Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : I-Finance Journal

PENGARUH PEMBIAYAAN MODAL KERJA TERHADAP PENDAPATAN USAHA NASABAH PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG SIMPANG PATAL PALEMBANG Erdah Litriani
I-Finance Journal Vol 3 No 2 (2017): I-FINANCE: a Research Journal on Islamic Finance
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ifinance.v3i2.1448

Abstract

This study aims to investigate the Working Capital Financing Effect Against Revenue Customer At PT. Bank Syariah Mandiri Branch Office Simpang Patal Palembang. Working capital financing is financing to meet the needs of increased production both quantitatively and qualitatively, and for the purposes of trade or increase the utility of place of an item. Operating revenues were higher course is expected by every customer who makes an effort to encourage the development of the business. This study on the financing of working capital to revenue customers by using purposive sampling method means sampling conducted choose subjects based on specific criteria researchers set, the sample in this study were 30 people from a population of 274 people. The method used in this study is a simple linear regression method. Based on the research results obtained, that the financing of working capital variables affect the customer's business income variable and there is a positive relationship between working capital financing to operating income customers. Based on t test results that show the value of t> t table (8.937> 1.701) and a significant value is smaller than the significance level (α) 0.05 (0.000 <0.05), then the hypothesis that there is a significant positive effect variable financing working capital to operating income customers at PT. Bank Syariah Mandiri Branch Office Simpang Patal Palembang.
PENGARUH INFLASI DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM DI SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI PADA INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA (ISSI) TAHUN 2012-2016 Dini Yuniarti; Erdah Litriani
I-Finance Journal Vol 3 No 1 (2017): I-FINANCE: a Research Journal on Islamic Finance
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ifinance.v3i1.1478

Abstract

Sharia Securities are effects that do not conflict with the principles of sharia in the Capital Market. This study aims to reveal how the influence of inflation and the rupiah exchange rate against stock prices in the consumer goods industry sector on the index of sharia stock indonesia (ISSI). The object of this research is all syariah stock listed in indonesia syariah stock index (ISSI) in Indonesia Stock Exchange (BEI) consumer goods industry sector period 2012-2016. Sampling sample in this research using Purpose Sampling method based on data availability during the study period and data type is secondary data, while the analysis method used is multiple linear regression model with panel data. The results showed that the Inflation and Rupiah Exchange variables have an effect and significant to the stock price in the consumer goods industry sector in Indonesia Sharia stock index (ISSI) period 2012-2016.
RELEVANSI BUDAYA “ NATING” DAN PERSEPSI MASYARAKAT KABUPATEN LAHAT TERHADAP POTENSI PENDIRIAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL Litriani Erdah
I-Finance Journal Vol 5 No 1 (2019): I-FINANCE: a Research Journal on Islamic Finance
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ifinance.v5i1.3722

Abstract

Praktek gadai atau nating yang sering terjadi dimasyarakat dapat dikatakan terdapat unsur penganiayaan,hal ini disebabkan karena pelaku nating sangat terpaksa untuk menggadaikan lahan milik mereka, selama dalam masa perjanjian pemilik lahan tidak memiliki hak untuk mengelola atau menggarap dan tidak mendapatkan bagian dari hasil produksi atau hasil panen. Kemudian, pada saat perjanjian berakhir pemilik lahan harus menebus lahan dengan jumlah atau besaran yang sama pada saat peminjaman awal tanpa mendapatkan bagian dari keuntungan hasil panen itu sendiri. Budaya nating yang ada dimasyarakat selama ini telah berlangsung sejak lamadan menjadi adat yang biasa dan belum ada problem solving baik dari Pemerintah, lembaga adat atau pihak terkait lainnya. Konsep BMT (Baitul Mal wat Tamwil) dapat dihadirkan di daerah kabupaten kota Lahat Sumatera Selatan dan bahkan di kecamatan dan perdesaan.Konsep BMT sebagai lembaga keuangan mikro syari’ah. Pendekatan Community Based Riset (CBR) dilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada masyarakat yang melakukan kegiatan nating, guna menemukan faktor-faktor yang melatarbelakangi masyarakat melakukan kegiatan nating tersebut dan permasalahan yang sering dihadapi . Wawancara dilakukan dengan pemilik tanah / lahan, pemilik modal, dan pemangku setempat yang berwenang baik pemangku pemerintahan maupun pelaku adat. Serta, mendiskusikan solusi yang tepat bagi masalah-masalah yang sering terjadi. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Masyarakat melakukan praktek nating atau gadai dikarenakan ada keperluan yang sangat mendesak biasanya untuk biaya pengobatan, biaya pendidikan anak, tambahan uang untu merenovasi rumah, tambahan uang untuk membeli kebun, banyak alasan yang melatarbelakangi masyarakat melakukan praktek gadai. Persepsi masyarakat mengenai keberadaan BMT sangat setuju karena dapat membantu masyarakat khususnya masyarakat yang sawahnya sudah tergadai, jenis BMT/ Koperasi yang diinginkan oleh masyarakat adalah jenis simpan pinjam yang tidak berbunga, serta pembayaran yang dapat dibayar pada saat musim panen. Relevansi budaya nating terhadap potensi pendirian BMT, bahwa diharapkan BMT menjadi suatu penewaran baru bagi permsalahan yang ada selama ini. Dengan danya pendiirian BMT diharapkan mampu menjadi sebuah solusi baru bagi permasalahan yang ada dimasyarakat. Pendirian BMT sangat relevan bagi solusi permasalahan budaya “nating” di Kabupaten Lahat pada umumnya.