

Abstract

Masa Nifas (Puerperium) adalah masa setelah keluarnya plasenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari. Pelayanan Nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca persalinan oleh tenaga kesehatan. Kunjungan masa nifas sangat dianjurkan pada ibu nifas untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir, dan untuk menjaga, mendeteksi dan menangani masalah – masalah yang terjadi, terdapat sekurang- kurangnya tiga kali sesuai jadwal yang dianjurkan. Namun, terdapat permasalahan dalam tingkat kunjungan ibu nifas yang masih rendah, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan bayi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kunjungan ibu nifas adalah melalui pelaksanaan kelas ibu nifas. Kelas ini dapat memberikan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan psikososial kepada ibu nifas, sehingga dapat mempengaruhi perilaku kunjungan dan pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu dan bayi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra maupun ibu nifas tentang pentingnya peningkatan kunjungan ibu nifas yang dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan. Pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Puskemas Garuda, yang akan menjadi objek dalam Pengabdian ini adalah Ibu Nifas. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan yang dilakukan dengan ceramah langsung untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang bagaimana pentingnya kunjungan pada masa nifas. Luaran yang ditargetkan oleh penulis adalah adanya publikasi artikel pada jurnal pengabdian yang terakreditasi (SINTAN 5) dan masyarakat khusunya pada ibu nifas tentang pelaksanaan kelas ibu nifas sebagai upaya peningkatan kunjungan ibu nifas di puskesmas garuda pekanbaru. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 19 September 2023. Hasil pengabdian kelas ibu nifas ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu nifas terhadap pentingnya melakukan kunjungan nifas. Diharapkan pada ibu nifas untuk dapat membuat kelas ibu nifas serta dapat dilaksnakan secara rutin dan kegiatan kelas ibu nifas ini dapat dilakukan di puskesmas ataupun di klinik kesehatan lainya.