Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of exploratory dynamic problems

Penerapan Terapi Dzikir Asmaul Husna Terhadap Status Hemodinamik Pasien Kritis di ICU RSUD Pandan Arang Boyolali Rahmah Yanita Kusuma; Panggah Widodo; David Marchello Candra Prayoga
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3 No.2 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i2.239

Abstract

Pasien kritis yang menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) sering mengalami ketidakstabilan hemodinamik akibat perubahan kondisi fisiologis selama proses penyakit. Ketidakstabilan tersebut dapat ditandai dengan perubahan parameter seperti denyut nadi, tekanan darah, frekuensi pernapasan, dan saturasi oksigen. Kondisi stres fisiologis akibat penyakit, tindakan medis, serta lingkungan perawatan intensif dapat memengaruhi keseimbangan sistem tubuh pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan sebagai terapi pendamping adalah terapi dzikir Asmaul Husna yang memberikan stimulus spiritual dan efek relaksasi sehingga dapat membantu menciptakan kondisi lebih tenang pada pasien. Tujuan penerapan ini adalah mengetahui hasil penerapan terapi dzikir Asmaul Husna terhadap perubahan status hemodinamik pada pasien kritis di ruang ICU RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode pre-experimental dengan pendekatan proses keperawatan menggunakan desain pre-test post-test. Subjek dalam penerapan ini berjumlah 2 pasien kritis dengan penurunan kesadaran yang dirawat di ruang ICU RSUD Pandan Arang Boyolali. Terapi dzikir Asmaul Husna diberikan selama 3 hari dengan durasi 30 menit setiap sesi. Pengukuran dilakukan menggunakan lembar observasi terhadap parameter status hemodinamik yang meliputi denyut nadi, tekanan darah, frekuensi pernapasan, dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya perubahan status hemodinamik setelah diberikan terapi dzikir Asmaul Husna. Nilai denyut nadi sebelum intervensi berada pada rentang 105–115 x/menit, tekanan darah 145/95 mmHg, frekuensi pernapasan 26–30 x/menit, dan saturasi oksigen 93–95%. Setelah diberikan terapi selama 3 hari, terjadi penurunan denyut nadi menjadi 85–95 x/menit, tekanan darah menjadi 125/80 mmHg, frekuensi pernapasan menjadi 18–22 x/menit, serta peningkatan saturasi oksigen menjadi 97–99%. Penerapan terapi dzikir Asmaul Husna menunjukkan adanya perubahan status hemodinamik pasien kritis menuju kondisi yang lebih stabil dan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi komplementer nonfarmakologis dalam mendukung asuhan keperawatan pasien kritis di ruang ICU.
Penerapan Isometric Handgrip Exercise Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Bangunharjo RW 08 Wilayah Puskesmas Purwodiningratan Surakarta Putri Oktavianingrum; Eska Dwi Prajayanti; Panggah Widodo
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3 No.2 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i2.261

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg. Penanganan hipertensi dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang mudah diterapkan dan memiliki efektivitas dalam membantu menurunkan tekanan darah adalah Isometric Handgrip Exercise. Latihan ini bekerja melalui mekanisme peningkatan shear stress pada endotel pembuluh darah yang merangsang pelepasan nitric oxide (NO), sehingga terjadi peningkatan vasodilatasi pembuluh darah, perbaikan sensitivitas baroreseptor, penurunan aktivitas saraf simpatis, serta pengurangan resistensi perifer yang berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Isometric Handgrip Exercise terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif terhadap dua pasien hipertensi di Bangunharjo RW 08 Wilayah Puskesmas Purwodiningratan Surakarta. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit setiap hari, dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah latihan menggunakan sphygmomanometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan Isometric Handgrip Exercise, terjadi penurunan tekanan darah pada kedua pasien, yaitu Ny. A mengalami penurunan dari 160/90 mmHg menjadi 145/80 mmHg, sedangkan Ny. G mengalami penurunan dari 150/90 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Isometric Handgrip Exercise efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dan berpotensi menjadi salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, praktis, serta dapat dilakukan secara mandiri sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi.