Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sintesa Biodiesel dari Minyak Nyamplung Menggunakan Katalis Heterogen Termodifikasi Hindarso, Herman; Ayucitra, Aning; Asri, Nyoman Puspa
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.5498

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif terbarukan dan bersifat ramah lingkungan. Prinsip pembuatan biodiesel adalah mengubah bahan baku trigliserida menjadi metil ester melalui reaksi transesterifikasi. Trigliserida dapat diperoleh dari minyak nabati dan lemak hewan. Pada penelitian ini biodiesel didapatkan dari proses esterifikasi dan transesterifikasi minyak nyamplung sebagai sumber minyak nabati. Proses esterifikasi dilakukan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar asam lemak bebas pada minyak nyamplung yang awalnya memiliki kadar 26,27% hingga turun menjadi 1,71%. Selanjutnya dilakukan proses transesterifikasi untuk mereaksikan minyak nyamplung dengan methanol agar menghasilkan biodiesel menggunakan katalis heterogen yaitu zeolit dan bentonit yang telah dimodifikasi. Modifikasi katalis dilakukan dengan aktivasi zeolit dan bentonit alam menggunakan asam HCl pada suhu 100 oC selama 24 jam dan dilanjutkan kalsinasi pada suhu 550 oC selama 4 jam. Katalis zeolit dan bentonit hasil modifikasi kemudian dianalisis karakteristiknya menggunakan uji XRD dan FTIR. Proses transesterifikasi untuk memperoleh biodiesel berlangsung pada suhu 50, 60, 65, dan 70˚C selama waktu reaksi 5 jam. Hasil biodiesel dengan perolehan terbesar didapatkan pada suhu 60 oC, yaitu sebesar 88,19% menggunakan katalis zeolit termodifikasi, 78,84% menggunakan katalis bentonit termodifikasi dan 82,36% menggunakan campuran katalis zeolit dan bentonit termodifikasi pada rasio 1 : 1. Biodiesel hasil pada perolehan terbesar dengan katalis zeolit termodifikasi dilakukan pengujian karakteristiknya sesuai parameter SNI, dan mendapatkan hasil yaitu memiliki densitas 887 kg/m3, viskositas 5,633 mm2/s, bilangan setana 53, titik nyala pada suhu 121˚C, dan kadar metil ester sebesar 94,55%.
PKM Perempuan Rejoagung Berdaya Desa Rejoagung Kecamatan Semboro Kabupaten Jember melalui Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Pengolahan Pangan Suniati, Fransisca; Asri, Nyoman Puspa; Wono, Hilda Yunita; Pandy, Shakira Fayola; Tanurahardja, Devina Angela; Stacey, Nicholle; Gunawan, Fayola Feivel; Vijayanti, Putu Rheina; Gunawan, Gabrielle Chleonadya
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 9, No 2 (2025): November
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2025.v9i2.8281

Abstract

Desa Rejoagung, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, memiliki potensi pertanian dan usaha pengolahan pangan yang dikoordinir dalam Kelompok Usaha Bersama Perempuan Rejoagung (KUBE). Namun, pelaku usaha menghadapi dua masalah utama: kurangnya pemahaman tentang, Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) yang mencakup pengolahan, pengemasan, pelabelan, dan penyimpanan; serta kurangnya pemahaman tentang manajemen usaha dan pemasaran digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kendala tersebut guna meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing usaha lokal, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 dan 17. Metode pelaksanaan program meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi yang menggunakan pre-test dan post-test. Penerapan teknologi berupa pengadaan rak fermentasi higienis untuk tempe, mesin kristalisasi untuk jamu, dan teknik pengeringan menggunakan dehidartor untuk bandeng presto, terbukti memberikan dampak positif signifikan. Pelatihan CPPOB berhasil meningkatkan keterampilan teknis dan memperbaiki sistem produksi sesuai standar keamanan pangan. Pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital memberikan pemahaman dasar pentingnya pencatatan keuangan sederhana, penentuan harga jual, serta strategi promosi melalui media sosial dan fotografi produk. Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga 55% pada beberapa individu, membuktikan dampak positif program terhadap perkembangan proses bisnis. Kesinambungan program dan pendampingan diharapkan mampu meningkatkan daya saing, mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Rejoagung.
Extraction and Characterization of Cellulose from Arabica Spent Coffee Grounds Raymond Hamidy; Hans Rachman; Jaclyn Regina Anggara; Joko Sulistyo; Nyoman Puspa Asri
Jurnal IPTEK Vol 29, No 1 (2025): May
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2025.v29i1.7815

Abstract

Global coffee production generates significant amounts of spent coffee grounds (SCG), often discarded, creating environmental challenges. Cellulose, a major component of SCG, can be extracted for industrial applications, such as food packaging and bioplastics. This research aims to determine the optimal cellulose purification time for maximizing purity and characterize the physicochemical properties of the extracted cellulose for food industry use. The study investigates the effect of different purification times on cellulose purity. The highest purity (74.40%) was obtained at 180 minutes, with the extracted cellulose showing high crystallinity and favorable properties, such as low moisture content (3.49%), water absorption capacity (6.17%), and bulk density (0.2871 g/cm³). Characterization using SEM revealed the morphology of cellulose crystals, and analysis (Carr’s index: 15.33%, Hausner ratio: 1.1811) confirmed the material’s suitability for biocomposites in food applications. Color analysis (L*: 76.34, C*: 28.52, h*: 16.46, WI: 62.94) also highlighted the material’s potential for use in food formulations. This research provides valuable data for further applications of cellulose derived from SCG.