Tutuk Ningsih
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFFORTS TO BUILD GLOBAL AWARENESS THROUGH SOCIAL STUDIES LEARNING IN THE ERA OF INDUSTRIAL REVOLUTION 5.0 Emiliya Fatmawati; Tutuk Ningsih
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol. 13 No. 2 (2024): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v13i2.24292

Abstract

In the era of Industrial Revolution 5.0, it is important to understand how social studies learning can build global awareness in students. This article explores the challenges and opportunities in implementing social studies learning in this changing era. Key challenges include technology integration, cultural diversity and understanding complex global issues. However, there are significant opportunities in the use of technology, project-based learning and the development of 21st century skills in social studies learning. The purpose of this study is to investigate how practical approaches in social studies learning can help build global awareness in students in the era of Industrial Revolution 5.0. The results showed that the integration of technology, project-based approach, and 21st century skills development significantly improved the effectiveness of social studies learning in building global awareness. The practical implementation of these strategies opens up opportunities to prepare students to be adaptive global citizens, responsive to change, and contribute to the development of a more sustainable world. In conclusion, social studies learning in the era of the Industrial Revolution 5.0 has great potential to be a driving force in shaping a generation that has a strong global awareness and is ready to face complex global challenges.Keywords: Challenges and opportunities; Global awareness; Industrial revolution 5.0; Social studies learning;
Inovasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Strategi Edutainment Rakhmat Rakhmat; Tutuk Ningsih
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 2 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i2.6836

Abstract

Penelitian ini mengkaji inovasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui strategi edutainment di SD Negeri 1 Bancar, sebagai respons atas rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa yang disebabkan oleh dominannya metode pembelajaran konvensional. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa kelas IV, V, dan VI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi edutainment melalui permainan digital, role playing, dan pemanfaatan platform digital berhasil meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan hasil belajar siswa secara signifikan. Namun, tantangan seperti kurangnya pelatihan guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan kesulitan dalam menyusun instrumen penilaian yang komprehensif teridentifikasi. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi edutainment merupakan solusi yang efektif untuk merevitalisasi pembelajaran IPS, namun memerlukan dukungan sistemik melalui pengembangan profesional guru, peningkatan sarana prasarana, dan kolaborasi kebijakan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencakup perluasan cakupan sampel, studi longitudinal, serta eksplorasi integrasi teknologi emerging seperti augmented reality dan artificial intelligence dalam pembelajaran berbasis edutainment.
Permainan Tradisional sebagai Praktik Pendidikan dan Kebudayaan dalam Proses Sosialisasi Anak di Masyarakat Pedesaan Aulia Himmawati; Tutuk Ningsih
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8480

Abstract

Permainan tradisional merupakan praktik budaya yang dekat dengan anak-anak di masyarakat pedesaan. Permainan tradisional tidak hanya sebagai hiburan namun juga memiliki nilai budaya seperti nilai gotong royong, kerjasama, disiplin, kebersamaan, sportivitas, toleransi, empati, dan nilai pendidikan dilihat dari aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran permainan tradisional sebagai nilai budaya dan pendidikan sebagai praktik sosialisasi anak di masyarakat pedesaan. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, dengan teknik dokumentasi dan dianalisis melalui reduksi, data display, dan triangulais data. Hasil temuan menunjukkan jika permainan tradisional dapat menjadi ruang belajar sosialisasi anak dengan perasaan gembira dan tanpa menggurui. Anak-anak melakukan interaksi sosial, komunikasi, internalisasi nilai budaya dan pendidikan. Meskipun tantangan modernisasi dan teknologi hadir sehingga dibutuhkan upaya revitalisasi dari stake holder pendidikan, pemerintah, dan masyarakat agar permainan tradisional tetap dapat berkontribusi terhadap kemampuan sosial anak dan nilai budaya toleransi, gotong royong, disiplin, empati, jujur, dan menghargai tetap dapat diwariskan sebagai karakter bangsa Indonesia.
Problematika Pendidikan Karakter di Tengah Arus Modernitas Abdur Wahid; Tutuk Ningsih; M. Slamet Yahya
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8654

Abstract

Pendidikan karakter merupakan inti dari fungsi pendidikan yang bertujuan membentuk pribadi berakhlak, beretika, dan bertanggung jawab sosial, namun di era modernisasi digital fungsi ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi moral, meningkatnya individualisme, serta kesenjangan sosial-digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika pendidikan karakter di tengah arus modernisasi digital melalui perspektif sosiologi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data diperoleh dari literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen akademik, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi digital memperlemah kontrol sosial, menggeser nilai kolektif menjadi pragmatis, serta menimbulkan reproduksi sosial akibat ketimpangan akses teknologi. Analisis teori Durkheim, Marx, dan Mead menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dipandang sebagai mekanisme sosial yang terintegrasi dengan perubahan masyarakat modern. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan kultur sekolah melalui pembiasaan positif dan keteladanan guru, kolaborasi Tri Pusat Pendidikan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, pengembangan literasi digital beretika, serta peningkatan kompetensi guru sebagai teladan moral dan agen literasi digital. Dengan sinergi nilai religius, sosial, dan digital, pendidikan karakter diharapkan mampu menjadi benteng moral yang menyiapkan generasi muda adaptif menghadapi arus modernitas.