Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA LANSIA DI RUANG AKAR WANGU RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Utami, Linda Tri; Hartutik, Sri; Widodo, Panggah
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v18i2.259

Abstract

Background : Insomnia is a phenomenon that often occurs in the elderly, changes in sleep patterns in the elderly are caused by aging, female gender, marital status, smoking habits, consumption of caffeinated drinks, medical factors, psychological pressure and noise so that non-pharmacological management is needed one of which is benson relaxation therapy. Objective : To find out the application of benson relaxation therapy to the level of insomnia in the elderly in the vetiver room at Pandan Arang Boyolali Hospital. Method : Implementation was carried out using the case study method to 2 respondents, according to the inclusion and exclusion criteria, the research instrument used the IRS (Insomnia Rating Scale) questionnaire for the level of insomnia and Benson's Relaxation SOP, for 3 consecutive days a day for 30 minutes in the morning day. Results : Based on the results of the implementation that has been done, there is a decrease in the level of insomnia before and after the benson relaxation therapy is done. Conclusion : Benson relaxation therapy can be used as a non-pharmacological technique or independent intervention in patients with insomnia.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kontrol Stress Fisiologis Dan Psikologis Pada Pasien Diabetes Melitus Di Ruang Akar Wangi Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali Hani Mey Hastuti; Tri Susilowati; Panggah Widodo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 12 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup, atau tidak ada, atau insulin yang diproduksi tidak berfungsi dengan baik, mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. Hasil prevalensi penderita diabetes melitus di Kabupaten Boyolali adalah sebesar 2,2 %. Secara umum, perkembangan diabetes dipengaruhi oleh kurangnya olahraga atau aktivitas. Terapi relaksasi otot progresif diketahui dapat membantu menurunkan gula darah pada penderita diabetes dengan menghambat produksi hormon seperti adrenalin, kortisol, glukagon, hormon adrenokortikotropik (ACTH), kortikosteroid yang meningkatkan gula darah. Tujuan : Untuk menurunkan tingkat stress fisiologis dan stres psikologis pada penderita diabetes mellitus. Metode : penerapan ini menggunakan metode study kasus deskriptif. Instrument pada penerapan ini menggunakan Numeric Fatigue Scale, Hamilton Anxiety Rating Scale/HARS. Hasil : Terdapat penurunan tekanan stress fisiologis dan psikologis pada klien diabetes mellitus setelah dilakukan penerapan selama 3 hari. Kesimpulan : Relaksasi otot progresif efektif dapat menurunkan stres fisiologis dan stres psikologis pada penderita diabetes mellitus.
Penerapan Kompres Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) Pada Nyeri Gout Arthritis Lansia di RW 06 Kelurahan Purwodiningratan Kecamatan Jebres Kota Surakarta Rimbani, Adil Liya; Hermawati, Hermawati; Widodo, Panggah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29542

Abstract

Penderita Gout arthritis paling banyak menyerang laki – laki, namun setelah lanjut usia gout arthritis paling banyak menyerang perempuan terutama yang sudah mengalami menopause. Salah satu gejala yang sering timbul pada penderita asam urat yaitu nyeri sendi. Mengendalikan rasa nyeri dan mengurangi kerusakan pada sendi dapat menjadi tujuan dalam pengobatan gout arthritis. Salah satu terapi non farmakologi untuk mengurangi nyeri yaitu dengan kompres kayu manis. Tujuan : Mengetahui hasil penerapan kompres kayu manis (Cinnamomum burmannii) pada nyeri gout arthritis lansia. Metode : Metode yang digunakan dalam penerapan ini merupakan metode deskriptif. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale yang dilakukan sebelum dan sesudah kompres kayu manis. Hasil : Hasil penerapan yang dilakukan menunjukkan penurunan skala nyeri gout arthritis. Responden 1 mengalami penurunan nyeri dari skala 3 menjadi 1, sedangkan responden 2 dari skala 4 menjadi 2. Kesimpulan : Kompres kayu manis (Cinnamomum burmannii) dapat mengurangi skala nyeri gout arthritis pada lansia di RW 06 Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.
Application of Head Up 30 Degree Positioning to Improve Oxygen Saturation in Stroke Patients in the Emergency Room of Pandan Arang Regional General Hospital Boyolali Arnanto, Tilawah Juhi; Hermawati; Widodo, Panggah
Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia Vol. 4 No. 2: August 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkmi.v4i2.520

Abstract

Background: Stroke is a brain disease that attacks the brain suddenly and causes impaired nerve function, caused by blockage of blood vessels and lack of oxygen in the blood to the brain. Poor blood flow in stroke patients results in hemodynamic disorders, including decreased oxygen saturation. One of the independent nursing actions to increase oxygen saturation is to give a 30-degree head-up position. Objective: To determine the results of applying a head-up position of 30 degrees in increasing oxygen saturation in stroke patients in the Emergency Room of Pandan Arang Boyolali Hospital. Methods: This research uses a descriptive method (case study). Results: Oxygen saturation before applying the head-up position, 30 degrees in both respondents, was included in the mild hypoxia category. After applying a head-up position of 30 degrees in both respondents, oxygen saturation was included in the normal category. Conclusion: There are differences in oxygen saturation results before and after applying the 30-degree head-up position in stroke patients.
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Korban Bencana Banjir Di Desa Songgorunggi Sukoharjo Prajayanti, Eska Dwi; Widodo, Panggah; Susilowati, Tri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 2 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i2.1774

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kejadiab bencana yang tinggi. Salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah banjir. Banjir merupakan peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Dampak dari kejadian banjir meliputi dampak fisik, psikologis. Hipertensi yang terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti aktivitas fisik dan stress. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan frekuensi denyut jantung cenderung tinggi yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Stres menyebabkan aktifitas saraf simpatis pada jantung yang dapat meningkatkan tekanan darah. Tujuan: menganalisis faktor aktivitas fisik dan stress terhadap kejadian hipertensi di Desa Songgorunggi Sukoharjo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode diskriptif analitik dengan pendekatan cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Alat ukur penelitian ini ada 2 macam yaitu Perceived Stress Scale (PSS-10) aktivitas fisik menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas warga Desa Songgorunggi menderita hipertensi sebanyak 77%, aktivitas fisik mayoritas dalam kategori aktivitas fisik sedang sebanyak 65,6%, dan mayoritas mengalami stress dalam kategori stress ringan sebanyak 62%. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Sperman Rank diperoleh hasil terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi dengan p value 0.004 dan terdapat hubungan yang signifikan antara stress dengan kejadian hipertensi dengan p value 0.002. Kesimpulan: Aktivitas fisik dan stress memiliki hubungan yang erat terhadap kejadian hipertensi pasca bencana banjir di Desa Songgorunggi Sukoharjo.  Kata kunci: Banjir, Hipertensi, Aktivitas Fisik, Tingkat Stres 
The Implementation of Repositioning Interventions to Prevent Pressure Ulcers in ICU Patients at Pandan Arang Regional Hospital, Boyolali Khasanah, Almar'ah Uswatun; Imamah, Ida Nur; Widodo, Panggah
Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia Vol. 5 No. 1: February 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Decubitus ulcers are tissue damage caused by prolonged pressure without position changes. To prevent this, both pharmacological and non-pharmacological interventions can be applied, including the use of anti-decubitus mattresses, massage, and repositioning or mobilization. Repositioning helps reduce pressure and friction on the skin, thus preventing pressure ulcers. Objective: To determine the effect of repositioning in preventing pressure ulcers in patients receiving care in the Intensive Care Unit (ICU) of Pandan Arang Regional Hospital Boyolali. Method: This study used a descriptive case study design. The intervention was conducted over four consecutive days, with repositioning performed three times daily for 15 minutes every two hours. The risk of pressure ulcers was assessed using the Braden Scale before and after the intervention. Results: After repositioning, the Braden score of Mr. J increased from 12 (high risk) to 14 (moderate risk), and Mrs. S from 13 (moderate risk) to 16 (low risk), indicating a decreased risk of pressure ulcers. Conclusion: There was a noticeable reduction in pressure ulcer risk in bedridden patients following repositioning. Therefore, repositioning can be considered an effective non-pharmacological technique to prevent pressure ulcers.