p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JEBD IJEMA
Marselina
Universitas Lampung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pengaruh Belanja Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pada Tiga Dob Di Provinsi Lampung (Studi Kasus : Kabupaten Pringsewu, Mesuji dan Tulang Bawang Barat) Anggi Adya Pratiwi; Marselina; Arivina Ratih Yanuar Taher; Zulfa Emalia
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 12 (2025): IJEMA - Desember 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Belanja Pemerintah Fungsi Pendidikan, Fungsi Kesehatan, Infrastruktur Konektivitas dan Perlindungan Sosial terhadap pertumbuhan ekonomi pada 3 Daerah Otonomi Baru di Provinsi Lampung tahun 2017-2023. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan Common Effect Model (CEM) yang dianalisis dengan bantuan software Eviews 12. Pengujian statistik yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini meliputi Uji Multikolinearitas dan Heteroskedastisitas, Uji t, Uji f dan Uji Koefisien Determinasi R2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Belanja Pemerintah Fungsi Pendidikan dan Infrastruktur Konektivitas secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada 3 DOB di Provinsi Lampung tahun 2017-2023, sedangkan Belanja Pemerintah Fungsi Kesehatan dan Perlindungan Sosial secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada 3 DOB di provinsi Lampung tahun 2017-2023. Namun, secara simultan (bersama-sama) Belanja Pemerintah Fungsi Pendidikan, Fungsi Kesehatan, Infrastruktur Konektivitas dan Perlindungan Sosial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada 5 DOB di Provinsi Lampung tahun 2017-2023.
Analisis Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Persentase Penduduk Miskin, Dan Belanja Infrastruktur Konektivitas Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Lampung Tahun 2019-2023 Anggraini; Marselina
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 4 (2026): IJEMA - April 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), kemiskinan, dan belanja infrastruktur konektivitas terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Lampung periode 2019–2023. Data yang digunakan merupakan data panel sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan cakupan 15 kabupaten/kota. Metode analisis menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPT dan kemiskinan berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan belanja infrastruktur berpengaruh positif signifikan. Secara simultan, seluruh variabel berpengaruh signifikan. Model mampu menjelaskan 40,23% variasi pertumbuhan ekonomi. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengendalian pengangguran dan kemiskinan serta optimalisasi belanja infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pengaruh Faktor Fiskal, Demografi, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintah terhadap Kemandirian Fiskal Provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera Tahun 2018–2025 Siti Nurhasanah; Heru Wahyudi; Vitriyani Tri Purwaningsih; Marselina; Prayudha Ananta
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 7 (2026): IJEMA - Juli 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian fiskal merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan implementasi desentralisasi fiskal karena menggambarkan kapasitas pemerintah daerah membiayai fungsi-fungsi pemerintahan secara mandiri. Namun, tingkat kemandirian fiskal pemerintah antar provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera masih menunjukkan perbedaan yang dipengaruhi oleh kapasitas fiskal, aktivitas ekonomi, karakteristik demografis, dan tata kelola pemerintahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH), jumlah penduduk, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan anti korupsi terhadap tingkat kemandirian fiskal tingkat pemerintah provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera periode 2018–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel pada 16 provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD, jumlah penduduk, dan PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian fiskal, sedangkan DBH berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, anti korupsi yang diproksikan menggunakan Monitoring Center for Prevention (MCP) berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian fiskal lebih ditentukan oleh optimalisasi potensi ekonomi dan pendapatan asli daerah dibandingkan ketergantungan pada transfer pemerintah pusat
Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Defisit Anggaran, Neraca Perdagangan, dan Nilai Tukar Terhadap Utang Luar Negeri Indonesia dan Thailand Fadia Gusniarti; Marselina; Arif Darmawan
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effects of government expenditure, budget deficit, trade balance, and exchange rate on external debt in Indonesia and Thailand. The method used is the Error Correction Model (ECM) with annual time series data from 1994 to 2023. The results show that in Indonesia, the trade balance has a significant negative effect on external debt in the short term, while government expenditure, budget deficit, and exchange rate have no significant effect. Meanwhile, in Thailand, the budget deficit has a significant positive effect, the trade balance has a significant negative effect, and the exchange rate has a significant negative effect on external debt. These findings imply that fiscal policy and external sector conditions play an important role in the dynamics of external debt in both countries.