Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN PADA LANSIA NY.A DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA PEKANBARU TAHUN 2019 Juli Selvi Yanti
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v10i2.152

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg Penyakit degeneratif pada lansia jika tidak ditangani dengan baik maka menurunkan kualitas hidup lansia. Hipertensi merupakan suatu gejala penyakit degeneratif kardiovaskuler yang paling banyak di alami oleh lansia dan belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya. Penatalaksanan hipertensi pada lansia selain dengan farmakologi dapat pula dilakukan dengan non farmakologi seperti senam hipertensi. Tujuan penulis adalah melaksanakan asuhan kebidanan pada lansia Ny. A dengan hipertensi di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2019. Metode pendokumentasian yang digunakan SOAP. Hasil asuhan kebidanan yang telah dilakukan terhadap lansia Ny. A dengan hipertensi sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Kunjungan pertama asuhan yang diberikan mengajarkan cara melakukan senam hipertensi dan memberitahu cara mengatasi nyeri tengkuk, kunjungan kedua asuhan yang diberikan mengingatkan untuk terus melakukan senam hipertensi setiap hari di pagi hari, kunjungan ketiga asuhan yang diberikan untuk tetap melakukan senam hipertensi dan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah di pelayanan kesehatan. Dari pemberian asuhan terdapat pengaruh senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah lansia, sebelum dilakukan asuhan 160/100 mmHg dan setelah dilakukan asuhan 130/90 mmHg. Disarankan kepada penyedia layanan kesehatan untuk dapat melakukan penyuluhan kepada lansia khususnya lansia dengan hipertensi seperti melakukan jadwal rutin senam hipertensi agar lansia mengetahui cara pengendalian hipertensi.
ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN AMENOREA DI KLINIK PRATAMA AFIYAH PEKANBARU TAHUN 2019 Juli Selvi Yanti
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v11i2.178

Abstract

Kontrasepsi suntik 3 bulan adalah kontrasepsi yang diberikan secara intramuscular setiap 3 bulan atau 12 minggu, dalam suntik KB 3 bulan terdapat beberapa efek samping seperti perubahan siklus mentruasi, baik menjadi lebih panjang maupun lebih pendek, seperti tidak haid (Amenorea), Flek (Spotting) jerawat dibadan dan wajah, berat badan bertambah, pusing dan sakit kepala, gairah seks menurun, kepadatan tulang berkurang, tidak terlindung dari PMS. Tujuan studi kasus ini adalah melakukan asuhan kebidanan pada aseptor KB suntik 3 bulan dengan amenorea secara menyeluruh dan berkesinambungan. Metode kasus yang digunakan adalah studi kasus dengan latar belakang akseptor KB suntik 3 bulan dengan amenorea di Klinik Pratama Afiyah tahun 2019. Asuhan yang diberikan kepada akseptor suntik KB suntik 3 bulan dengan amenorea ini selama 3 kali kunjungan dengan pemberian asuhan berupa mengkomsumsi pil kombinasi. Metode pelaksanaan pendekatan menggunakan pendokumentasian SOAP. Dari hasil yang telah dilakukan pada kasus ini terdapat nya kesenjangan dengan teori yang didapatkan pasien tidak terjadinya haid setelah mengkomsusi terapi pil kombinasi yang diberikan. Dari kasus yang ditemukan tidak terjadinya haid 3-6 bulan maka disarankan untuk memeriksakan keadaan ke dokter ataupun menganti alat kontrasepsi lain berupa non hormonal. Dalam hal ini asuhan kebidanan yang sedang menjalankan praktik untuk selalu mempertahankan dan meningkatkan pelayanan kebidanan yang sudah ada khusunya terhadap pelayanan KB.
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEBIDANAN TINGKAT II DAN III DI AKADEMI KEBIDANAN HELVETIA PEKANBARU Juli Selvi Yanti; Eka Maya Saputri; Firman Edigan; Muhamadiah Muhamadiah
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 8 No 1 (2019): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin normal umumnya berbeda pada laki-laki dan perempuan. Untuk pria, anemia biasanya didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 13,5 gram/ 100ml dan pada wanita sebagai hemoglobin kurang dari 12,0 gram/ 100ml. Remaja yang kurang sehat akibat anemia dapat mengalami kesulitan belajar, karena mudah capek, mengantuk, pusing, daya konsentrasinya hilang, kurang semangat, pikiran terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Anemia dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Kebidanan Tingkat II dan III di Akademi Kebidanan Helvetia Pekanbaru. Metoda: Desain penelitian ini adalah cross-sectional yang dilakukan di AKBID Helvetia Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiwi tingkat II dan III yang berjumlah 110 orang, dimana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan hubungan anemia dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan Akbid Helvetia Kota Pekanbaru p value 0,005 (< 0,05). Saran: Diharapkan para mahasiswa untuk menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi dan Perlunya kerjasama dari pemerintah maupun masyarakat dengan pihak institusi melalui program PIK-Maha.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Akseptor Kb Suntik Di Pmb Marlina Desa Panipahan Tahun 2025 Sari, Duma; Yanti, Juli Selvi; Triana, Ani; Maita, Liva; Ardhiyanti, Yulrina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2354

Abstract

Kontrasepsi suntik merupakan metode kontrasepsi hormonal yang umum digunakan oleh wanita usia subur. Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam kontrasepsi suntik dapat memengaruhi tekanan darah dan kondisi pembuluh darah. Studi dokumentasi di PMB Marlina menunjukkan bahwa dari 30 akseptor KB suntik pada November 2024, terdapat 11 orang mengalami hipertensi, seluruhnya berusia ≥35 tahun dan menggunakan KB suntik >2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada akseptor KB suntik di PMB Marlina Desa Panipahan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan metode Analytik Correlational dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 102 orang akseptor KB suntik dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara usia (P- Value=0,000; OR=81,4), lama penggunaan KB suntik (P Value=0,000; OR=15,37), dan pola hidup (P-Value=0,000; OR=45,0) dengan kejadian hipertensi. Sementara itu, riwayat hipertensi dalam keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (P-Value=0,328; OR=1,53). Hasil ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengguna KB suntik mengenai risiko hipertensi, serta mendorong PMB untuk memberikan edukasi terkait pilihan kontrasepsi yang lebih aman dan pentingnya penerapan pola hidup sehat..